Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 160


Dirga tertegun sejenak mendengar pemberitahuan sistem nya.


Ia menebak jika dua orang ini mengikutinya dengan sepenuh hati.


"Apa kalian benar - benar tunduk kepadaku?" Ucap Dirga memastikan.


Wei Jian Hu mengangguk bersungguh - sungguh.


"Benar tuan! Bahkan leluhur pertama ras kami memerintahkan kepada orang tertentu jika bertemu dengan sosok yang di maksudnya, Kami harus mengikutinya! Bahkan menjadi budak tuansekalipun!"


Ucap Wei Jian Hu dengan nada serius.


Wei Ju menanggapi menganggukkan kepala, Meskipun masih banyak pertanyaan - pertanyaan yang membuatnya penasaran.


"Baiklah jika itu maumu. Tapi, Aku masih penasaran mengapa kamu berbuat seperti ini!"


Ucap Dirga mengangguk menatap wajah serius Wei Jian Hu.


"Jika tuan ingin tahu, Mari ikut denganku!" Kata Wei Jian Hu hormat.


"Oke!"


Dirga tak perlu basa basi karena ia juga penasaran dengan mereka berdua ini.


Apalagi dengan sosok leluhur pertama dari yang mereka ucapkan.


Ketiganya sama - sama menghilang dan muncul kembali di atas langit Sekte.


Di bawah tatapan terkejut Wei Jian Hu dan Wei Ju. Dirga melemparkan pedang Chaos nya dan seketika membesar menjadi tumpangannya.


"Naiklah! Tunjukkan jalannya!" Ucap Dirga santai melambaikan tangan.


"Ba-baik tuan!"


Keduanya mengangguk dan ikut naik di pedang besar Dirga dan melesat menjadi cahaya perak di langit.


Setengah jam kemudian.......


 Dirga dan Wei Jian Hu berdiri di depan sebuah batu tua cukup besar berbentuk pipih layaknya pintu.


Tingginya hampir lima belas meteran.


Untuk Wei Ju, Wei Jian Hu menyuruhnya untuk mendiamkan semua anggotanya karena ada seorang manusia yang masuk ke wilayah ras mereka.


Dalam perjalanan kemari, Banyak raut wajah marah, muram, kutukan bahkan niat membunuh terlintas di ekspresi mereka.


Bagaimanapun, Mereka semua membenci seorang manusia karena alasan tertentu.


Entah karena apa.


"Tuan, Selama hidup saya, Saya tidak pernah tahu apa maksud pintu batu ini. Namun, Leluhur pertama pernah mengatakan jika hanya orang terpilih yang bisa memasukinya!"


Wei Jian Hu angkat suara ketika melihat pemuda tampan itu melihat pintu batu itu dengan tatapan berbeda - beda.


Mengernyit, Memicingkan mata dan memiringkan kepala seolah sedang mengamati objek depan dengan serius.


"Orang terpilih? Hm, Bagaimana kalau orang terpilih yang kamu maksud itu bukan aku??"


 Dirga bertanya kepada Wei Jian Hu sambil menyenderkan telapak tangannya di batu itu secara tidak sengaja.


Wajah Wei Jian Hu langsung canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"T-tapi tuan! Saya yakin deng— " Kalimatnya terhenti.


Mata Wei Jian Hu membelalak lebar menatap adegan depan wajah terkejut.


Batu yang tak sengaja di sentuh oleh Dirga itu langsung seketika bergetar sangat hebat.


Getarannya bahkan sampai terasa ke semua wilayah ras harimau putih itu.


Kesemuanya terkejut ketika merasakan keanehan yang belum pernah terjadi seperti ini.


Mereka berpikir jika ini semua ulah dari manusia tadi!


Sedangkan di sisi Dirga yang pelaku semua ini tak kalah terkejutnya.


"Apa yang terjadi??" Gumamnya pelan menatap depan.


Namun hal mengejutkan membuat Dirga dan Wei Jian Hu merinding.


Pintu batu itu tergeser pelan ke kiri dan dari balik batu itu. Muncul sebuah cahaya hitam penuh dengan tekanan hebat membuat keduanya saling bertukar pandang.


Belum sempat bertanya, Tubuh keduanya terseret sangat cepat kedalamnya. Bahkan Dirga tidak sempat bereaksi.


Dan tubuh keduanya benar - benar menghilang dari tempatnya.


Apa yang terjadi? Tidak ada apa apa tiba - tiba terjadi suatu gempa!


Dan berhenti dalam waktu yang cukup singkat!


Di ruang putih tanpa warna lain selain putih. Dirga membuka matanya dan melihat tubuhnya sendiri melayang di kekosongan yang tak di ketahui luasnya.


