Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
23#


Kasus Yustika dan Aldo saat ini sedang di urus oleh pihak polisi , Yustika yang sampai saat ini masih belom bisa di ajak untuk bicara dan keluar kamar itu pun membuat Reval geram sekaligus marah karna Yustika tak mau mendengarkan ucapan Reval sejak awal yang tak mengizinkan Yustika berhubungan dengan Aldo .


Aldo adalah seorang anak tunggal dari pengusaha travel di sebuah kota ternama , Aldo anak yang cukup pembangkang susah di atur dan suka mabok serta seorang ketua geng motor balap liar di jalanan .


Aldo dan Yustika awal mula bertemu mereka dan hingga sekarang sampai bisa menjalin hubungan spesial di karna kan waktu dulu awal pertemuan Yustika yang saat itu sedang berjalan jalan di sebuah pasar malam dan saat di perjalanan pulang ia di rampok di pertengah jalan nya namun beruntung Aldo saat itu datang membantu yang kebetulan lewat dengan para geng motor nya dan membantu Yustika yang saat itu ketakutan menghadapi beberapa orang perampok yang siap beraksi .


Setelah kejadian waktu itu Aldo dan Yustika sering bertemu sekedar berteman namun lama kelamaan ada rasa sayang dan cinta di antara kedua nya , dan mereka berdua pun memutuskan untuk berpacaran meskipun orang tua serta kakak nya menentang keras hubungan mereka .


-


Di ruang rawat rumah sakit


Mama Sarmitra saat ini sedang berada di rumah sakit untuk mencek kondisi suami tercinta nya , ia merasa sangat sedih karna kondisi suami nya yang semakin hari semakin memprihatinkan . Reval dan Anira berada di rumah sakit sudah hampir satu Minggu namun kondisi Sandiaga masih belum membaik juga .


Hari ini keluarga Sartono datang berkunjung untuk melihat kondisi besan nya , Sartono datang bersama istri dan anak sulung nya yaitu Pras.


''Assalammualaikum . '' ucap Sartono dan keluarga nya yang baru datang


''Waalaikumsalam .Sartono . '' sahut Sarmitra tersanjung dengan kedatangan besan nya yang jauh jauh dari Yogyakarta pergi ke Jakarta hanya untuk menjenguk kondisi suami nya .


''Bagaimana kondisi pak Sandi saat ini buk ?? .'' tanya Fatmawati ibu Anira


Sarmitra hanya menggelengkan kepala nya ia sangat sedih dengan kondisi suami nya saat ini .


''Yang sabar ya buk , semoga Allah memberi kesembuhan untuk pak Sandi . '' ucap Fatma mendoakan besan nya


''Amiin . '' sahut Sarmitra


pras terlihat celingak celinguk seakan mencari seseorang .


''Anira nya di mana yah buk ?? '' tanya Pras kakak tertua Anira


''Anira dan Reval baru saja pulang , Ibu sengaja menyuruh mereka pulang karna kasihan melihat Anira yang terlihat begitu kecapean menjaga papanya Reval nak Pras .'' ucap sarmitra merasa tak enak hati.


Pras pun mengangguk kan kepala nya tanda mengerti .


-


*Kediaman Sandiaga*


Anira saat ini sedang membuat makanan untuk makan malam nanti karna hari sudah mulai gelap . Anira yang sudah selesai melakukan tugas nya itu pun kembali ke kamar nya dan Reval .


Saat tiba di dalam kamar Anira melihat Reval yang sibuk bertelepon dengan seseorang sambil berbicara dengan nada keras terlihat emosi . Anira yang penasaran pun mendekati nya tapi tidak berani bertanya hanya berani untuk mendekat saja .


Setelah beberapa saat Reval pun mematikan ponsel nya dan membalikkan tubuh nya yang semula menghadap jendela . Saat posisi tubuh Reval sudah 180derajat berbalik tanpa sadar Anira berada di hadapannya pun membuat Reval terkejut hingga membuat Reval terjatuh duduk di lantai .


