Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Part.54


Sore ini Alvin sudah pulang dari kantor. setelah selesai mandi, dia menuju ke kamar bawah yang di tempati oleh Nisa.


Tok tok


Alvin mengetuk pintu kamar itu.


Cklek


Nisa membukakan pintu kamarnya. Alvin takjup melihat penampilan Nisa saat ini yang begitu sexy.


"Kenapa lihat-lihat?"


"Sexy sekali sayang, waw banget sih tumben pakai pakaian seperti ini," ucap Alvin sambil menatap penampilan Nisa yang memakai kaos pendek ketat dan celana jeans pendek di atas lutut.


"Ini dede bayinya yang minta Mamahnya pakai ini," kata Nisa lalu dia menengok ke luar kamarnya. takutnya orang tuanya melihat Nisa berpakaian seperti itu nanti malah di tegur. "Masih mau di sini? pintunya mau aku tutup loh." kata Nisa


"Aku masuk saja," Alvin langsung menerobos masuk ke dalam kamar.


Alvin segera menutup pintu kamar. dia mendekati Nisa yang saat ini sedang duduk berselonjor.


"Sayang, dede bayinya mau apa, biar Mas penuhin," ucap Alvin lalu duduk di sebelah Istrinya.


Kesempatan nih, mending minta pijat saja," batin Nisa


"Minta pijat nih kaki pegal-pegal," kata Nisa kepada suaminya.


"Baiklah, sekarang Mas pijat yah," Alvin mulai mendaratkan tangannya di kaki Istrinya.


Bagus juga kalau suruh pijat, itung-itung bisa pegang yang mulus," batin Alvin sambil menatap paha Nisa yang terekspos.


Nisa memainkan ponselnya sambil menikmati pijatan suaminya.


"Mas, mau ngapain?" Nisa menatap tangan Alvin yang berusaha membuka kancing celana Istrinya.


"Kancing paling atas di buka saja sayang, kasihan dede bayinya sesak," ucap Alvin


"Nisa bisa sendiri," Nisa menyingkirkan tangan Alvin. lalu dia membuka sendiri satu kancing celananya.


Alvin kembali memijat Istrinya. sekarang pijatannya semakin ke atas.


"Mas, kenapa memijat bagian itu lama sekali?" Nisa menatap tangan suaminya yang sejak tadi ada di paha atas.


"Empuk sayang, enak," ucap Alvin keceplosan.


Plak


Nisa memukul tangan Alvin sehingga Alvin mengaduh sakit.


"Kok di pukul sih, sakit tahu," Alvin meniup tangannya yang terasa perih.


"Salah siapa coba berfikiran me*sum, di suruh mijat malah bayangin yang tidak-tidak," ucap Nisa


"Perasaan dari tadi Mas tidak bicara seperti itu, kamu saja yang fikirannya kemana-mana," ucap Alvin


"Terus kenapa bilang empuk segala," Nisa menatap lekat wajah suaminya.


"Memang kenyataannya loh, sekarang badan kamu semakin berisi," ucap Alvin


"Baiklah, karena Mas Alvin bilang Nisa gendut, lebih baik Mas Alvin keluar saja dari kamar ini," Nisa mendorong Alvin sehingga Alvin sudah tidak duduk lagi di sebelahnya.


"Sayang, bukan seperti itu maksud Mas," Alvin menggaruk tengkuknya yang tak gatal. dia baru sadar jika dia salah ucap sehingga Nisa terlihat ngambek.


Astaga, kalau tidak sedang hamil pasti sudah aku terkam, menggemaskan," batin Alvin lalu pergi meninggalkan kamar itu.


°°°


"Sekarang sepi kan Mah, tidak ada Nisa sama Alvin di sini. entahlah, mereka masih mau datang kesini lagi atau tidak," ucap Pak Alex kepada Istrinya.


Harus bagaimana ini, Alvin tidak mungkin mau pulang selama Nisa juga tidak ada di rumah ini." batin Bu Hilya karena sudah mengenal betul watak anaknya.


Tok tok


Keduanya mendengar ketukan pintu dari luar rumah.


"Mamah mau buka pintu dulu, siapa tahu yang datang itu Alvin," Bu Hilya beranjak dari duduknya. lalu segera membukakan pintu rumahnya.


Ternyata yang datang itu Anita.


"Selamat sore Tante, maksudnya sore menjelang malam," ucap Anita ramah


"Sore Nak, silahkan masuk Nak!" ucap Bu Hilya


"Sebentar Tante, Mas Alvin ada?"


"Alvin tidak ada di rumah," jawab Bu Hilya


"Kira-kira kapan yah Mas Alvin pulang?"


"Tante juga tidak tahu Nak, tapi yang pasti tidak sekarang," ucap Bu Hilya


"Memangnya Mas Alvin dimana? apa belum pulang dari kantor?"


"Alvin menginap di luar," ucap Bu Hilya


"Yah, kalau Mas Alvin tidak ada lebih baik aku pulang saja deh."


"Cepat amat sih, tidak mampir dulu Nit?"


"Tidak usah Tante," jawab Anita


Setelah berpamitan, Anita segera pergi dari sana.


Pak Alex melihat Istrinya yang sudah kembali masuk ke dalam rumah.


"Siapa yang datang Mah?" Pak alex bertanya kepada Istrinya.


"Anita yang datang mencari Alvin," jawab Bu Hilya


"Mamah tuh sudah kasih harapan ke anak orang. di tambah lagi hubungan kita dengan Bu Lela menjadi renggang karena masalah pernikahan yang batal."


"Maafin Mamah Pah, saat itu yang ada di fikiran Mamah hanya ingin cucu," ucap Bu Hilya


"Tapi banyak hati yang tersakiti loh Mah, sekarang Alvin juga belum mengajak Nisa kembali kesini. itu berarti Nisa juga merasa tersisih di keluarga kita. coba saja kalau Mamah tidak terlalu mengekang, mungkin semuanya tidak seperti ini."


"Maaf Pah," Bu Hilya menunduk lesu karena memang dirinya yang sudah bersalah.


"Minta maafnya sama Nisa, Alvin, Anita, dan Bu Lela, mereka pihak yang paling di rugikan dan tersakiti," ucap Pak Alex kepada Istrinya.


"Iya Pah, nanti Mamah akan meminta maaf," ucap Bu Hilya


Setelah selesai bicara, Pak Alex memilih pergi ke kamar. tinggal Bu Hilya yang duduk sendirian disana.


Ternyata ini rumah sepi juga kalau tidak ada Alvin dan Nisa, tapi kesalahanku kepada mereka sangat besar. apalagi Nisa yang beberapa tahun ini aku cueki." batin Bu Hilya yang merasa bersalah.


°°°