
Xenia Xu menatap wajah tampan Dirga dari samping dengan tatapan sulit di mengerti. Dia tentu memiliki telinga yang masih berfungsi.
Ketika mendengar puluhan orang itu memanggil Dirga dengan sebutan Master. Xenia Xu tentu saja merasa terkejut sekaligus bingung.
Sudah di pastikan jika sosok Dirga ini adalah Master sekaligus pemimpin dari Sekte yang baru baru ini menggemparkan Benua Timur!
Kepala Xenia Xu merasa berdengung. Dia tampak tak percaya dengan apa yang di lihat nya hari ini.
Apalagi melihat usia Dirga yang hanya terpaut satu tahun di atas nya. Membuatnya tidak bisa menutup mulutnya yang terbuka lebar.
Meskipun sedikit tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dirga sudah membuktikannya dengan menghancurkan segel yang ada di tubuhnya.
Jelas pemuda itu bukanlah pemuda sembarangan!
Dia sangat tau jika segel itu sangat susah di hancurkan, Bahkan seorang ahli segel yang ia temui pun hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya mendesah.
Setelah beberapa saat kemudian. Semuanya membuka matanya dan menutup kultivasinya. Mereka segera merapat dan berdiri hormat di depan Dirga.
Dirga tak memperdulikan ke tertegunan gadis itu. Ia menatap tiga pria dan para murid di depannya dengan serius. "Sebelum melakukan tindakan, Harusnya kalian meneliti dan mengamati area sekitar terlebih dahulu. Dunia sangatlah luas dan aku bukanlah sosok yang bisa mengetahui segalanya."
Berhenti sejenak dan menatap ekspresi bingung semuanya.
"Tuan muda, Apa maksud anda?" Tanya Arya bingung, Begitupun juga dengan mereka yang tidak mengerti dengan perkataan Dirga.
Dirga tersenyum tipis dan melanjutkan. "Jangan menyerang terlebih dahulu jika belum mengamati dengan detail. Di sekitar dua bangunan bobrok depan berjarak dua ratus meter, Terdapat sesuatu yang seharusnya kalian waspadai. Oleh karena itu jangan bertindak gegabah sebelum mengetahuinya. Aku tidak tahu bagaimana nasib kalian jika terkena nya!"
"Lihat daerah sekitar terlebih dahulu dan fokus mengamati. Jika menemukan hal aneh, Lebih baik berhati hati atau menyerang untuk memprovokasi musuh agar memecahkan fokusnya."
Dirga berhenti dan menatap semuanya yang masih di diliputi rasa bingung nan penasaran.
Arya yang ragu kemudian bertanya dengan rasa ingin tahu. "Tuan muda, Apa maksud anda ada sesuatu yang tidak kami ketahui di depan?"
Kai di sebelahnya juga merasa ada benarnya juga pertanyaan Arya. Hanya leluhur Suwi yang diam namun tersenyum tipis.
Dirga menjawab. "Ya, Semacam itulah! Tapi aku tidak ingin kalian semua bergantung denganku. Aku tidak ingin memiliki saudara yang tidak bisa mengatasi masalah nya sendiri."
Ketika perkataan nya selesai. Raut wajah Dirga berubah masam ketika menyebutkan kata "Saudara"
Karena di kehidupan sebelumnya dia tak memiliki saudara satupun. Mereka yang mendekatinya bukan tulus dari hati, Melainkan karena menginginkan hartanya.
Bagaimanapun, Orang tua angkatnya adalah orang kaya saat itu. Tentu saja banyak orang yang menjilat dirinya.
Tapi kemudian, Mereka menghina dan mencaci maki dirinya ketika sudah di usir. Secara otomatis, Dia juga tak memiliki harta.
Arya dan Kai tertegun dengan kepala tertunduk. Mereka berdua baru kali ini mendengar perkataan saudara yang keluar dari mulut Dirga.
Tanpa sadar, Ada kehangatan di dalam mereka sendiri. Tentu saja tidak ada satupun yang menyadari raut wajah Dirga. Bahkan wanita di belakangnya pun tidak menyadarinya.
