
***
Cukup lama Reval di buat bingung hingga ia pun menyerah untuk membujuk istri nya tersebut. Reval membaringkan tubuhnya di samping Anira yang masih saja terus terisak tangis .
"Saya buat salah apa sih sebenarnya sampai sampai kamu bicara pun tidak mau sama saya . Hmm . . " gumam reval sambil memiringkan tubuh nya menghadap Anira .
Anira yang terus menangis itu pun kini sudah tak terdengar lagi suara Isak tangis nya , buru buru reval membalikkan posisi tubuh istri nya itu agar telentang .
"Astaghfirullah sayang , saya sangat cemas rupa rupa nya kamu enak enak tidur sampai ngorok gitu lagi ." batin reval merutuki kelakuan istri nya tersebut.
Reval menyesuaikan posisi tubuh nya dengan sang istri lalu ia pun memeluk nya dengan erat hingga menimbulkan kehangatan untuk Anira . Kini Reval pun ikut tertidur begitu pulas sambil mendekap istri nya .
...****************...
Malam hari kini Anira sudah berada di dapur ia tengah membuat makanan untuk makan malam ini .
''Sayang , kita makan di luar aja yuk !! '' pinta Reval yang tiba tiba nongol di depan Anira .
''Enggak ah , aku lagi mager keluar rumah . '' sahut Anira ketus . Reval hanya bisa bernafas berat mendengar sahutan sang istri .
'' Seperti nya dia masih marah pada ku . '' Batin reval menelisik .
''Sayang kamu masih marah sama saya ??'' tanya reval the points.
''Pikir aja sendiri . ''
Dwoorrr
Reval makin merasa bersalah , sebenar nya ia masih belum tau apa kesalahan nya , tapi ia merasa seperti nya ia telah membuat istri nya itu marah besar .
''Sayang . . Kamu mau maka- ''
Setelah nya Reval memilih untuk diam ia tak ingin memperkeruh keadaan , ia tak ingin istri nya itu semakin marah pada nya .
Hingga acara makan malam itu pun kini begitu sunyi tak ada suara dari siapa pun. Reval memilih untuk diam begitu pun dengan Anira yang masih marah kepada suami nya itu hanya perkara jajanan pinggir jalan yang di larang oleh suami nya .
Reval selesai makan memilih masuk ke ruang kerja nya ,ia seperti nya harus menenang kan hati nya terlebih dahulu dari pada bersama Anira takut terpancing emosi dengan sikap Anira beberapa waktu ini .
''Hallo assalamualaikum, Bro lagi sibuk gak ?? '' suara Reval menelpon seseorang .
'' Kenapa emang bro ?? , lo butuh bantuan ?? '' tanya orang tersebut .
''Enggak gue lagi gabut aja sekarang ini . '' ucap nya lemas .
'' Gamut kenapa , Lo abis di marahi istri loh??'' ujar seseorang .dan tebakan orang itu tepat sasaran .
''Hmm . . Gue di ketusin Mulu dari tadi siang , Lo tau kan kalau gue itu paling gak bisaan kalau di cuekin . '' cicit nya menerangkan.
''Hahaha . . . Sukurin , emang Lo bikin salah apa sama istri Lo?? Sampai dia marah !! '' tanya nya , ya dia adalah sepupu Reval , Rahman .
''Hmm gue juga gak tau , gue buat salah apa , apa ini karna bawaan hamil yah jadi mood nya bisa berubah gitu . '' gumam reval .
''Apa istri Lo sekarang udah hamil ?? , wah selamat yang Reval , gue yakin pasti ini karna ada keinginan istri Lo yang Lo gak tau dan Lo bisa jadi gak mewujud kan nya , jadi dia marah . '' jelas Rahman tak lupa juga ia mengucapkan selamat kepada sepupu nya tersebut .
''Tante udah tau belom kalau bakal punya cucu ?? '' tanya Rahman .
''Belom di kabarin sih . '' balas nya sekena nya saja .
'' Lah ngapa jadi ngawor ke mana mana ini , . '' gumam reval heran ia merasa ini bukan alasan nya tadi menghubungi sang sepupu .
''Udah lo tanya aja istri Lo , mungkin dia ingin makan sesuatu gitu ngidam apa kek . '' saran Rahman dan langsung di laksakan oleh reval .