
Setelah Alana selesai dibersihkan , yang lainya mengikuti masuk ruangan . Adrian yang melihat Alana tidak kuasa menahan kesedihannya dia segera berlari menghampiri Alana dan memeluknya.
Maafkan kakak ya ? Gak bisa jagain Kamu ? Ujar Adrian sambil menangis sesenggukan dia tak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau sampai telat datang menyelamatkan Alana.
Kakak tetap yang terhebat buat Alana , jawab Alana disela Isak tangisnya .
Mereka berdua lama sekali berpelukan sampai lupa kalau didalam ruangan itu ada banyak orang Bahkan orang tua mereka masing - masing , kebetulan orang tua Adrian juga sudah dikabari dan mereka langsung ke rumah sakit.
" Ehemmm.... Ehemmm..."
Ayah Juga pengen peluk Alana donk , timpal Gunawan sambil berdehem .
Adrian yang menyadari itu langsung tersentak kaget dan malu sekali apalagi setelah menoleh kebelakang dia juga melihat kedua orang tuanya .
Ehh maaf Om ? Ujar Adrian menahan malu wajahnya merah padam karena terlihat Tina dan Aldo juga kak Gana menahan tawa melihat tingkahnya
Haduhh ... Jenk Tiwi , jangan - jangan nanti anak bontot Jenk Tiwi yang duluan dilamar anak saya ? celetuk Catarina menggoda anaknya yang semakin salah tingkah .
ish Mami apaan sie !!! Guman Adrian malu, semua yang disitu tertawa mendengar omongan Catarina.
Alana pun ikut malu melihat Adrian yang menjadi bulan-bulanan keluarganya ,tadi dia sudah berusaha melepaskan pelukan Adrian tetapi Adrian mendekapnya terlalu erat. Dan tidak mempedulikan bisikan Alana.
***
Adrian hanya dijadikan saksi dalam kasus ini , karena memang walaupun Amadeo dibuat babak belur tetapi tidak ada luka yang fatal , dan dalam Masalah ini kesalahan Amadeo lumayan berat , Gunawan sudah menyerahkan semuanya ke pihak yang berwajib .
Setelah Tiga hari Alana dirawat di rumah sakit hati ini dia sudah di perbolehkan pulang , Gana menemani Bundanya untuk menjemput Alana.
Ayo pulang sayang ? Ajak Gana pada Alana yang masih duduk di sofa rumah sakit
Mudah - mudahan ini kali terakhir Alana kesini ya kak ? Alana merasa akhir - akhir ini sering sekali menginap disini .ujar Alana
Iyalah , amit - amit mudah - mudahan kita selalu diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala marabahaya . Amin. Ucap Gana sambil mengusap kepala Adiknya .
Sampai dirumah Alana langsung tiduran di sofa tengah tempat kesukaannya di rumah ini.Terdengar suara pintu diketuk, Alana berdiri hendak membuka pintu langsung dicegah oleh Tiwi ,
Biar Bunda aja yang buka sayang ! Ujar Tiwi yang langsung ke depan membuka pintu
" Selamat siang "
Terlihat pasangan suami istri yang tidak dikenal oleh Tiwi ,
Siang , maaf dengan siapa ya ? tanya Tiwi sopan .
Maaf Ibu , kami orang tua Amadeo bisakah kami meminta waktu sebentar ?
Boleh Kami masuk dulu ? Pinta laki - laki yang masih tetap terlihat sopan walaupun Tiwi mulai tidak ramah .
Saya rasa gak perlu !! Ucap Tiwi ketus
Kurang etis rasanya kalau kita berbicara sambil berdiri seperti ini ? ucap laki - laki itu yang masih memohon pada Tiwi bersamaan dengan itu mobil Gunawan Masuk ke garasi mobil mereka.
Saya yang punya rumah ini ! Jadi yang berhak untuk memperbolehkan orang masuk kedalam rumah saya atau tidak itu ya saya !!! Sahut Tiwi kesal
Sudahlah Pi ,percuma kita kemari buang buang waktu saja dengan orang sombong seperti dia !! Timpal wanita bertubuh subur itu
Maaf ada apa ini ? Tegur Gunawan yang belum tau apa yang terjadi dirumah nya .