Dirga menggelengkan kepalanya dan melanjutkan ucapan panjang lebarnya layaknya berkhutbah.
Wanita di belakangnya menatap Dirga dengan ekspresi kagum. Tidak terkecuali Xenia Xu itu sendiri.
Dia bisa merasakan nada tegas dari setiap kata Dirga. Seolah olah pemuda itu adalah pemimpinnya. Tanpa sadar, Mulutnya terbuka karena kagum.
"Ehem, Nona! Apa mulutmu tidak bisa di tutup? Aku takut jika ada seekor lalat yang masuk ke dalam mulutmu." Suara deheman Laniya dari sampingnya membuatnya seketika tersadar.
Wajahnya bersemu merah malu. Dia memandang wajah cantik Laniya itu dengan tatapan iri. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah Fanni.
Menyadari tatapan aneh gadis itu. Laniya mengerutkan keningnya. "Halo? Nona? Apa ada yang salah dengan kami?"
Xenia Xu gelagapan ketika menyadari sikapnya aneh. Dia menggelengkan kepalanya dengan malu dan berkata pelan namun ada sorot mata yang tak bisa di jelaskan. "Ti-Tidak, Aku tidak apa apa!"
Laniya mengerutkan keningnya dan menatap wajah gadis itu dengan tatapan menyelidik. Xenia Xu gelagapan di tatap seperti itu oleh Laniya.
"Em, No-Nona? A-apa ada yang salah?" Xenia Xu berkata gugup pelan dan gelagapan.
Laniya menatapnya sambil memicingkan kepalanya. "Aku merasa ganjal dengan tatapanmu itu, Apa kamu tidak ingin mengatakannya?" Kata nya.
Xenia Xu tertegun. Ia tak menyangka jika wanita cantik ini menyadari nya. Kepalanya mengangguk pelan. dan menatap mata jernih Laniya. "A-Apa aku boleh bertanya?"
Laniya tertegun, Namun ia tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. "Tentu saja boleh!" Tanggap Laniya dengan penasaran. Begitupun juga dengan Fanni yang makin dekat ke arahnya.
Laniya tertegun mendengarnya, Begitu pun juga dengan Fanni. Keduanya tak tahu harus menjawab apa karena pertanyaan gadis itu yang terdengar konyol baginya.
Sudah jelas ada banyak orang yang berseragam sama dan bertuliskan nama Sekte Pedang Langit Abadi.
Mengapa harus bertanya jika sudah mengetahuinya?
Namun, Kedua wanita itu malah tersenyum. "Nona kecil, Kamu sudah melihat sendiri bukan siapa mereka? Kenapa nona malah bertanya yang sudah jelas ada jawabannya?" Ujar Laniya.
Xenia Xu tidak marah ketika di panggil nona kecil. Dia masih fokus. "Bukan begitu!" Xenia Xu buru buru berkata. "Apa anda berdua tidak mengetahui jika Sekte Pedang Langit Abadi sudah menggemparkan penduduk Benua Timur?"
Kedua wanita itu terkejut begitu mendengar perkataan Xenia Xu. Tentu saja mereka berdua tidak tahu menahu tentang Sekte nya yang menggemparkan itu.
Karena mereka hanya fokus meningkatkan kekuatan seperti perintah Dirga waktu lalu.
"Apa benar se- menggemparkan itu?" Laniya bertanya karena penasaran.
Dia sebenarnya belum tahu seluk beluk tentang Benua Timur. Karena kesehariannya dulu hanya berlatih dan berlatih untuk meningkatkan kekuatan.
Xenia Xu tertegun melihat ekspresi terkejut kedua wanita itu. Ia tidak tahu mengapa kedua wanita itu merasa terkejut seperti itu.
Namun, Xenia Xu senyum dan menganggukkan kepala. "Benar! Semenjak Sekte Langit Surgawi hancur di tangan Sekte kalian, Semua orang merasa tercengang. Bagaimanapun, Sekte itu adalah Sekte kelas atas yang tidak mudah di hancurkan meskipun murid muridnya sangat bajingan!" Tersirat kemarahan dari sorot matanya ketika di akhir perkataannya.
