Rahasia Alana

Rahasia Alana
20


Pagi ini Alana sangat senang karena tadi Adrian mengirimkan pesan akan menjemputnya setelah hampir seminggu mereka tidak bertemu .


Alana ayo bareng Kaka ? tawar Tina yang sudah bersiap akan berangkat juga.


Gak usah Kak , Alana jalan aja kedepan hari ini kak Adrian jemput kok , tolak Alana halus


Cieee , Pantes wajah kamu berseri-seri , goda Tina


Ahh Kak Tina bisa aja, ujar Alana sambil tersenyum .


Tina hari ini kamu diantar Bunda dulu ya ? Tiwi sudah bersiap-siap hari ini adalah hari pertama Tina berangkat kuliah .


Bun , Tina mau berangkat bareng Aldo ? ucap Tina mereka memang kuliah di universitas yang sama .


Aduhh Bunda tuh pengen anter kamu pertama kuliah , nanti kamu pulang nya aja yang bareng Aldo. ujar Tiwi


Ya udah dehh , sebentar Tina telpon Aldo dulu.


Alana ayok bareng Kaka Jalan ke depannya ,panggil Gana


Gana , kamu ikut Bunda sekalian aja nanti Bunda antar sampai kampusmu , ucap Tiwi tanpa menawarkan Alana sama sekali


Gak ahh , Gana mau temani Alana aja , ucap Gana pendek .


Tiwi mendecak sebal sambil melirik Alana entah kenapa anak-anaknya begitu menyayangi anak setan itu , walaupun berkali-kali dia berusaha menghasut Gana dan Tina tetapi tetap tidak mempan.


Heh Anak setan !!! kamu pasti pake susuk ya sama kaya ibu kamu yang gatal itu , makanya suamiku mau sama Ibu kamu !! dasar wanita ****** aku pikir dia sudah mati hilang semua tentang dia tetapi kenyataanya malah masih ada kamu yang selalu membuat aku muak karena ada anaknya yang setiap saat ada di sekitarku !!! Ucap Tiwi ketus


Bunda ,ayok berangkat ngapain siy pakai ngomel segala sama Alanaa ?? salah apa siy dia selalu jadi sasaran kemarahan Bunda!!! ucap Tina kesal


Tiwi tidak menjawab dia langsung menuju ke mobil diikuti Tina ,


Alana mengusap air matanya yang hampir jatuh ,sebetulnya sudah menjadi makanan sehari-hari Omelan Tiwi tetapi hatinya selalu merasa sakit setiap kali almarhumah ibunya ikut disebut apalagi dihina seperti tadi.


Kenapa Alana ? tanya Gana yang melihat Alana yang berusaha menyembunyikan air matanya , Gana memang tidak mendengar perkataan Tiwi pada Alana karena dia baru saja dari toilet .


Enggak papa kok kak , ayok kita berangkat .ajak Alana


Pasti Bunda ngomong macem-macem ya ? udah jangan didengerin kalau Bunda ngomong !!! ucap Gana yang langsung memeluk Alana .


Iya kak , kakak tumben mau jalan kedepan ? Hem Alana tau pasti mau caper ke kakak cantik yang namanya Kak Ayu ?? tebak Alana


hemmm tau aja nih , ucap Gana sambil mencubit hidung Alana gemas .


Mereka berjalan kedepan dan keberuntungan berpihak kepada Gana karena ternyata gadis yang bernama " Ayu " itu sedang menunggu angkutan di depan gang tempat biasa Alana menunggu Adrian .


Wahh kak itu mobil Kak Adrian , Alana tinggal dulu ya ? pamit Alana


Iyaa ati-ati ya , pesan Gana


Kak Gana , ayok ikut sekalian !! seru Adrian


Engga makasih , Gana menyahut sambil melambaikan tanganya .


Gana memang sengaja ingin lebih dekat dengan Ayu jadi dia sengaja menyusun rencana untuk sama-sama naik angkutan umum kebetulan kampus nya satu arah dengan kampus gadis yang di incarnya.


Hai Ayu , sapa Gana


Hai , ucap Ayu pendek sambil tersenyum dia paham kalau Gana anak komplek sini karena dia sering melihat Gana lewat depan tokonya .


