
Seseorang pernah berkata , " ikhlaskan apa yang terjadi kepadamu walaupun itu bukan ingin mu " nanti keinginan mu akan datang tepat pada waktunya .
Alana merasa sekarang hidupnya sangatlah bahagia , keinginan yang terpendam dari sejak dia mulai merasakan rasa iri karena tidak pernah merasakan kasih sayang yang sesungguhnya dari seorang Ibu.
Tetapi kini semuanya sudah ada dalam kehidupannya . Tiwi yang sekarang sangat menyayangi Alana seperti dia sayang kepada kedua anaknya .
***
" dua tahun berlalu "
Gana sudah memiliki perusahaan sendiri berkat ketekunan kerjanya dan semangat nya dia bisa mengelola modal yang tidak terlalu banyak tetapi bisa dikembangkannya menjadi sebuah perusahaan yang sekarang lumayan dikenal di perusahaan besar yang sudah lebih maju sebelumnya.
" Masuk " suara ketukan pintu terdengar menyadarkan Gana yang sedang berkomunikasi dengan Titania melalui Handphone nya.
Selamat pagi pak ? Seorang gadis masuk ke dalam ruangan nya .
Kamu siapa ? Tanya Gana heran karena dia tidak mengenal gadis itu.
Maaf pak Gana , saya Adalah Lizzy sekretaris baru bapak yang sudah ditugaskan oleh Bapak Toni untuk mulai berkerja perhari ini . Ucap gadis itu berujar menjelaskan kebingungan wajah atasannya .
Ohh begitu , kenapa Toni tidak memberitahu saya ya ? Jawab Gana yang agak kesal dengan Toni .
Maaf Bapak saya kurang paham ? Apakah saya bisa kembali ke meja saya ? Tanya Lizzy sedikit gugup .
Oke , nanti biar saya saja yang tanyakan kepada Toni . Ucap Gana .
Gana menggelengkan kepalanya , Toni bagian HRD nya adalah bekas teman kuliahnya , yang dia rekrut menjadi karyawan di perusahaanya .walaupun tingkahnya kadang membuat darah tinggi kumat tetapi dia tetap mempertahankannya karena memang pekerjaannya selalu beres dan memuaskan .
" tok - tok "
Masuk Ton , ucap Gana dia memang mengirim pesan pada Toni agar segera ke ruangannya.
Gimana Bos ? Ada yang bisa di bantu ? tanya Toni cuek dengan gaya tengil nya .
Sejak kapan kamu menerima Lizzy ? kenapa kamu sudah tugaskan dia tanpa memberitahu saya ? Ucap Gana tegas walaupun mereka berteman tetapi dalam hal pekerjaan mereka sangat profesional .
" Ya Tuhan " Bos !!! Saya belum kirimkan email yaa ?? Maafkan saya Bos , ini hanya kesalahan tehnis . Ucap Toni menjelaskan
Hem , jangan sampai terulang kembali Toni kecerobohan mu bisa membuat salah paham yang panjang dan menjadi suatu masalah . Gana berujar bijak dia memang tidak pernah memarahi anak buah nya selagi tidak membuat Masalah yang fatal .
Siap Bos !!! Maafkan saya .apa boleh saya kembali lagi keruangan saya ? Tawar Toni pada atasan nya itu
Boleh , silahkan . ucap Gana mempersilahkan.
Gana termenung , senyum itu ? Kenapa mirip sekali dengan dia !!! Guman Gana dalam hati tadi dia begitu terkejut melihat Lizzy karena wajahnya sangat mirip dengan Ayu wanita yang pernah membuatnya patah hati berkepanjangan. Ahh sudahlah buat apa dipikirkan sekarang sudah ada Titania yang menjadi penguasa hatinya .
***
Alana sekarang sudah menjadi mahasiswi , tubuhnya yang dulu kurus sekarang sudah berisi membuat dia semakin cantik , apalagi hatinya yang baik dan lembut semakin membuatnya memiliki kecantikan yang bersinar karena terpancar dari dalam hatinya .
Hai Alana ? Sapaan dari Amadeo cowok blasteran yang akhir - akhir ini sering membuat nya tidak nyaman karena sering mengusiknya .
Hai juga , jawab Alana singkat dalam hatinya kenapa Adrian lama sekali menjemputnya .
