
Anira dan Reval saat ini sudah kembali ke rumah , sedangkan yang lain juga pulang tapi ke rumah masing masing .Ibu Anira masih di rumah sakit menemani anak menantu nya sedangkan Sartono saat ini sudah sibuk kembali di kebun nya .
''Haaahhh. . . Sekarang terasa melelahkan. '' gumam Anira saat ia sudah sampai di dalam kamar nya .
''Dek . . kita harus pulang ke Jakarta nanti sore . '' ucap Reval mengikuti langkah Anira di belakang.
Anira kaget ,
''Kenapa kak?? Apa Kaka tidak betah di sini ?? '' tanya Anira terlihat sedih .
''Tidak , saya sangat betah dan senang berada di sini , tapi saya sudah 1minggu meninggalkan pekerjaan saya , gak apa kan kita pulang hari ini . '' ucap Reval ia kini mendekap Anira di dalam pelukannya sambil menatap mata Anira lekat .
''Tidak bisa di tawar 1 atau 2 hari lagi kak ?? . '' tawar Anira .
''Emm . . bagaimana ya dek , bukan nya saya tidak ingin menuruti permintaan Kamu , tapi perusahaan sekarang sedang butuh saya . '' jelas Reval ia paham istri nya pasti masih merindukan suasana rumah .
''Heeemm . . Baik lah. '' jawab Anira .
''Kamu kemasi saja dulu barang barang mu , nanti sore saya akan pesan taxsi online untuk jemput kita . '' titah Reval dan di angguki oleh Anira.
Anira mulai membuka lemari ia pun mengemasi barang yang seperlu nya saja untuk di bawa ke sana ,sedangkan pakaian Reval sengaja tidak di kemas karna baju baju Reval akan di tinggal untuk tidak mengrepotkan diri nya nanti jika berkunjung ke rumah mertua nya di Yogyakarta.
Selesai berkemas Anira pun kini merebahkan tubuh nya di tempat tidur , ia merasa punggung nya agak sedikit ngilu , Anira memutar tubuh nya menjadi menghadap Reval yang sedang tertidur di samping nya ,Reval yang tadi tertidur pun terbangun karena merasa ada yang memain kan hidung nya dengan jari .
Anira sekarang sudah mulai berani bercanda dengan Reval ia sudah tidak takut dan canggung lagi jika berdekatan dengan suami nya tersebut apalagi mereka sekarang sudah tidur satu ranjang .
Anira terus saja menyentuh ujung hidung Reval , ia mulai mengerakkan jari nya dari ujung hidung menarik nya ke atas tepat di kening Reval , lalu kembali lagi menuruni menuju hidung dan kini terus membelai hingga tangan Anira terhenti di bibir merah jambu milik Reval , Anira menelan Saliva nya kala mengingat diri nya yang setiap pagi pasti mendapat serangan ciuman dari Reval .
''Kenapa di hentikan dek ?? '' tanya Reval kini ia sudah membuka mata nya , dan pandangan Anira juga reval bertemu membuat hati Anira was was tidak menentu .
Anira bergegas menggeser posisi nya ia langsung memalingkan wajahnya namun Reval tak kalah pintar ia menahan wajah Anira agar tetap pada posisi nya .
''Beri saya hadiah dulu . '' titah Reval ,ia langsung menyerang Anira dengan ciuman di kening pipi di kedua sisi lalu kini hidung dan terakhir bibir Anira , Reval mencium nya secara lembut perlahan ia memainkan nya dengan sangat nafsu lalu ******* nya menggigit bibir Anira agar bibir itu bisa terbuka setelah terbuka Reval pun menjelajah kedalam sana dan mendapatkan kenikmatan . Anira tak dapat berkutik kala Reval meminta sesuatu yang intim kepada nya , entah mengapa ia selalu tak dapat menolak nya .
''Semoga kali ini tidak ada gangguan lagi seperti biasa nya ''Reval membatin kala di saat ia masih mencium Anira.
'' Apakah kamu sudah ikhlas memberikan nya kepada saya ?? . '' tanya Reval saat ciuman kini sudah terlepas .
Anira diam sesaat , ia mulai berpikir
Meskipun perasaan ku belom bisa memberikan nya tapi ini adalah kewajiban ku ,akan mendapatkan dosa besar jika menolak ajakan suami apalagi kak Reval seperti nya sudah sangat ••••• .''Batin Anira berkecamuk .
''Diam arti nya iya . '' ucap Reval .
''Apaan sih kak '' gumam Anira ia malu dan menutup wajah nya dengan telapak tangan 🙈🙈
Reval tak menjawab ia sudah terbawa nafsu birahi nya yang menggejolak . Reval menyerang Anira dengan mencium dan menyusuri setiap inci tubuh Anira •••••√√
Dan di siang bolong itu menjadi waktu yang sangat penuh makna bagi Reval dan Anira .
Apa yang di lakukan Reval kepada Anira adalah malam pertama pengantin yang tertunda hampir berbulan bulan lama nya kini di gantikan dengan siang bolong Reval mendapatkan nya .
-
-
-
-
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Suara adzan ashar berkumandang nyaring di toa mesjid , dan kini kedua mahluk yang menikmati indahnya berhubungan suami istri itu tergulai lemas di tempat tidur , Anira yang seolah tak memiliki tenaga lagi akibat ulah Reval hanya bisa mengistirahatkan tubuh nya di dekapan Reval .Sedangkan sang suami yang menjamah nya saat ini sibuk memainkan rambut Anira , ia merasa sangat puas bisa memiliki Anira seutuhnya sekarang. ,Reval mencium kening Anira sebagai tanda terima kasih nya kepada Anira yang mau dengan ikhlas memberikan kesucian nya selama ini untuk Reval yang sudah dah suami nya .
''Dek , ayu kita siap siap , sebentar lagi taxsi online yang saya pesan datang . '' ujar Reval .
''Hmm baik lah . . .'' jawab Anira , ia mulai bangkit dari tempat tidur dan saat akan berjalan menuju pintu kamar tiba tiba Anira meringis kesakitan di bagian **** * nya .
''Kenapa dek ?? '' tanya Reval khawatir.
''Sakit kak . '' ucap Anira malu malu .
''Apa nya yang sakit , biar saya periksa dan obati. .'' ujar Reval panik .
''Apaan sih kak , itu anu . . . anu . . '' ucap Anira ia merasa malu mengatakannya.
''Anu apa sih dek -? '' Reval mulai penasaran dengan apa yang di katakan Anira .
-
-
-
-.-