
Bruk . . .
Bella datang memukul meja dan mengobrak Abrik meja makan tempat Reval dan Anira berada sekarang . Ia merasa sangat benci melihat Anira , Bella merasa sebuah sesuatu terampas ketika melihat Anira yang dari tadi di perhatikan oleh Reval .
Anira dan Reval terperanjat kaget mendapat serangan dari Bella sang mantan pacar nya . Reval membulatkan mata nya ia sangat kesal kepada Bella .
''Apa apaan maksud kamu Bella . '' Hardik Reval langsung berdiri dari kursi makan nya terlihat jelas raut wajah Reval sangat marah .
'' Ohh jadi ini wanita yang kamu pilih , jadi dia istri mu , heh.. apa cantik nya berpenampilan seperti seorang gadis kampungan gini . '' ucap Bella sembarangan mengomentari penampilan Anira .
'' Kamu jangan mengacau di sini , pergi kamu saya sudah bilang tidak ingin melihat kamu lagi . Pergi jauh sana . '' ujar Reval tegas mengusir Bella .
Melihat sikap Reval kepada Bella, dan melihat sikap Bella yang mengomentari penampilan nya membuat Anira menjadi terusik , dia bukan lah wanita yang bisa melawan jika sedang di tindas ia hanya akan terdiam dan akan merenungi apa yang di ucapkan oleh orang yang mengomentari nya .
''Securtiy . . security . '' panggil Reval berteriak di tempat umum .
'' Kak ayo kita pergi dari sini . '' ujar Anira sudah berdiri dan ia pun kini sudah akan beranjak namun di tahan oleh Reval yang memegang satu tangan Anira.
'' Heh gadis kampung , loe jangan sok polos yah , Gak mungkin Reval suka sama loe yang berpenampilan sangat kolot dan kampungan banget kaya Lo itu . '' Ujar Bella
''Diam ..Diam Bella cukup , saya sudah muak dengan sikap kamu itu . '' ucap Reval ia pun mendekati Bella .
''Memang nya kamu mau apa dari saya . Jangan membuat saya melakukan sesuatu kekasaran kepada kamu , lebih baik kamu pergi dari sini sekarang . '' ujar Reval tegas dan terlihat menakutkan .
Anira melihat reval yang berbicara dengan kasar nya terhadap Bella hanya bisa menelan Saliva nya aja .
''Gue gak nyangka loe bisa nikah sama manusia kolot kaya dia . '' ujar Bella lagi .
''Biar pun saya kolot dan kampungan tapi saya mempunyai sopan santun tidak seperti anda, umur sudah dewasa dan seharusnya memiliki sikap sopan santun , berteriak di depan umum dan menghardik orang tanpa berpikir berada di tempat umum , saya rasa sudah cukup membuat anda semakin terlihat seperti seorang wanita yang tak memiliki pendidikan dan etika , apa lagi anda seorang yang pablil vigur yang mempunyai banyak fans , dan juga anda adalah seorang atlet dunia yang menjadi sorotan publik bagaimana bisa seorang yang terkenal bersikap kurang sopan di hadapan umum seperti ini. Apa anda tidak takut revotasi anda akan hancur ?? . '' ucap Anira memberikan penerangan kepada Bella yang sudah gelap mata , biasa nya ia hanya akan diam saja jika orang menghina nya tapi entah kali ini ia merasa sangat kesal sehingga bisa melawan nya dengan kata kata pedas .
''Berani nya kamu , gadis kampungan , mengomentari sikaf ku , tunggu kau . Tunggu balasan ku tak akan ku biarkan kalian hidup tenang bersama . '' ucap Bella lalu meninggalkan tempat tersebut dengan kondisi yang sangat marah .
Setelah kepergian Bella Anira meminta untuk di antar pulang , ia sudah tak memiliki nafsu makan lagi .
''Kak antar kan Anira pulang saja , aku sudah mengantuk . '' ujar Anira lalu ia beranjak pergi dari tempat makan tersebut dengan wajah tanpa ekspresi.