"Apa ini? Dimana aku?" Dirga tak bisa untuk tidak menahan napasnya.


Ia hanya melihat dirinya sendiri. Entah di mana keberadaan Wei Jian Hu tadi.


Swush!


Tiba - tiba sebuah sinar cahaya hitam agak keputihan muncul di depannya membuatnya waspada.


 "Hohoho, Tidak usah takut denganku anak muda! Lihatlah aku hanya jiwa belaka!"


Terdengar suara serak payau namun dalam dari balik cahaya hitam itu.


Nampak saat itu juga, Sesosok siluet tubuh dengan wajah layaknya harimau putih dan ada ekor putih juga yang melambai - lambai lembut di pantatnya.


 Dirga yang melihat penampilan sosok aneh ini tidak bisa untuk tidak terkejut.


"Siapa kamu? Kenapa penampilanmu beda dengan yang lainnya??" Seru Dirga menunjuk sosok itu dengan waspada.


Sosok itu menatap penampilan Dirga dari atas hingga bawah dengan tersenyum hangat.


"Hm, Penampilanmu bisa di bilang mirip dengannya! Hanya saja ada tanda aneh di bawah ketiakmu itu!" Ucap sosok itu sambil mengernyit.


 Namun, Dirga membelalakkan matanya lebar karena suara itu ternyata seorang perempuan.


 "Ka-kamu seorang wanita??" Ucap Dirga menunjuk sosok itu dengan kaget.


 Sosok itu mendengus karena pria muda tampan ini ternyata baru mengetahui jika dirinya adalah seorang perempuan.


"Huh, Lupakan soal itu! Aku ingin bertanya kepadamu...Apa tanda aneh yang ada di situ!"


Ucap sosok aneh bagi Dirga menunjuk arah ketiak Dirga sedikit kebawah.


Namun Dirga menyadari jika mata sosok itu sedang melirik kebawah dengan pipi memerah.


Menunduk dan seketika tercengang dengan apa yang ia lihat.


"Sial! Bukankah tadi aku berpakaian??" Kutuknya mengumpat entah kepada siapa.


Dengan lambaian tangannya, Sebuah pakaian kuno berwarna biru langit langsung terpakai saat itu juga.


Sosok itu kembali tersadar dari lamunannya dan membatin. 'Itu sangat besar!'


 "Ehem! Coba kamu jelaskan maksud tanda aneh itu!" Sosok itu bicara sekali lagi untuk mengalihkan pikirannya yang entah kemana.


 "Sebelum itu, Apa kamu adalah leluhur pertama ras harimau putih?"


Dirga tak menjawab dulu malah balik bertanya membuat wanita harimau itu kesal.


Namun ia menjawabnya dengan ramah. "Ya! Aku leluhur ras harimau putih! Namaku Fei Ha!..Sekarang, Cepat jelaskan itu tadi!"


 "Ck! Baiklah!" Dirga mendecakkan lidah melihat wajah wanita harimau putih ini yang entah mengapa suka sekali menampilkan wajah tak bersahabat itu.


 Namun Dirga mengekspresikan aneh membuat Fei Ha mengerutkan keningnya. "Kenapa hanya diam saja? Apa itu segel kutukan atau segel budak? Ha?!" Fei Ha tiba - tiba membentak marah membuat Dirga terkejut.


"Bukan itu! Hanya saja, Aku juga tidak tahu maksud tanda aneh ini. Selain itu, Aku juga baru menyadari ada tanda aneh seperti ini berada di tubuhku!" Ucap Dirga menjelaskan jujur.


Ia juga tidak menyadari mengapa ada tanda aneh seperti ini di bawah ketiaknya itu.


Padahal ia yang memiliki tubuhnya sendiri.


"Apa?! Kamu juga tidak tahu?? Apa kamu tidak berbohong denganku??" Pekik kaget Fei Ha dan mendekatkan wajahnya ke wajah Dirga.


Wajah mereka berdua hanya berjarak sejengkal saja.


Dirga yang melihat ini semakin berani.


"Berbohong? Apa gunanya juga berbohong kepadamu! Jika aku tahu ada tanda ini di tubuhku, Mungkin aku sudah menjelaskannya dari tadi!"


Ucap Dirga tak mau kalah dan malah mendekatkan wajahnya ke wajah Fei Ha.


Jarak wajah keduanya kini semakin dekat. Bahkan Fei Ha bisa merasakan hembusan nafas Dirga membuat tubuhnya tersentak.


Fei Ha buru - buru menjauhkan tubuhnya dari pria tampan ini.


Ia sangat malu dengan tindakannya tadi.