
Alana sebetulnya agak takut karena baru pertama kali dia pulang malam , sepanjang jalan dia sudah terlihat gelisah karena takut Tiwi akan memarahinya .
Alana , kamu kenapa ? kok kayak gelisah gitu ? tanya Adrian
Emm Alana takut dimarahi Bunda kak ,
Yaa nanti biar Kak Adrian anter sampai dalam rumah ya ? jadi kalau Tante Tiwi mau marah Khan sungkan ada kakak , ucap Adrian yang sebetulnya merasa kasihan pada Alana apalagi berkali-kali dia melihat sendiri bagaimana perlakuan Tiwi pada Alana .
Gak usah deh kak , nanti malah Bunda jadi makin marah kak !!!
Yaa sudah , mudah-mudahan ada Om Gunawan jadi dia bisa melindungi kamu kalau Tante Tiwi marah . ujar Adrian .
Setelah sampai di depan rumah Alana agak bernafas lega karena mobil bundanya tidak ada itu bearti dia sedang keluar.
Kak , Alana turun dulu yaa ? ujar Alana yang bergegas turun dia tidak mau sampai Ketahuan Bundanya.
Ati-ati sayang ? ucap Adrian sambil melambaikan tanganya dan melakukan mobilnya .
Alana membalas lambaian tangan Adrian hatinya berdebar-debar mendengar panggilan "sayang" dari Adrian yang membuatnya tersenyum-senyum sendiri.
Cieeee yang baru pacaran ... celutuk Tina mengagetkan Alana
Ihhh Kak Tina bikin kaget ajaa !!! sungut Alana .
Kok mukanya bahagia banget siy ?? ada ya g abis jadian yaa ? asikk besok mau tagih Adrian makan-makan ahh ... goda Tina lagi yang membuat wajah Alana merona merah menahan malu.
Huuuu dasar Kak Tina !!! kak aku masuk dulu ya takut ketahuan Bunda , ucap Alana sambil bergegas meninggalkan Tina .
Bunda lagi kondangan ke tempat teman Ayah lumayan jauh pulangnya paling malam Lan, ujar Tina sambil merapikan rambutnya
Ohh , ehh Kak Tina mau kemana kok udah rapi ? tanya Alana heran karena penampilan Tina yang berbeda tapi kelihatan manis sekali, belum sempat Tina menjawab ada sesosok laki-laki yang mengucapkan salam .
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
emm silakan masuk Aldo ? sapa Tina
Ohhh ternyata ada yang bahagia jugaa toh ...goda Alana balik
Udah Alana sana mandi udah malam loh !!! ucap Tina tersipu malu karena ketahuan sedang menunggu seseorang .
Alana segera meninggalkan mereka berdua sempat dia melirik Aldo yang membawakan buket bunga besar , mungkin saja dia mau mengucapkan selamat untuk kak Tina , batin Alana.
Alana sedang tidur-tiduran ketika terdengar suara deru mobil mungkin Ayah dan Bunda baru saja pulang , tetapi hari ini dia sangat lelah dan ingin sekali tidur cepat apalagi matanya sudah sangat mengantuk , Tek menunggu lama Alana langsung terlelap .
Bunda gak suka kamu dekat-dekat dengan Aldo !!! bagaimana mungkin kamu naksir sama laki-laki kayak dia ? miskin kesini saja pakai sepeda !!! hardik Tiwi pada Tina .
Kenapa siy Bun ? selalu saja harta yang dipikiran Bunda ?? ucap Tina lirih dia betul-betul kecewa dengan Bundanya yang terang-terangan mengusir Aldo tadi .
Yaa memang kamu mau makan cinta hah ??? jangan Kamu pikir berumah tangga itu hanya butuh cinta !!! ucap Tiwi ketus .
Tina belum berpikir kesitu Bun ? kita masih ingin meraih cita-cita kita , Tina dan Aldo pun dekat hanya saling memberi semangat kenapa Bunda jahat banget ??ucap Tina yang sudah diiringi dengan Isak tangis .
Sudahlah pokoknya Bunda gak mau liat anak itu datang kerumah ini lagi !!! bentak Tiwi
Sudah cukup Bun !!! Hardik Gunawan yang baru keluar dari kamar dan mengetahui pertengkaran istri dan anaknya itu.
Sudahlah Ayah gak usah ikut-ikut !!! ini urusan Bunda dan Tina , sahut Tiwi kesal
Tina adalah anak ayah juga !! segala sesuatu apalagi yang berhubungan dengan teman dekat Tina Ayah juga berhak ikut campur !!! jadi Bunda gak perlu usir tamu yang kerumah kita , paham !!!
Tiwi tak mempedulikan perkataan Gunawan dia hanya mendengus kesal dan segera meninggalkan mereka naik ke atas kamar .
Tina sayang ... sini ? Ayah peluk ... ucap Gunawan Hangat
Tina segera lari ke dalam pelukan Ayahnya dan menangis tersedu-sedu dia merasa sangat malu dengan Aldo laki-laki yang mendekatinya dan mulai dia cintai .
Sampaikan pada Teman mu Aldo , Ayah minta maaf dan bilang padanya pintu rumah ini selalu terbuka untuknya , ucap Gunawan yang membuat hati Tina tenang dan merasa semakin nyaman dalam pelukan Ayahnya.
***
Pagi ini kak Tina tidak keluar pas sarapan pagi mungkin dia masih kecewa dengan Bunda untung saja pagi ini Bunda berangkat olah raga lebih awal jadi aku bisa anter makanan untuk sarapan kak Tina .
Tok...Tok...
Kak Tina , ini Alana bawain makanan sama susu !!! kata Alana dia paling tahu makanan kesukaan Tina tapi beberapa detik tetap hening tak ada jawaban dari Tina
Kak Tina, alana masuk ya ? pinta Alana meminta ijin .
Alana buka gagang pintu yang ternyata tidak terkunci , ternyata Tina masih dibalik selimutnya .
Kak Tina , makanan sama susu udah Alana taruh meja ya ? sekarang Alana berangkat sekolah dulu , pamit Alana
Iyaa Alana , terimakasih . sahut Tina lirih
Hari ini Alana sangat senang karena Ayah ya memberikan handphone untuk nya jadi dia bisa berkomunikasi dengan teman-teman nya dan tentunya Adrian .