Rahasia Alana

Rahasia Alana
44


Adrian mengajak Alana ke pantai , mereka tidak berbicara untuk beberapa saat . Adrian sedang berpikir Dari mana dia memulai pembicaraan yang ada dipikirannya .


Kenapa kak ? Kenapa hanya diam ? Kakak mau menjelaskan apa pada Alana ?? Cecar Alana pada Adrian setelah beberapa saat mereka hanya terdiam.


Maafkan kakak Alana ? Guman Adrian lirih


Maaf untuk apa ? memang kakak berbuat kesalahan pada Alana ?? Ucap Alana sambil menatap Adrian .


Atas sikap Kakak ? akhir - akhir ini pada Alana . Adrian berujar sambil balas menatap Alana .


Alana ada salah apa sama kakak ? Kenapa kakak mendiamkan Alana dan menghiraukan semua pesan dari Alana ? Bukankah sejak awal berhubungan kita sudah pernah ada kesepakatan kalau ada masalah segera di bicarakan bukan malah diam dan berubah ?? Alana minta maaf kalau memang ada salah . Ucap Alana


Tidak Alana , kamu tidak salah apa-apa ? Yang salah kakak . Entah kenapa Kemarin melihat Amadeo yang menyaksikan sebagian tubuh kamu kakak merasa tidak terima dan tidak ikhlas !!! Seharusnya kakak yang pertama melihat semua itu , tetapi kenapa mesti B*****n itu !!! Umpat Adrian


" Ya Allah " kak ? Apa itu semua kemauan Alana ? Bukankah seharusnya kita tetap bersyukur karena Kakak datang tepat pada waktunya sebelum terjadi sesuatu hal yang lebih mengerikan dari kejadian kemarin ?? Ucap Alana parau menahan tangis yang mulai ada .


Iya Alana , Kakak memang bodoh !!! Maafkan keegoisan kakak ya ?? Tak seharusnya kakak berpikir kearah sana karena itu semua hanya musibah !! Maafkan aku ya sayang ?? Ucap Adrian memohon pada Alana .


Apa kakak sudah menganggap aku kotor ?? karena Amadeo sudah melihat sebagian tubuh aku !!! Ujar Alana terisak air matanya mengalir hatinya sakit karena ternyata Adrian memendam perasaan itu apa mungkin Adrian sudah jijik padanya.


Tidak Alana , Tidak !! Maafkan kakak ya ?? timpal Adrian yang langsung menarik tubuh Alana ke pelukannya.


Alana hanya terdiam tetapi Isak tangis nya masih terdengar , yang membuat Adrian semakin merasa bersalah pada kekasihnya .


Jangan nangis lagi sayang ? Maafkan aku ?? Ucap Adrian sambil terus memeluk Alana .


Alana hanya menganggukkan kepalanya tetapi entah kenapa air matanya masih mengalir , semua kejadian yang menimpa dirinya bukan kemauannya tetapi takdir dalam hidupnya dan dia merasa Adrian adalah salah satu kekuatan nya dalam menghadapi semua ujian hidup nya , jadi dia sangat takut bila sampai Adrian menjauh darinya .


Suara panggilan telephone Alana membuat Adrian melepaskan pelukannya pada Alana .


Siapa ? Tanya Adrian


Bunda ,


[hallo,Bunda]


[dimana kamu nak ? ini udah sore]


[Iya Bunda , ini Alana pulang ya]


[ya sudah , Bunda tunggu ya]


[Iya Bun]


[Sama Adrian Khan?]


[Iya Bunda , ya sudah Alana pulang dulu]


[Hati-Hati nak]


Setelah mengiyakan pesan dari Bundanya Alana menutup telephone nya .


Kak , kita pulang ya ? Takutnya Bunda khawatir ? Ajak Alana pada Adrian


Iyaa ayok , sekali lagi maafkan kakak ya ? Ucap Adrian yang masih merasa bersalah pada Alana dia meraih tangan Alana dan mengecupnya .


Siap sayangku ? bidadari aku ? Calon istri aku ?? goda Adrian membuat senyum Alana kembali lagi.


Huuu Apaan sie ?? sahut Alana wajahnya merah menahan malu .