Bareng ya , ujar Gana yang mendadak lupa semua dengan segala kata-kata yang sudah disusun dari semalam .


Apanya yang bareng ? kata Ayu heran


Ohh, tumben kamu gak bawa motor ? tanya Ayu balik


Ohh itu , motorku lagi rusak, ucap Gana yang masih belum bisa menguasai getaran hatinya memang ini pertama kalinya dia jatuh cinta.


Ohh gitu , kenapa gak diantar Ayah kamu ? tadi juga teman adik kamu menawarkan kamu untuk diantar sekalian tapi kamu tolak ?


ohh iya itu karena aku ingin bersamamu , eh maksudnya ingin naik angkutan umum , sahut Gana gugup dia betul-betul merutuki dirinya sendiri yang tiba-tiba mendadak gagap seperti ini


Angkutan yang ditunggu datang mereka berdua segera bergegas naik kebetulan tidak begitu sesak hanya ada empat penumpang saja .


Emm Ayu , besok kalau aku bawa motor mau enggak kamu aku antarkan ? akhirnya Gana bernafas lega karena berhasil mengeluarkan kata-kata itu .


Emmm iya mau , ujar Ayu tersipu malu


Yess !!! tak sadar Gana berteriak sampai penumpang yang disitu melihat ke arah Gana yang langsung menyadari keadaannya .


Ayu tergelak melihat tingkah laku Gana sebetulnya mereka sudah kenal lama tetapi hanya sebatas saling senyum saja .


Ya sudah aku turun duluan ya ? pamit Ayu pada Gana .


Ohh iya hati-hati sampai jumpa besok ya ,ucap Gana yang merasa sangat bahagia.


Iyaa , ujar Ayu pendek sambil turun meninggalkan Gana


Gana tersenyum-senyum akhirnya dia berhasil mendekati gadis pujaannya ,kenapa gak dari dulu dia melakukan ini semua ya , sesalnya dalam hati .


Hatinya berbunga-bunga ya mas karena berhasil mengajak gebetannya , hihihi...


Terdengar celetuk an salah satu penumpang yang menggoda Gana , karena mungkin tadi mendengar percakapan Gana dan Ayu.


Ahhh Ibu bisa aja , ujar Gana tersenyum malu .


***


Hari ini Adrian tidak mendapat tugas untuk mendampingi Titania karena memang Adrian pertama masuk kuliah jadi dia harus melakukan kewajibannya dulu , kebetulan Titania juga hari ini harus mengurus sekolah barunya .


Siang ini dia sudah menunggu Alana yang sudah sangat dirindukannya , tadi pas mengantarnya dia sudah bilang pulang sekolah akan mengajaknya pergi.


Maaf kak menunggu lama ya ? ujar Alana masuk kedalam mobil Adrian


Enggak sayang , kita ke pantai yuk ? sahut Adrian


Ayok kak , ucap Alana bersemangat


sekitar satu jam mereka sampai di pantai menikmati kelapa muda ditepi pantai dengan pemandangan laut yang terbentang betul-betul membuat Alana betah disini dan sedikit melupakan kata-kata Tiwi tadi pagi.


Sayang ? tadi pagi kenapa menangis katanya kamu mau cerita ? tanya Adrian


Biasa Kak , mungkin tadi Alana lagi baper jadi kata-kata pedas Bunda terasa menyakitkan sekali . ucap Alana lirih


Hemm sabar ya sayang , andaikan saja kita sudah cukup umur Kakak akan segera melamar kamu dan membawa kamu keluar dari rumah itu !!! ujar Adrian berandai-andai .


Kak Adrian apaan siy !! Alana masih kecil dan Kakak juga baru mau kuliah udah bilang tentang pernikahan !!! sahut Alana gemas


Khan cuma berandai-andai sayangku , ucap Adrian tersenyum kecil .senang sekali melihat senyum Alana yang selalu membuatnya candu .


Ya sejujurnya Alana juga ingin cepat kerja kak , biar bisa segera punya tempat tinggal sendiri karena sepertinya Bunda Tiwi selamanya akan membenci ku , ucap Alana sedih


Adrian mengelus rambut panjang Alana dia ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh gadis cantik yang sudah mengisi hatinya dari sejak bertemu dia pertama kali di pesta ulang tahun Tina.