
Iqbal tetap setia mengajar Alvin walaupun dia sudah tahu jika Alvin itu suaminya Nisa. bagi Iqbal, apa salahnya mencintai dalam diam sampai dia di pertemukan dengan wanita yang mungkin bisa menggantikan posisi Nisa di hatinya.
Pernikahan Nisa dan Alvin sudah menginjak satu tahun. hubungan keduanya baik-baik saja. bahkan Bu Hilya dan Pak Alex juga belum menanyakan cucu. mungkin karena mereka memaklumi jika Nisa dan Alvin sering LDR dan jarang berhubungan.
Saat ini Alvin mengantar Nisa untuk berkunjung ke rumah orang tuanya. karena kebetulan Nisa sedang libur semester. dan juga dia libur dua minggu. namun satu minggunya dia pulang dan satu minggunya di pesantren.
Tok tok
"Assalamu'alaikum" Nisa mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
Bu Siti yang berada di dapur mendengar ketukan pintu. lalu dia segera menghentikan aktivitasnya dan memilih untuk membuka pintu itu.
"Assalamu'alaikum" Nisa kembali mengucapkan salam karena belum ada yang membukakan pintu juga.
"Waalaikum'salam, maaf tadi Mamah di dapur. silahkan masuk!" Bu Siti mempersilahkan anak dan menantunya untuk masuk.
"Makasih Mah" Nisa segera masuk ke dalam bersama suaminya.
"Sama-sama Nak, Kalian mau minum apa?" tanya Bu Siti yang kini berada di belakang mereka karena tadi habis menutup pintu.
"Terserah Mamah saja" ucap Nisa
"Baiklah" Bu Siti berlalu pergi menuju ke dapur untuk membuatkan minum.
Kini Bu Siti sudah kembali dengan membawa nampan.
"Silahkan di minum!" Bu Siti menaruh dua gelas minuman untuk anak dan menantunya.
"Terima kasih Mah" ucap Alvin lalu langsung mengambil gelas itu lalu menyeruputnya. karena kebetulan dia merasa haus.
"Papah dimana Mah?" Nisa bertanya kepada Ibunya.
"Biasa, lagi ngajar." jawab Bu Siti
"Sudah sore loh, belum pulang juga?"
"Iya Nis, sekarang Mamah jarang bantu ngajar jadi Papahmu ngajar sendirian."
"Kenapa tidak cari guru tambahan?" tanya Nisa
"Sudah di infokan ke beberapa sahabat Papahmu, tapi belum ada yang mendaftar." jawab Bu Siti
"Semoga saja ada yang berminat yah Mah, kasihan Papah kalau ngajar sendirian. walaupun pesantren itu kecil dan santrinya sedikit, tapi kalau ngajar sendirian pasti capek." ujar Nisa yang merasa kasihan kepada Pak Ahmad.
"Iya mudah-mudahan" ucap Bu Siti
Setelah selesai mengobrol, Nisa dan Alvin segera pergi ke kamar untuk menaruh barang yang mereka bawa. kebetulan mereka akan menginap selama tiga hari sedangkan empat harinya di rumah Pak Alex.
"Sayang, tadi Mamah bawain ini untuk kamu." Alvin memberikan paper bag yang tadi di kasih Ibunya. namun dia tidak tahu apa isi di dalamnya.
"Apa itu?" tanya Nisa yang melihat suaminya mengambil paper bag dari tas miliknya.
"Mas juga tidak tahu" jawab Alvin
Nisa mengambil paper bag itu dan membukanya. ternyata di dalamnya ada sebuah kotak kecil. Nisa membuka kotak itu dan ada sebuah jam tangan cantik di dalamnya.
"Wah, bagus sekali" Nisa menyukai hadiah yang di beri oleh Ibu mertuanya. lalu Nisa melihat ada gulungan kertas kecil yang di ikat dengan pita di dalam paper bag itu. dia mengambil dan membuka kertas itu.