Reval tak banyak bertanya ia hanya mengikuti kemauan Anira saja . Sesampai nya di mobil kini Reval menjalan kan mobil nya , ia menatap Anira yang sedang melamun di kursi mobil samping ia duduk .
''Jangan di pikir kan , okey ...'' ujar Reval berbicara lembut kepada Anira sambil membelai puncak kepala nya.
''Dia kekasih mu kak ?? . '' tanya Anira sambil terus membuang pandangan dari Reval , Anira memilih menatap keluar jendela melihat banyak nya bangunan besar di sana .
''Dia hanya mantan , Saya sudah lama mengakhiri hubungan jauh sebelom kita di jodohkan . '' jawab Reval jujur .
Anira hanya diam tak bertanya atau pun memberi jawab dari Reval tadi . Begitupun dengan Reval hanya diam saja .
''Anira , kamu jangan marah sama saya , saya berkata jujur dia hanya masalalu saya saja lagi ,. '' ujar Reval
''Hmm ..Aku tidak marah kak . Sudah lepaskan tangan kakak , aku mau masuk . '' ujar Anira menepis tangan reval dari pergelangan tangan nya .
Untuk apa juga aku harus marah , toh kak Reval juga gak mencintai aku . ''batin Anira .
Saat Anira membuka pintu mobil lagi lagi Reval menarik Anira kali ini Reval menarik tubuh Anira dan seketika tubuh Anira langsung terbentur ke tubuh Reval . Mata Reval dan Anira saling bertemu , detak jantung kedua nya pun tak bisa di atur lagi sungguh berdetak kencang .
Cup . .
Reval mencium bibir Anira , ia mencium lembut bibir merah ranum tersebut . Anira terkejut bukan main reval yang mencium nya hanya biasa saja . Reval memegang pipi Anira agar memperdalam ciuman nya , ia tak bisa lagi kini mengontrol hasrat nafsu nya untuk tidak mencium istri kecil nya tersebut .
Setelah mencium cukup lama bibir Anira dan kedua nya kehabisan nafas kini Reval pun melepaskan nya , ia hanya melempar senyum nya ke pada Anira yang saat ini masih mematung. Jantung nya yang berdebar debat membuat Anira tak bisa berkonsentrasi .
''Kenapa melamun?? .'' tanya Reval sambil mengulum senyuman nya melihat ekspresi wajah Anira yang saat ini sudah merah . Reval bisa melihat jelas wajah terkejut Anira karna lampu dalam mobil nya saat ini masih menyala .
'''Anira . '' panggil Reval lembut .
''Ahh . . Ihh kakak . keterlaluan . '' Anira tersadar lalu ia memukul dada bidang Reval dengan kedua tangan nya .
''Kenapa ?? ,tanya Reval sambil menaikkan sebelah alis tebal nya .
''Kenapa mencium ku , gak bilang bilang lagi . '' ujar Anira kesal . ia merasa sangat malu saat ini .
''Memang nya kenapa , itu kan hak saya . '' ujar Reval lalu ia tertawa melihat wajah kesal Anira .
''Ihh . . kakak . tauah kebiasaan deh , aku mau pergi . '' ucap Anira lalu ia membuka pintu mobil dan kini keluar mobil memasuki kediaman dengan berlari sambil menutup wajah nya dengan tangan . Reval yang sedari tadi mengamati nya hanya tertawa saja .
''Jam berapa sekarang ?? . '' batin Reval lalu ia melihat jam di tangan nya , sudah menunjukkan pukul 11:00 malam .
''Astaga aku bisa jam berapa ini baru sampai Jakarta . ''Buru buru Reval menancapkan gas mobil nya melaju menuju kota Jakarta , jika urusan di Jakarta bisa ia tunda pasti sudah di tunda nya tapi itu mustahil dan tak mungkin , terpaksa Reval pulang selarut larut nya malam ini .
-
-
-
Aku ucapkan terimakasih banyak atas semua dukungan kalian .. jangan lupa berikan like dan selalu sempatkan komentar ya , berikan semangat untuk aku selalu jangan buat aku patah semangat hanya karna kalian tak meninggalkan jejak okey . . .
Go . . go . . go . . semangat . . semangat