Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
33# ( Rindu )


Kini hujan sudah mulai mereda namun apa yang bisa di lakukan Reval hari kini sudah tengah malam , kemana ia meminta bantuan .


''Kak apa kita akan tidur di mobil malam ini ? '' tanya Anira sedikit gemetar


''Seperti nya. Kenapa Ra ?? tanya Reval balik .


Anira tak menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya saja . Reval memandang Anira yang sedang gemetaran sambil terus menggosok gosok kan telapak tangan nya .


''Kamu kenapa Ra ?? '' tanya Reval mulai khawatir dengan kondisi Anira yang memucat .


Reval menyentuh dahi Anira dan ia merasakan telapak tangan nya hangat .


'' Astaga Ra kamu demam . '' gumam Reval , Reval panik ia terlihat mengotak Atik ponsel nya .


Reval mencoba menghubungi Davit namun tiba tiba saja ponsel nya lobet ia lupa mengeces ponsel nya sewaktu pulang tadi .


Anira terus gemetaran ia merasa sangat kedinginan juga mengeluarkan keringat dingin. Reval yang semakin panik pun keluar mobil nya berlari memutari mobil nya membuka pintu mobil tepat Anira duduk . Reval mengangkat Anira menggendongnya keluar mobil , dan berjalan menuju tempat rumah sakit terdekat mereka berada .


''Bertahan lah Anira , sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit . '' gumam Reval sambil berlari membawa Anira di gendongan nya menuju rumah sakit .


Sekitar 45menit Reval berjalan membawa Anira kini mereka pun sampai di rumah sakit Reval berteriak mencari bantuan kepada para perawat rumah sakit .


''Tolong . . periksa istri ku segera . '' titah Reval masih dengan suara gos gossan nya .


''Baik pak . Mohon bapak tunggu di luar sebentar , kami akan memeriksa istri bapak. '' titah seorang perawat menyuruh Reval menunggu di depan ruangan UGD .


Reval terlihat mondar mandir di depan ruangan UGD. Ia merasa sangat khawatir dengan kondisi Anira saat ini.


Tak berapa lama keluar lah seorang suster dari ruangan tersebut memberikan kabar kondisi Anira terkini .


''Bagaimana kondisi istri saya sus ?? tanya Reval cemas


'' Istri bapak hanya mengalami demam dan kelelahan , apa beliau melakukan banyak aktifitas sebelum nya? jika iya maka minta untuk lebih beristirahat sehari atau 2 hari pak untuk menyeimbangkan kondisi tubuh nya . '' ucap suster tersebut lalu meninggal kan Reval .


Setelah Semua perawat yang memeriksa Anira pergi Reval pun masuk ke dalam ruangan , ya Anira kini sudah di pindahkan keruangan berada di ruangan rawat ia sudah di pindahkan dari ruangan sebelum nya .


Terlihat Anira yang saat ini tertidur nyenyak karna pengaruh obat dokter . ''Kamu membuat ku ketakutan Ra , untuk tak hanya demam biasa .'' gumam Reval sambil membelai puncak kepala istri nya yang tertutup hijab nya .


-


-


Pagi hari sekitar jam 07:00 pagi Anira tersadar dari tidur nya ia merasa sesuatu yang berbeda dari biasa nya . Anira mengedipkan mata nya memandang ruangan yang begitu asing .


''Sudah bangun ?? '' gumam Reval baru keluar kamar mandi ruangan rawat Anira .


''Hmm . . '' sahut Anira sambil mengangguk


''Di mana aku kak ?? '' tanya Anira balik


''Rumah sakit . '' jawab Reval singkat .


''Hahh ... Kenapa aku bisa di sini , memang nya aku sakit apa ?? '' tanya Anira lagi kaget


''Kemarin kamu demam ,. '' ucap Reval lalu ia berjalan mendekati tempat Anira berada .


Anira hanya mangut mangut tanda mengerti.


Reval menuntun Anira hingga depan rumah sakit ternyata David sudah menunggu mereka di halaman rumah sakit , Reval menghubungi David menggunakan telpon rumah sakit saat Anira masih tertidur .


