Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Part.62


Mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di Rumah Sakit. Alvin menggendong Nisa keluar dari mobil. dia mencari bantuan kepada sekitar. kebetulan ada seorang perawat yang sedang lewat. lalu perawat itu menyuruh Alvin menunggu sebentar. perawat itu kembali dengan membawa kursi roda untuk di duduki oleh Nisa.


Nisa di bawa ke ruang penanganan Ibu hamil. Alvin menunggu di depan ruangan. karena dia tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam.


Beberapa menit kemudian Dokter keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana keadaan Istri saya Dok?" tanya Alvin yang memang merasa sangat panik.


"Istri Anda akan segera melahirkan Pak," jawab Dokter


"Kok bisa? bukannya kurang satu bulan lagi?"


"Iya Pak, memang belum bulannya tapi Istri anda akan melahirkan sekarang dan alhamdulilah bisa melahirkan normal, kalau begitu saya ke dalam dulu mau menyiapkan semuanya," ucap Dokter


"Tunggu!" Alvin menghentikan langkah Dokter itu.


"Bolehkah saya menemani Istri saya melahirkan?"


"Boleh Pak, silahkan ikut saya!"


Alvin ikut masuk ke dalam ruangan itu. Alvin berdiri di sebelah Nisa. dia memegang satu tangannya dan mencoba untuk menguatkan Nisa.


"Sayang, kamu pasti bisa kok, tenang saja Mas akan menemani kamu disini," ucap Alvin


"Iya Mas," jawab Nisa


Dokter mulai memberi aba-aba kepada Nisa untuk mengejan. Alvin yang melihat Istrinya merasa kasihan. apalagi kening Istrinya penuh dengan keringat. Alvin mengambil tisu yang tergeletak di atas meja lalu mulai mengelap kening Istrinya. dia terus memberikan semangat untuk Istrinya. hingga dia mendengar tangisan seorang bayi.


Alvin merasa senang karena anaknya telah lahir. begitupun dengan Nisa yang menyunggingkan senyumannya.


"Selamat Bu, Pak, anaknya laki-laki," ucap Bu Dokter


"Alhamdulilah, apa bisa langsung saya adzankan Dok?"


"Sebentar Pak, mau di bersihkan dulu," ucap Bu Dokter lalu memberikan anak itu kepada perawat yang membantu bersalin.


Saat ini bayi mungil itu sudah di bersihkan. lalu perawat itu memberikan kembali kepada Dokter.


"Ini Pak Alvin, tapi hati-hati pegangnya," ucap Bu Dokter memberikan bayi yang sudah ada di tangannya itu kepada Alvin.


Alvin menggendong anaknya dan mulai mengadzaninya.


Setelah selesai, Alvin kembali memberikan anaknya kepada Bu Dokter. karena anaknya harus di bawa ke ruang bayi.


"Maaf Dok, kapan yah Istri dan anak saya boleh pulang?" tanya Alvin


"Mungkin dua sampai tiga hari lagi Pak, karena anak Bapak yang lahir prematur, di inapkan dulu disini," ucap Bu Dokter


"Baik Dok," ucap Alvin


Salah satu perawat langsung membawa bayi mungil itu ke ruang bayi. Alvin juga keluar dari ruangan itu karena Dokter menyuruhnya keluar. karena Nisa masih harus di tangani.


Alvin melihat orang tuanya yang sedang berdiri di depan ruang bersalin.


"Al, Bagaimana kondisi Nisa?" tanya Bu Hilya


"Baik Mah, nanti Nisa akan di pindahkan ke ruang inap," kata Alvin


"Iya Mah," jawab Pak Alex


"Mamah Siti sama Papah Ahmad dimana?" tanya Alvin


"Mereka ikut sama perawat ke ruang bayi," ucap Bu Hilya


Tak lama pintu ruangan itu terbuka. dan beberapa perawat mendorong brankar pasien yang di atasnya ada Nisa yang sedang berbaring. Alvin dan orang tuanya mengikuti kemana Nisa akan dibawa.


Saat ini perawat yang mengantar Nisa sudah pergi. Alvin dan orang tuanya mendekati Nisa yang sedang berbaring di ranjang pasien.


"Nisa, selamat yah akhirnya kamu sudah menjadi Istri yang sempurna," ucap Bu Hilya


"Iya Mah, Nisa senang sekali karena akhirnya bisa melahirkan seorang anak." ucap Nisa


"Makasih sayang," Alvin mendekati Istrinya lalu mencium keningnya.


"Ingat loh Vin, kamu harus berpuasa dulu karena Istrimu baru melahirkan," ucap Bu Hilya


"Ah tidak enak, masa harus puasa," kata Alvin


"Sabar Nak, menunggu memang butuh kesabaran," sahut Pak Alex ikut bicara.


Hanya sebentar mereka disana. kini keduanya keluar dari ruangan itu untuk melihat cucunya. kebetulan mereka berpapasan dengan Bu Siti dan Pak Ahmad yang akan ke ruangan Nisa.


"Bu Hilya ,Pak Alex, mau kemana?" tanya Bu Hilya


"Mau lihat cucu kita," jawab Bu Hilya dengan sedikit menyunggingkan senyumannya.


Lalu mereka kembali melanjutkan langkahnya.


°°°


Akhirnya setelah tiga hari menginap, Nisa sudah di perbolehkan pulang dari Rumah Sakit. orang tua mereka ikut menjemput Nisa.


"Sayang, pelan-pelan yah," Alvin menggendong Nisa dari kursi roda. lalu dia mendudukan Nisa ke dalam mobil.


"Iya Mas," jawab Nisa


Bu Siti dan Bu Hilya ikut bersama Alvin. sedangkan Pak Ahmad dan Pak Alex mengendarai mobil yang berbeda.


Setelah cukup lama mengemudi, akhirnya Alvin sudah sampai di depan rumah orang tua Nisa. dia membantu Nisa keluar dari dalam mobil. Bu Hilya menggendong cucunya. sedangkan Bu Siti membawa tas milik Nisa yang berisi pakaian dan perlengkapan bayi.


Alvin menggendong Nisa menuju ke kamarnya. dia merebahkan Nisa di atas kasur.


"Ah lelahnya, Mas mau istirahat dulu yah sayang," ucap Alvin


"Iya Mas," ucap Nisa


Alvin keluar dari kamar itu. dia akan ke kamar atas untuk istirahat dan tidur sebentar. ternyata menginap di Rumah sakit cukup melelahkan.


Bu Hilya membawa cucunya ke kamar Nisa. Bu Hilya menemani Nisa dan cucunya di dalam kamar. sedangkan Bu Siti memilih untuk memasak makan siang untuk mereka. dan juga dia akan berbelanja bahan makanan. karena pasti akan banyak saudara yang datang untuk melihat cucunya yang baru lahir.


°°°