Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
56# ( Denis )


Malam hari , kini Anira tengah sibuk di dapur memasak. Ia memang sangat menggemari memasak ,Malam ini Anira membuat menu ayam rica rica pedas , entah kenapa ia jadi ingin memakan nya saat malam , padahal makan pedas di malam hari bisa menyebab kan maag nya kambuh .


Saat Anira datang tadi ibu nya sudah memasakkan ia , SOP ayam kampung, juga termasuk dalam daftar salah satu kesukaan Anira dari makan bakso dan mie ayam .


"Ayo yah , buk kita makan . "" panggil Anira kepada kedua orang tua nya yang saat ini sedang duduk di atas lantai beralaskan tikar karpet biasa ,sambil menonton televisi.


"Sudah matang emang nya Nduk ??" tanya Fatmawati kepada putri bungsu nya Anira pun relfick mengangguk .


Kini Anira dan kedua orang tua nya sedang menikmati makan malam sederhana mereka , meskipun tidak mewah tapi mereka sangat bersyukur dengan apa yang ada saja .


"Bagaimana hasil ujian akhir mu!! ,, apa kamu lulus nduk ?? " tanya Fatmawati kepada putri nya.


"Aku lulus buk , dengan nilai terbaik , dapet juara 1. " ujar Anira merasa bahagia saat ia mengingat beberapa hari yang lalu saat pengumuman hasil ujian dan kelulusan nya.


"Syukurlah nduk , ibu sama ayah senang dengar nya . " ucap Sartono ikut bicara .


Di sela sela makan tiba tiba pintu rumah Anira di ketuk , namun sayang sang penghuni di dalam tak mendengar nya , di karna kan rumah Anira yang lumayan memanjang ke belakang. Bukan apa karna memiliki banyak anak itu lah sebab nya Sartono membangun rumah nya dengan bentuk memanjang sehingga kamar anak nya berjejeran satu persatu di dalam .


Beruntung yang datang adalah Doni saudara ke 2 Anira , Doni sudah mengira orang tua nya pasti saat ini sedang berada di dapur ,sehingga tidak mendengar saat pintu di ketuk dan di panggil , Doni dan istri serta anak nya berjalan memutari rumah lalu ia sampai di depan pintu belakang rumah .


Tok tok tok . .


"Assalamualaikum , yah. . . ayah . " teriak Doni sambil mengetuk pintu tersebut.


-


''Seperti suara Doni buk , cepat di buka pintu nya . '' perintah Sartono kepada istri nya.


''Iya , yah . '' jawab Fatmawati langsung beranjak dan membuka pintu , dan benar di sana sudah ada Doni dan istri nya Meliana kerap di panggil dengan sebutan Meli ,dan putra mereka Denis .


Doni dan Meli memasuki rumah , sedang kan Denis sudah di gendong oleh Sartono untuk masuk ke dalam.


''Emm , pantas saja kami panggil di pintu depan gak nyaut nyaut , eh ternyata sedang makan bersama toh . '' oceh Doni.


''Mbak yuk gabung makan dulu . '' ujar Anira mengajak meli untuk ikut bergabung makan .


''Terimakasih dek , kalian makan saja dulu , kami tadi sudah makan sebelum berangkat. '' ujar Melina menolak secara halus .


''Jangan ngerepotin eyang yah nak . '' pesan meli kepada putra nya lalu ia dan Doni pun ke ruang luar .


Sesampai nya di luar , Doni membuka pintu kamar nya .


''Hmm . . . jadi rindu pengen tidur di kamar ini lagi . '' ujar Doni sambil melangkah masuk ke dalam kamar nya dulu.


''Gak ada yang berubah dari dulu ya mas , masih sama . '' Melina memberikan komentar ya lalu ia duduk di sisi ranjang tempat tidur nya.


''Apa kita nginep aja dulu di sini , mumpung Anira lagi di Jogja , mas rindu sama adek mas yang cerewet itu . '' ujar Doni memberikan usulan.


''Gimana ya mas ,aku sama Denis gak bawa baju , kamu gak bilang sih kalau kesini mau nginep . ''ucap Melina .


''Astaga mas lupa . Ya sudah nanti setelah isya kita baru pulang . '' tutur Doni dan di setuju oleh Melina .


Kini Anira sudah mengendong Denis di tangan nya , ia sudah sangat rindu dengan keponakan lucu nya tersebut.


''Emm. . . si gembul antiy udah makin gede aja . '' gumam Anira sambil mencubit pipi Denis , Ya Denis tumbuh dengan sehat , ia memiliki tubuh yang gembul dengan pipi nya tembem juga tubuh nya yang gendut membuat siapa saja yang melihat nya pasti akan memuji nya , apa lagi Denis memiliki tubuh yang sangat putih , mata sipit serta hidung mancung ,membuat nya sangat di sukai banyak orang walaupun masih balita berumur 4tahun .


''Antiy jangan teyus di ubit pipi akyu . '' protes Denis bahasa anak balita.


Tiba tiba Doni dan Meli keluar kamar mereka dan menghampiri Anira serta Denis serta Sartono yang sedang asik bercanda gurau .


''Kapan kamu pulang dek ?? '' tanya Doni .


''Baru tadi siang mas . '' jawab Anira singkat .


''Sendiri aja , gak bareng suami mu Ra ?? '' kali ini meli yang bertanya , ia. sudah duduk di samping adik ipar nya tersebut.


''Hmm , kak Reval lagi di London , jadi aku mutusin buat pulang aja dulu ,nanti bisa bisa dia aja lagi jemput . '' ujar. Anira menjawab menurut keinginan nya tentang Reval . Meli hanya menganggukkan kepalanya tanda ia paham apa yang di katakan oleh Anira.


-


-


-