Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
22#


Memberitahukan kejadian kepada Reval


Anira menceritakan semua kronologis nya kepada Reval tentang apa yang terjadi pada papa dan Yustika . Reval yang mendengar semua cerita tersebut pun emosi nya meledak ia mengepalkan tangan nya dengan sangat keras dan wajah nya sudah merah karna saking marah nya . Reval langsung menggotak Atik ponsel nya menghubungi seseorang .


''Marsel cepat ke kantor polisi sekarang . '' telpon Reval langsung mematikan sambungan telpon nya ke Marsel .


Setelah menutup ponsel nya kasar Reval pun pergi ,tapi sebelum pergi ia berpesan kepada Anira terlebih dahulu.


''Tolong kamu jaga papa , aku mau pergi mengurus urusan penting sekarang . '' ucap Reval langsung pergi tanpa pamitan .


*****


Kini tibalah Marsel di kantor polisi dia saat ini masih mengurus beberapa dokumen penting untuk kasus Yustika .


Marsel memberikan beberapa pengajuan salah satu nya untuk pertanggung jawaban yang sebanding depan apa yang di lakukan Aldo kepada Yustika sepupu nya sekaligus adik bos nya tersebut .


Setelah permasalahan di kantor polisi selesai , Reval pun baru sampai dan sudah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan , ia pun kini berpikir untuk menyusul Aldo ke tempat nya saat ini berada .


" Marsel siapkan tiket untuk kita berangkat ke turky hari ini juga kalau bisa saat ini juga . " titah Reval masih emosi yang belom mereda .


"Baik bos , " sahut Marsel langsung mengambil ponsel nya memesan tiket pesawat ke turky tepat Aldo berada .


-


-


Jam 07:00 malam Reval kini sudah sampai di kediaman Aldo di turky , Reval tak mengetuk pintu ia langsung mendobrak nya hingga hancur .


Reval dan Marsel pun langsung masuk ke dalam kamar kos Aldo berada dan dia melihat Aldo saat ini sedang dengan kondisi mabuk berat dengan suara yang meracau tak jelas .


''Gimana nih Val ?? .'' tanya Marsel kepada Reval sambil memegang kerah baju Aldo di hadapan nya .


''Kita bawa dia kembali ke Jakarta lalu kita langsung jebloskan ke kantor polisi toh pihak kantor polisi sudah menerima perngajuan dari kita . '' ucap Reval dengan wajah sangar nya beralih memengang kerah baju Aldo sangat kencang .


''Berani nya kau menghancurkan masa depan adik ku . Kau akan menerima balasan yang setimpal perihnya ingat itu . '' Ucap Reval penuh penekanan lalu memukuli Aldo


Aldo yang di pukul Reval pun lantas membalas nya dengan pukulan juga , Kedua nya saling memukul hingga sudut bibir dan beberapa lebam di bagian wajah dan tubuh Reval akibat perkelahian itu .


Marsel yang menemani Reval pun memisahkan perkelahian , ya tentu saja Aldo melawan saat di hantam oleh Reval dan kedua nya pun kini sama sama tersungkur di lantai dengan wajah lebam masing masing .


.......


Jam menunjukan pukul 01:00malam namun Reval belum kunjung datang juga Anira yang sendirian menemani papa mertua nya itu pun mulai khawatir dengan keadaan Reval.


Pukul 02.30 subuh Anira terbangun dan tersadar dari tidur nya .


''Jam berapa sekarang?? .'' gumam Anira sambil mengosong kelopak mata nya , lalu menatap jam di dinding tembok ruangan .


Setelah ia sudah mulai cukup menyegarkan mata nya yang sebenar nya masih mengantuk , Anira pun berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu, Anira melakukan sholat tahajud untuk meminta kesembuhan mertua nya tersebut tak lupa ia juga mengaji membaca ayat suci Al-Qur'an hingga azan subuh berkumandang .


Sandiaga kembali koma setelah sebelumnya sempat sadarkan diri karna kondisi nya yang belom normal .


Sedangkan Reval saat ini masih belom juga datang membuat Anira begitu khawatir dengan ke adaan nya.


Sekitar jam 09.00 pagi Reval datang dekan pakaian yang kemarin ia pakai ,dan pakaian itu terlihat begitu kucel dan kusut Serta kotor .


Anira yang saat itu duduk di kursi samping mertua nya itu pun seketika menoleh saat pintu ruangan terbuka dan melihat kondisi Reval dengan sangat tak baik .


Anira pun langsung berdiri dan langsung menghampiri Reval menyuruh nya duduk di kursi sofa ruangan rumah sakit tersebut .


''Kakak kenapa , kenapa begitu banyak luka di wajah dan.....'' gumam Anira sambil sesegukan melihat kondisi suami nya yang banyak luka sobek dan lebam . Saat Anira menurun kan tatapan nya melihat baju lengan Reval yang robek serta tangan Reval yang juga ada bekas noda darah ia pun shock melihat nya , Dan Anira pun tak kuasa menahan air mata nya .


''Ngapain kamu nangis ?? '' tanya Reval heran melihat Anira yang menangis sesegukan.


''Kakak ini , Kau terluka apa kau tidak merasakan sakit di sini ,di sini ,dan disini, aku tak bisa membayangkan betapa perih nya itu .'' gumam Anira sambil menyentuh sudut bibir Reval mengelap bekas luka di bibir tersebut.


Mengapa jantung ku berdetak sangar kencang saat dia menghawatirkan keadaan seperti ini , '' batin Reval .


''Kaka tunggu di sini jangan ke mana mana . Diam .'' ucap Anira penuh penekanan di akhir kalimat .


Anira pergi meninggalkan ruangan ia berjalan setengah berlari menuju tempat apotik rumah sakit untuk membeli beberapa keperluan luka Reval , Anira juga tak lupa membeli nasi bungkus untuk mereka makan ,karna ia yakin pasti Reval belom sempat makan .


Tak berapa lama Anira kembali membawa beberapa kantong keresek dan ia langsung mengeluarkan isi plastik tersebut . Anira mengobati luka Reval dengan sangat hati hati , setelah mengobati luka Reval Anira menawarkan makanan kepada Reval.


''Pasti belom makan kan . Nih makan , tapi cuman nasi bungkus warungan aja .''ucap Anira apa ada nya


-


-


-


-


-