
"Kau pasti orang itu! Brengsek! Kau telah mengutukku menjadi monster iblis di alam suci!"
"Sekarang aku bertemu denganmu! Rasakan ini bajingan!!"
Naga hitam besar itu berbicara dengan raungan khas naga.
Dari dalam mulutnya, Sebuah api merah besar menyala menyembur cepat ke arah Dirga.
"Sial!" Kutuk Dirga melihat kecepatan di luar nalar ini.
Dengan pedang chaos nya. Ia menebas silang dengan cepat.
Sing!
Sing!
Sing!
"...."
Puluhan tebasan tajam berbentuk menyilang melesat cepat dan menembus semburan api merah itu.
Boom!
Dhaur! Dhuar! Dhuar!
Ledakan yang cukup besar terjadi berturut - turut dan menggema di hutan itu.
Asap - asap hitam layaknya polusi udara menyebar ke bagian hutan itu.
Fei Ha yang melihat ini menghirup napas dalam - dalam. Kekuatan sosok Dirga bukanlah kaleng - kaleng menurutnya.
Di dalam asap itu, Dirga melambaikan tangan dan angin berhembus kencang menghilangkan seluruh kepulan asap itu.
Kini nampak tubuh keduanya dalam kondisi baik - baik saja. Jarak keduanya hanya ratusan meter saja.
Di bandingkan dengan tubuh besar Naga hitam itu. Sosok Dirga terlihat kecil seperti semut di hadapannya.
"Kau seperti masa kejayaan mu! Sangat kuat!...Tapi hanya itu saja tak lebih!" Ucap Naga besar itu menatap Dirga dengan aura membunuh.
Dirga tak ingin kalah juga.
Dengan seluruh kekuatannya ia menekan aura naga besar itu.
"Banyak omong! Aku bukanlah orang yang kau maksud!"
"Matilah!"
Mengangkat pedangnya tinggi tinggi dan memejamkan matanya sejenak lalu membuka matanya memancarkan cahaya biru sesaat.
Wushh!
Siluet pedang biru langit yang sangat besar keluar dari pedangnya dan melesat ke atas langit.
Ujung pedangnya mengarah ke Naga hitam itu yang tercengang.
Niat membunuh yang kental terasa dari siluet pedang itu.
"Bodoh! Hanya dengan kekuatan pedang kecil ini ingin membunuhku?!" Raung marah Naga hitam itu.
Tubuhnya meliuk liuk hebat dan matanya yang merah menjadi menyala sesaat.
Lalu tubuhnya dan siluet pedang besar itu bertabrakan.
Boom!
Boom!
Tubuh Dirga terdorong jauh beberapa kilo meter. Sedangkan Naga hitam itu hanya puluhan meter saja.
"Sial!" Umpat Dirga dan menyeka darah di mulutnya.
Ia kembali melesat ke tubuh Naga hitam itu lagi dengan pedangnya.
Boom!
Boom!
"....."
Tiga jam kemudian...
Dirga dan Naga hitam itu saling menyerang satu sama lain dengan tehniknya masing masing.
"Uhuk - Uhuk!" Batuk Dirga dan tubuhnya ia topan dengan pedangnya di tanah.
Selama pertarungan tadi, Ia di rugikan karena pihak lain mempunyai kekuatan yang cukup ngeri baginya.
Brukk!
Sesosok tubuh kecil ramping jatuh ke sisinya.
"Tu-tuan! Ma-maafkan aku! Aku kalah! Kekuatan Naga bedebah itu sangat kuat untuk kita!" Ucap lemah Fei Ha menatap sayu Dirga lalu memejamkan matanya.
Dirga menatap Fei Ha yang pingsan dan mendongak.
Dimana di atasnya sesosok tubuh naga hitam besar menatapnya dari langit.
"Hahaha! Ternyata kau sangat lemah kaisar! Bagaimana bisa naga - naga lainnya percaya denganmu?" Ejek Naga hitam itu.
Dirga tak menjawab ejekan itu. Bukan karena apa. Kesadarannya saat ini ingin saja menghilang kapan saja.
Tiba - tiba sebuah dorongan kuat membuat tubuhnya ambruk ketanah dan pingsan.
Melihat ini. Naga hitam besar itu menyeringai menyeramkan. "Hahaha...Kaisar bodoh!" Tawanya menertawai Dirga.
"Hmm, Jika aku meminum darahnya aku bisa meningkatkan kultivasiku dengan cepat."
"Dengan ini aku bisa membalaskan dendamku kepada para bedebah itu!"
Ucapnya dan naga hitam itu meliukkan badannya menghampiri tubuh Dirga.
Naga hitam itu tersentak kaget dan ia menyadari jika tubuhnya tak bisa ia gerakkan membuat hatinya di penuhi firasat buruk.
"Ap-apa yang terjadi?" Batinnya ketakutan.