"Apalagi waktu itu saya pernah mendengar jika Sekte Langit Surgawi telah berhubungan baik dengan Pangeran pertama, Qin Rama."
"Hah??"
Saat ini keduanya terkejut begitu mendengar perkataan Xenia Xu. Bagaimanapun, Sudah dipastikan jika Pangeran Qin Rama sangat marah ketika Sekte Langit Surgawi telah di hancurkan.
Meskipun begitu. Tidak ada jejak penyesalan maupun kekecewaan dari kedua wanita cantik itu.
Xenia Xu melanjutkan ucapannya. "Tapi, Dengan hancurnya Sekte itu, Kalian telah membuat masyarakat rendah menjadi bahagia dengan kehancurannya, Termasuk diriku sendiri."
Laniya dan Fanni bingung dengan perkataan Xenia Xu. Karena penasaran, Fanni berinisiatif bertanya. "Apa mereka selalu membuat masalah denganmu?"
Xenia Xu menunduk sedih dan bergumam lirih. "Maaf, Aku tidak bisa mengatakannya."
Fanni mengernyitkan dahi melihat reaksi tak terduga gadis itu. Dia pun berinisiatif menggenggam telapak tangan Xenia Xu dengan lembut dan mengelusnya.
"Aku minta maaf dengan ucapan ku tadi, Aku juga pernah melihatnya membuat kekacauan di beberapa Kota lainnya." Ucapan Fanni kali ini terdengar lembut.
Dia menyadari jika ada sesuatu yang tak terduga di sembunyikan gadis ini. Kalau dipikir pikir, Pasti sesuatu itu adalah sangat berharga bagi gadis ini.
Xenia Xu yang melihat telapak tangannya di genggam Fanni tanpa sadar hatinya menghangat. Bahkan ada sedikit bulir air di pelupuk matanya.
Laniya yang menyadari jika situasi ini tak mendukung. Dia menggenggam tangan Xenia Xu satunya dan membawa nya menjauh agar tidak ada yang salah paham ketika melihat Xenia Xu yang tiba tiba bersedih.
Dirga tak menyadari jika ketiga wanita itu menjauhinya. Ia masih terus mengucapkan nasehat kepada mereka.
"Baiklah, Hari sudah malam. Sekitar setengah jam lagi. Kalian harus melakukannya. Ingat pesanku! Aku tidak akan ikut dengan kalian." Ucap Dirga mengakhiri perkataannya.
"Baik!" Suara jawab mereka bergema di area itu. Mereka kembali duduk dan menelaah setiap kata yang terucap dari mulut Dirga.
Sebelum Dirga berbalik, Ia menatap Arya dan dua lainnya. "Oh ya, Jangan lupa rampas hartanya tanpa menyisakan sedikitpun! Jika ada yang ingin melarikan diri, Kejar mereka dan bunuh...! jangan sampai mereka lolos!" katanya dan berbalik ketika menyadari jika ketiga wanita tadi sudah menghilang.
Dirga mengatakan ini bukan tanpa alasan. Dia memang sudah melihat mereka dari balik ilusi ketika mendekat.
Dirga tidak akan membiarkan mereka hidup satupun karena telah mendengarkan percakapan mereka yang memang sangat keji.
Perkataan mereka tak ada satupun tentang kebaikan dan hanya mengarah ke pencurian,penindasan bahkan yang paling ngeri baginya adalah pemerkosaan!
"Baik!"
Arya dan Kai menjawab patuh. Laluhur Suwi juga mengangguk dan semakin mengagumi sikap Dirga yang terkenal kejam.
Namun hanya itulah yang bisa membuat semua orang merasa segan terhadapnya. Semakin kejam seseorang, Akan semakin di takuti.
Karena dunia kultivator adalah dunia di mana terdapat aturan hukum rimba! layaknya negara konoha!
Hehe:)