Gitu donk senyum ?? Cantik !! Ucap Adrian sambil mencubit pipi Alana gemas .


Akhirnya hubungan mereka kembali hangat perjalan pulang dari pantai kerumah Alana pun sudah kembali lagi ceria , obrolan dan candaan mereka sudah kembali normal .


Maaf Tante kesorean ? Ucap Adrian pada Tiwi saat mengantarkan Alana pulang .


Sebetulnya gak papa Adrian tetapi kalian kabari Tante , soalnya sejak kejadian kemarin Tante jadi parno dan selalu khawatir kalau Alana gak ada kabar !!! ucap Tiwi terlihat jelas raut wajah nya yang memang mengkhawatirkan Alana .


Iya maaf ya Bunda ? Tadi Alana gak kasih kabar Bunda ? sahut Alana


Yaa sudah , kalian udah makan belum ? Ayo Adrian kita makan dulu ? Ucap Tiwi menawarkan .


Maaf Tante , sebetulnya Adrian mau sekali ? Tapi Mami sudah telephone Adrian minta diantar kerumah Eyang takutnya Mami nunggu lama Tante . Ucap Adrian menjelaskan .


Ohh begitu , ya sudah hati - hati pulang nya , Salam buat Mami ya . Ucap Tiwi lagi .


Oke siap Tante . Sahut Adrian sambil melangkah menuju mobilnya meninggalkan Tiwi dan Alana .


***


Tak terasa Alana sudah hampir menyelesaikan skripsinya , Sedangkan Tina , Aldo dan Adrian sudah bekerja .


Jadi kapan rencana kamu Gana untuk segera melangsungkan pernikahan dengan Titania ? Ucap Gunawan pada anak lelakinya itu .


Iyaa Bunda udah gak sabar nak . Sahut Tiwi menimpali.


Ini lagi direncanakan Bun, sahut Gana yang terlihat bersemangat ketika ditanya Masalah rencana pernikahannya.


Memang orang tua Titan sudah menyetujui pernikahan kalian segera dilaksanakan ? Tanya Gunawan karena memang Titania masih belum di wisuda .


Sudah kok Ayah , Khan Titan juga udah mau di wisuda . ucap Gana .


Syukurlah !! Ucap Gunawan dan Tiwi berbarengan karena memang mereka pun sudah sangat ingin Gana segera menikah apalagi usia Gana saat ini memang sudah seharusnya menikah.


Cieee , ada yang mau menikah nih ?? Goda Tina sambil menggelayut manja pada Tiwi .


Bukankah kamu juga seneng kalau kakak menikah ?? Jadi kamu juga bisa segera menikah dengan Aldo !! sahut Gana yang membuat adiknya Tina tersenyum tersipu malu .


Memang kamu juga sudah ingin menikah nak ? Tanya Gunawan


Ayah ? Omongan kak Gana gak usah di dengerin !! timpal Tina .


Yaa usia kamu juga udah pas kok nak kalau mau menikah ? lagipula Aldo juga sudah mapan dan Bunda percaya dia bisa jaga anak Bunda . ucap tiwi, memang Aldo sekarang ini sudah sangat mapan dia dipercaya untuk meneruskan usaha kedua orang tuanya yang memang sudah maju jadi tidak ada keraguan di hati Tiwi tentang masa depan anaknya bila hidup dengan Aldo.


Doain aja yaa Bun , Ayah , tapi sekarang fokus ke pernikahan kak Gana dulu dehh !! ucap Tina bijak karena dia tau kakaknya sangat mencintai Titania begitu juga sebaliknya bahkan kakaknya sampai rela menunggu Titania sebegitu lamanya jadi memang dirinya sangat mengharapkan kakaknya segera menikah dengan pujaan hatinya .


Gunawan dan Tiwi mengaminkan omongan Tina ,ya mereka sudah merasa semakin tua dan memang sangat merindukan suara bayi lagi di rumah ini tetapi bukan untuk menambah anak , tetapi " cucu " dan mereka sudah sering membayangkan bagaimana keriuhan rumah mereka saat Gana,Tina dan Alana sudah memberikan cucu pada mereka .