-


-


Sesampainya di kediaman seorang pembantu rumah membantu Anira untuk masuk sedangkan Reval langsung otw ke kantor nya bersama David , tapi sebelom pergi Reval berpesan untuk Anira agar mengambil cuti sekolah selama 2 hari seperti perintah perawat tadi malam dengan terpaksa Anira menyetujui nya ,ingin menolak pun seperti nya tak mungkin karna itu hanya akan sia sia Reval tak akan menerima alasan apapun dari Anira .


Bibik membawa Anira ke kamar nya , sebelom pergi bibik menawarkan makanan untuk Anira makan .


''Nonna, apakah anda ingin sarapan pagi dengan apa ?? tanya bibik tersebut sopan lemah lembut .


''Hmm seperti nya , bibik bisa buatkan Anira nasi putih di kasih telur ceplok mata sapi di tuangin kecap manis . '' titah Anira.


''Apa hanya itu. -- gumam pembantu tersebut tak percaya permintaan majikan nya sungguh makanan yang sederhana .


Bibik pun pergi ke dapur dan bersiap untuk memasak makanan permintaan Anira, sedangkan Anira kini sedang membuka ponsel nya tiba tiba saja ia merasa rindu dengan keluarga nya di kampung . Anira menelpon ayah nya cukup lama ponsel itu menghubung kan tapi tak terdengar jawaban .


''Seperti nya ayah lupa bawa ponsel ke pabrik . '' gumam Anira , Lalu kini ia beralih menelpon saudara tertua nya . Pras .


''Assalamualaikum . '' Ucap Pras di sambungan telepon


''Wa'alaikumsalam . Kakak sibuk ga ?? '' tanya Anira sopan.


''Untuk saat ini masih belum ada penumpang. Ada apa Ra ?? tanya Pras balik


''Hehehehihiii... enggak kak Anira ini . .Anu.. '' ucap Anira putus putus sebenarnya ia ragu mau bicara apa .


''Anu apa sih Ra . Oiya kamu ga masuk sekolah ini kan jam masuk sekolah . Kamu gak bolos sekolah kan Ra ?? . '' ujar Pras mengintrogasi adik bungsunya tersebut .


''Gak papa kak , Anira cuman rindu kakak aja , oiya soal sekolah enak aja ngatain Anira bolos Anira ini murid tauladan tau ga mungkin bolos , Anira ga masuk aja dulu hari ini lagi kurang enak badan dikit . ''jelas Anira panjang lebar .


''SAKIT , kamu sakit apa Ra?? parah apa enggak ?? sudah di bawa ke dokter belum sih. ?? tanya Pras beruntun khawatir dengan kondisi adik bungsunya .


''Ehh . . ehh . .kak kebiasa den kalau nanya itu banyak . Anira cuman masuk angin aja kak tadi malam terus sudah di bawa ke dokter juga sama kak Reval , sekarang sudah sehat kok cuman kak Reval nya aja ga ngizini Anira pergi ke sekolah hari ini . '' jelas Anira lagi sejelas jelasnya .


Mendengar penjelasan dari Anira kini Pras pun merasa sudah lebih lega dari sebelum nya ia dan Anira memang begitu dekat bahkan Anira hampir semua kakak kakak nya sayang pada nya kecuali Anissa kakak perempuan nya , Anissa memang sedikit lebih acuh tentang Anira di karna kan Anira lebih berbakat dan pengertian di banding diri nya yang selalu sibuk memikirkan diri nya sendiri . Di depan keluarga dan kerabat Anissa memang terlihat lebih akrab dengan Anira namun jika hanya mereka berdua terpampang jelas sikaf tak suka Anissa kepada adik nya tersebut .


Tok tok tok . . ( pintu kamar di ketuk )


''Masuk bik . '' teriak Anira .


''Sudah dulu yah kak , Anira mau makan dulu sudah di panggil bibik .Bey kakak bawel . . . wekk . '' ucap Anira di sambungan telepon lalu ia langsung mematikan ponsel nya tanpa mendengar jawaban sang kakak nya yang kini sudah jengkel dengan sikaf Anira yang sangat manja dengan nya .


-


-


Bersambung ❤️❤️❤️


ADA YANG PENGEN LIAT VISUAL NYA GAK . .


YANG PENGEN LIAT LANGSUNG KOMENTAR AJA YA BIAR DI EPISODE SELANJUT NYA AKU KASIH VISUAL NYA