Pulang sama siapa ? Tanya Amadeo lagi walaupun wajah Alana sudah tidak ramah dia tidak mempedulikannya
Biasa , pacarku . Ucap Alana sembari menggeser tubuhnya karena Amadeo berdiri teramat dekat dengannya .
Kenapa gak pulang sama aku aja ? emang gak bosen pacaran dari lama gak putus - putus !!! ucap Amadeo cuek
Maaf ya Deo , memang apa urusan kamu ? Kok kamu sampai bilang seperti itu !!! Lebih baik sekarang kamu pergi aja atau aku yang pergi !!! Ucap Alana ketus dan bersiap beranjak dari tempat dia berdiri.
Aku gak akan pergi dan kalau kamu pergi aku akan mengikuti mu !!! ucap Amadeo sambil tersenyum menyeringai membuat Alana semakin tidak nyaman beruntung mobil Adrian sudah terlihat dia bergegas menghampiri kekasihnya itu.
Tangan Amadeo mengepal memandang tubuh Alana yang meninggalkan dia pergi begitu saja , sudah sejak lama dia menaruh hati pada Alana tetapi dia tidak pernah digubris oleh Alana sekalipun , dia merasa semakin tertantang dengan sikap Alana terhadapnya .
Kenapa sayang ? Kok wajahnya di tekuk gitu ?? Tanya Adrian yang melihat wajah kekasihnya seperti itu
Alana sebal sama Amadeo kak !!! Dia ganggu Alana terus !! ucap Alana mengungkapkan isi hatinya .
Dia kurang ajar sama kamu sayang ? Ujar Adrian tegang darahnya berdesir mendengar pengakuan Alana , selama ini Alana tidak pernah mengadukan hal apapun kalau sekarang dia sampai bilang seperti ini berarti orang itu sangat mengganggunya.
Tidak kak , tetapi kata kata dan sikapnya itu semakin hari membuat Alana merasa tidak nyaman !! ucap Alana jengkel
Besok kakak akan menemuinya dan menegurnya agar tidak mengganggu kamu lagi . ucap Adrian yang mencoba menahan amarahnya .
Alana hanya diam tetapi dia rasa memang Adrian perlu melakukan itu agar Amadeo menjauhinya.
Kak , jadi kerumah mami ? Lanjut Alana mencoba mencairkan suasana .
Jadi sayang , Mami sudah siapkan Makan siang kasihan kalau kita gak jadi kesana , jawab Adrian .
Mampir ke toko kue kesukaan Mami dulu ya kak , timpal Alana , sekarang ini Catarina pun sangat sayang pada Alana jadi hubungan mereka sudah tidak sembunyikan lagi.
Adrian mengangguk dan melajukan mobilnya menuju ke toko kue yang dimaksud , hatinya masih merasa dongkol mendengar cerita Alana . secepatnya dia akan segera menemui Amadeo.
***
Dengan sedikit tergesa Gana meninggalkan kantornya , dia berjanji akan makan siang bersama dengan Titania dan kedua orang tuanya . ketika akan memasuki mobilnya dia melihat Lizzy sekretaris barunya itu berjalan kearah luar dan mendekati ke sekelompok pemulung dan membagikan beberapa bungkus makanan .
Sedang apa dia ? Batin Gana sambil menatap ke arah Lizzy terlihat senyuman tak berhenti mengembang dari wajahnya, suara handphone nya segera mengalihkan perhatiannya dan bergegas masuk kedalam mobilnya.
Kurang lebih setengah jam Gana sudah sampai ke resto yang di minta oleh Titania untuk makan siang bersamanya .
Hai sayang ? Selamat siang Om , Tante ? Sapa Gana sopan pertemuan ini sudah ke berapa kalinya jadi sudah tidak membuat Gana canggung .
Obrolan mereka berlangsung hangat , kedua orang tua Titania bukan orang sembarangan perusahaan yang mereka punya adalah perusahaan turun temurun keluarga yang tiap tahunnya maju semakin pesat , dan ketika mereka mengenal Gana mereka sudah langsung menyukai nya , apalagi mereka tau Gana bisa mendirikan perusahaan berkat kerja kerasnya sendiri dan sekarang sudah berhasil membangun perusahaan yang sudah makin berkembang walaupun belum sebesar perusahaanya " JAYA SAKTI" tetapi sudah lumayan dikenal di sini.