Anira merasa karna ketauan menguping pembicaraan Reval dan seseorang di telpon barusan pun lekas berlari menuju kamar mandi untuk menutupi ke kegugupan sekaligus malu nya .


……


Setelah sholat isya Anira dan Reval melakukan makan malam bersama , saat Reval tiba di meja makan ia pun mencari sesuatu .


" Di mana. Yustika ?? "" tanya Reval lalu mendudukkan pantat nya di kursi


"Masih di kamar nya . Aku panggil dulu , kakak kalau mau makan , makan aja duluan nanti aku nyusul bareng Yustika ." ucap Anira lalu meninggal kan ruang makan .


Anira berjalan menuju kamar Yustika . Kamar tersebut di kunci di dalam cukup lama Anira memanggil sambil mengetuk pintu hingga Yustika mau membuka pintu kamar nya , setelah masuk ke kamar Yustika Anira pun membujur Yustika untuk makan malam bersama.


"Yustika ayu kita makan dulu , aku udah buatin kamu lauk kesukaan kamu loh . " ucap Anira duduk di samping Yustika yang sedang merenung sambil melamun


"Yustika ayu kita makan , kasian loh kak Reval udah nungguin loh . " rayu Anira lagi lemah lembut .


Tiba tiba saja Yustika menangis sambil merebahkan kepala nya di bahu Anira , Anira terkejut pun hanya bisa diam setelah beberapa saat ia paham jika Yustika saat ini sangat terpukul dengan kejadian pahit yang menimpanya .


"Sabar ya Yustika . Kamu jangan berlarut larut dalam kesedihan . Masa depan kamu itu masih panjang masih cerah . Kami semua ada untuk mu . " ucap Anira menyemangati Yustika , Anira memegang kedua pipi Yustika sambil menatap nya tersenyum memberi nya semangat .


"Tapi kak Anira aku malu . Aku malu sudah berbuat dosa sebesar ini . Aku gak menyangka Aldo akan tega berbuat seperti ini kepada ku . Aku sangat menyayangi diri nya tapi dia memanfaatkan perasaan ku . hits hits hits . . 😭😭" ucap Yustika menangis di pelukan Anira .


Anira memeluk Yustika dengan kasih sayang .


" Kamu harus bisa melawan rasa malu mu , kamu harus bisa bangkit kembali Yustika . Karna jika kamu terus bersedih seperti ini selalu mengurung diri di sini , masalah ini tidak akan selesai dengan sendiri nya , kamu harus bangkit , kamu harus kuat , kamu harus buat pembalasan yang setimpal untuk laki laki brengsek seperti Aldo itu , oke . " jelas Anira menyemangati


Mendengar perkataan saudara ipar nya Yustika pun berpikir dan ia memberanikan diri untuk bangkit kembali , memberanikan diri untuk kembali memulai semua nya dari awal ia akan membuat hukuman yang setimpal untuk Aldo .


" Pasti kak Anira , aku akan buat dia menyesal karna sudah mempermalukan aku seperti ini . Terimakasih banyak kak Anira karna telah memberi ku pencerahan dan semangat untuk bangkit lagi , aku sayang kakak Anira . " ucap Yustika sambil mengelap air mata nya yang mengalir .


"Bagus . Kita harus bisa melawan para bajingan seperti Aldo , kita para wanita jangan mau di per daya para laki laki . " ucap Anira sambil mengepalkan tangan nya lalu menarik nya ke atas


"Ayo semangat , Yustika pasti bisa . " ucap Anira menyemangati


"Aku pasti bisa . " ucap Yustika kini terlihat sudah membaik


***


Tanpa di sadari oleh Anira , Reval dari tadih menguping pembicaraan nya dengan Yustika . Reval merasa sangat bahagia karna adik tersayang nya kini sudah mulai membaik dari kondisi sebelom nya yang depresi karna kejadian tersebut .