Ayah sudah pulang ? Mereka ini orang tua Amadeo entah apa yang ingin dibicarakan oleh mereka sampai memaksa ingin masuk ke dalam rumah !! Ucap Tiwi yang merasa lega karena suaminya sudah pulang .
Sabar Bun, bagaimanapun mereka adalah tamu , ucap Gunawan bijak
Bolehkah kami berbicara sesuatu sebentar pak ? ucap lelaki itu kembali minta ijin pada Gunawan yang sepertinya lebih bisa diajak bicara .
Silahkan masuk , ucap Gunawan mempersilahkan mau tidak mau akhirnya tIwi mengalah dan membiarkan mereka masuk .
Maaf sebelumnya , kalau kedatangan Kami menganggu keluarga Bapak dan Ibu . Tujuan kedatangan Kami kesini pertama pastinya kami ingin minta maaf sebesar - besarnya atas kelakuan anak kami Amadeo , dan yang kedua kami meminta dengan sangat agar Masalah ini alangkah baiknya diselesaikan secara kekeluargaan saja , apalagi Amadeo juga masih harus melanjutkan cita - citanya , mohon pengertiannya Bapak ,Ibu , ucap Ayah dari Amadeo mengucapkan dengan sangat hati - hati.
Enak saja kalian berbicara seenaknya dengan Mudahnya menyuruh kami untuk menyelesaikan Masalah ini secara damai!!! Anak kalian itu hampir saja merenggut kesucian anak kami ,kalau saja Adrian tidak datang tepat waktu kami gak tau apa yang akan terjadi dengan anak perempuan kami !!! ucap Tiwi penuh dengan emosi , bersaman dengan itu datang Tina dan Gana yang langsung bergegas masuk kedalam rumah melihat ada keributan yang terjadi .
Amadeo itu tidak akan melakukan hal seperti itu !! yang anak kami lakukan hanya kenakalan kecil remaja , timpal wanita bertubuh subur itu.
Maaf ya Bu !!! Kenakalan kecil Ibu bilang ?? Kalau terlambat sedikit saja kami menyelamatkan Alana itu itu akan fatal sekali akibat nya , jadi mohon maaf saya sebagai kakaknya menolak secara tegas permintaan kalian untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan ! ucap Gana geram mendengar kata - kata wanita itu .
Bagaimana Bapak selaku Ayah dari Alana ? ucap Ayah Amadeo yang masih berharap kemurahan hati pada Gunawan .
Ayah , Tina pun sama sekali gak setuju bila masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan , timpal Tina cepat .
Begini pak , kalau ditanya apakah kami sudah memaafkan perilaku nak' Amadeo Insyallah kami akan memaafkan . Tetapi mohon maaf pak biarkan saja proses hukum tetap berlaku saya rasa itu juga bisa buat pembelajaran putra Bapak dan Ibu agar kedepannya tidak berbuat hal - hal yang bisa merugikan orang lain lagi , ucap Gunawan memberi pengertian pada kedua orang tua Amadeo .
Sebetulnya kalian ingin uang berapa ? Langsung kalian katakan saja nominalnya !! Saat ini Juga Kami langsung transfer ! ucapan Ibu Amadeo langsung membuat Tiwi naik darah karena merasa sangat terhina.
Dengar ya !!! Saya tidak butuh uang kalian ?? Emang sekaya apa kalian hah sampai sepertinya kalian sangat menghina Kami dengan berkata seperti itu ?? katakan berapa banyak uang untuk menyumpal mulut busuk kamu yang sombong itu , Sekarang pergi dari rumah kami !!! teriak Tiwi yang sudah tidak dapat menahan amarahnya.
Ayok pih , kita pergi dari rumah ini !! tidak ada gunanya berbicara dengan orang seperti mereka !!! Ucap Ibu Amadeo yang langsung menarik suaminya dan bergegas keluar dari rumah keluarga Gunawan .
Minggat dari rumah ini ??? umpat Tiwi yang masih begitu kesal terhadap orang tua Amadeo .
Sudah Bun , Sabar... Sabar ... ucap Gunawan menenangkan istrinya dia paham betul bagaimana karakter istrinya itu.