To ; Nisa
From ; Mamah Hilya
Happy birthday menantu Mamah. panjang umur, sehat selalu, makin sayang yah sama Mamah dan semoga di usiamu yang ke 19 tahun ini, kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. jadi Istri sholehah dan selalu berbakti kepada suami.
Nisa terharu mendapat ucapan itu dari mertuanya.
Alvin terkejut saat mengetahui jika Istrinya ulang tahun.
"Kamu ulang tahun? maafin Mas yah, Mas tidak tahu jika kamu ultah hari ini." Kevin memegang kedua tangan Istrinya lalu menciumnya.
"Tidak apa-apa Mas" Nisa tersenyum menatap suaminya.
"Bagaimana jika kita merayakan ulang tahun kamu dengan diner di luar." ajak Alvin
"Tidak usah Mas, sepertinya Mamah sudah masak banyak karena tahu kita menginap disini."
"Ya sudah, kalau begitu besok saja kita perginya." ucap Alvin sambil menatap Istrinya.
°°
Setelah selesai makan malam, Alvin pergi keluar rumah. dia berpamitan namun dia tidak memberitahukan tujuannya.
Saat ini Alvin sudah sampai di depan butik.
"Untung saja malam-malam seperti ini masih buka." gumam Alvin lalu memarkirkan mobilnya.
Alvin segera keluar dari dalam mobil. dia masuk ke dalam butik untuk membeli sesuatu untuk Istrinya.
"Selamat datang Kak, mau cari apa?"
"Saya mau cari baju couple. tapi untuk wanitanya harus yang syar'i." ucap Alvin
"Silahkan Kakak ikut saya." ucap seorang pelayan yang terlihat lebih muda dari Alvin.
Alvin mengekor wanita itu. Alvin mulai memilih baju couple yang cocok untuk dia dan Istrinya. pilihannya jatuh pada baju couple yang berwarna Abu muda.
"Tolong bungkus karena ini untuk kado. tapi baju yang untuk laki-lakinya tidak usah." ucap Alvin sambil memberikan dres abu muda model kekinian.
"Siap Kak, mohon tunggu sebentar!" ucap Wanita itu lalu pergi dari hadapan Alvin.
Alvin memilih untuk duduk di kursi tunggu.
Kini Alvin sudah keluar dari butik itu. dia akan segera pulang, namun sebelum itu dia akan mampir ke toko kue terlebih dahulu. dia tidak akan membeli kue ulang tahun karena keluarga Nisa pasti tidak pernah merayakan ulang tahun seperti kebanyakan orang. bisa di lihat dari kedua orang tuanya yang begitu sholeh. Alvin hanya akan membeli kue bolu untuk di makan sama-sama.
Sejak tadi Nisa mencoba untuk menghubungi nomor Alvin. namun Alvin sengaja tidak mengangkat panggilan dari Istrinya. dia sengaja membuat Istrinya cemas.
Tin
Nisa mendengar suara mobil berhenti di depan rumah. dia buru-buru keluar rumah untuk melihat siapa yang datang. ternyata suaminya yang datang.
"Mas, kamu dari mana saja sih?" Nisa langsung bertanya kepada suaminya yang baru turun dari dalam mobil.
"Tadi habis ke tempat teman. maaf yah sayang, Mas lama yah keluarnya?"
"Tidak kok, tidak lama. ya sudah, ayo masuk!" Nisa menggandeng suaminya masuk ke dalam rumah.
Alvin sengaja meninggalkan kado untuk Istrinya di dalam mobil. dia akan memberikannya besok untuk kejutan.
°°
°°
Bagi yang penasaran sama novel ini,
kok tidak ada konflik atau apalah, mohon bersabar
Alur novel ini beda dari kebanyakan novel. jika novel lain berawal dari kesedihan baru kebahagiaan, di novel ini ibarat konflik rumah tangga pada umumnya. awal bahagia, ada konflik, tapi ending tetap bahagia😊