Wushh!
Cahaya hijau itu semakin bersinar dan melompat keluar dari dada pemuda itu.
"Naga kecil! Kau tak bisa membunuh tuanku! Apalagi menginginkan darahnya yang istimewa!"
"Singkirkan pikiran bodoh mu itu!"
Ucapan lembut seorang wanita terdengar di segala penjuru.
Suaranya terdengar dari mana saja membuat naga hitam itu tidak dapat mendeteksi keberadaannya.
'Suara apa itu? Kenapa begitu menakutkan? Sial!' Umpat naga hitam itu di dalam hati.
Matanya yang merah melirik ke segala arah seolah sedang mencari keberadaan suara itu.
"Kau lihat kemana naga kecil? Aku berada di depanmu!"
Suara itu kembali menggema membuat naga hitam membelalakkan matanya menatap depan.
Cahaya hijau yang berada di depan wajah besarnya seketika berubah menjadi sosok wanita yang sangat cantik.
Rambutnya hijau dengan pakaiannya yang sama warna hijau terlihat mempesona.
Aura yang di pancarkan sangat agung dan di penuhi aura kehidupan yang mengagumkan.
Mata naga hitam itu terbelalak lebar melihat kemunculan sosok wanita ini.
Ia tidak tahu siapa sebenarnya sosok wanita cantik yang berada di depannya yang membuatnya ketakutan seperti ini.
"Aku bisa menyembuhkanmu asalkan kau mematuhi persyaratan ku!" Sosok wanita itu berkata dengan datar sambil menatapnya dingin.
Naga hitam itu diam karena mulutnya terkunci oleh kekuatan misterius yang sangat kuat.
Klik!
Suara jentikan jari renyah wanita itu terdengar membuat naga hitam itu bisa membuka mulutnya bicara.
"Katakan apa syaratnya asalkan kau melepaskanku!" Ucap Naga hitam itu ketika menyadari jika mulutnya terbebas.
Hanya saja tubuhnya masih kaku oleh tekanan menakutkan yang tak kasat mata.
Wanita cantik itu menatap mata merah naga itu membuat si empu memejamkan matanya ngeri.
Bagaimana bisa?
Hanya dengan tatapan saja membuatku takut?
Siapa wanita ini?
Banyak kebingungan yang muncul di hatinya.
"Hemm! Sudah menyakiti tuanku masih ingin kabur? Tak semudah itu Naga kecil!" Ucap kembali wanita itu dengan senyum menawannya.
Namun bagi Naga hitam itu senyum itu sangatlah menakutkan baginya.
"A-aku terima syarat itu! Asalkan tidak menyakitiku!" Ucap cepat Naga itu tanpa ragu ragu.
"Bodoh!" Wanita cantik itu mengumpat ketika mendengar ujaran Naga itu.
Tangan putih mulusnya terangkat lembut dan sebuah telapak tangan cahaya hijau raksasa menampar wajah Naga itu ke bawah.
Boom!
"Arrhg...!!"
Naga itu memekik kesakitan. Ia merasa beberapa gigi besarnya rontok dan hidungnya terlihat berdarah.
Ia memandang wanita itu dengan ngeri.
"Berisik!" Wanita cantik itu mengulangi aksinya.
"Tu-tunggu dulu! Aku terima apa syaratnya apapun itu!" Ucap cepat naga hitam itu membuat pergerakan wanita itu terhenti.
"Bagus! Dengan ini dia tak perlu untuk mencari bawahan kuat!" Ucap wanita itu tersenyum lembut menatap wajah pucat Dirga.
"A-Apa maksudmu?" Naga hitam itu merasa ada yang tidak beres dengan ucapan wanita itu.
"Ya! Syaratnya adalah ikuti perjalanannya apapun itu! Dan kamu harus mengikuti perintahnya!"
"Jika tidak...Aku akan membunuhmu!"
Ucap wanita cantik itu sambil menyeringai.
Tak memperdulikan reaksi Naga itu. Ia menggerakkan jarinya rumit dan sebuah segel hijau dengan aura kuno melesat ke dahi Naga itu.
Hiss!
Baga hitam itu mendesis sebentar dan matanya berubah menjadi hitam namun pandangannya kosong.
Tak memperdulikan itu. Wanita cantik itu berjalan lembut menghampiri Dirga.
Menatap wajah pucat pemuda itu membuatnya sangat marah dengan Naga itu.
"Kamu sudah berjuang seperti ini!"
"Aku menunggumu ..." Ucapnya lembut sambil membelai rambut perak Dirga.
Sebelum sosoknya berubah menjadi cahaya. Wanita itu sejenak mencium bibir Dirga dengan kasih sayang.
Wushh!
Dua cahaya melesat masuk ke tubuh Dirga dan satunya merasuk ke tubuh Fei Ha dan seketika lukanya sembuh total.