
Sudah tiga hari Nisa dan Alvin menginap di kediaman orang tua Nisa. kini giliran mereka menginap di kediaman orang tua Alvin.
Terlihat Nisa dan Alvin yang sedang menuruni tangga. mereka membawa barang mereka masing-masing.
"Nisa" Bu Siti memanggil anaknya lalu menghampirinya. "Mamah pasti akan sangat merindukanmu." Bu Siti memeluk anaknya dengan erat.
"Nisa juga pasti merindukan Mamah." Nisa membalas pelukan Ibunya.
Bu Siti sudah melepaskan pelukannya.
"Kamu di rumah mertuamu mau berapa hari?" tanya Bu Siti kepada anaknya.
"Tiga hari Mah, sama Kayak disini. soalnya minggu juga harus berangkat ke pesantren."jawab Nisa sambil menatap Ibunya.
"Semangat Nak belajarnya, semoga setelah lulus nanti bisa menjadi ustadzah."
"Tidak mau Mah, Nisa mau kerja kantoran saja."
"Dasar ini anak" Bu Siti mengusap gemas pucuk kepala Nisa dari balik jilbab.
"Ih Nisa bukan anak kecil lagi Mah." Nisa menjauhkan diri dari tangan Bu Siti.
"Hehe tapi menurut Mamah, kamu masih putri kecil Mamah."
Hanya sebentar Nisa mengobrol dengan Ibunya. mereka harus segera pergi karena setelah mengantar Nisa, Alvin akan langsung ke kantor.
Nisa dan Alvin berpamitan dengan Bu Siti dan Pak Ahmad. Pak Ahmad membantu membawakan barang mereka hingga ke mobil. keduanya menatap kepergian anak dan menantunya dari depan rumah. hingga mobil itu tak terlihat di pandangan mereka.
Setelah menempuh perjalan sekitar satu jam kini keduanya sudah sampai di depan kediaman orang tua Alvin. ternyata Bu Hilya dan Pak Alex sudah berada di depan rumah. mereka sengaja menunggu kedatangan anak dan menantunya.
"Selamat datang Nisa" Bu Hilya menghampiri Nisa dan memeluknya. "Ayo masuk!" Bu Hilya langsung menggandeng Nisa dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. sedangkan Pak Alex membantu Alvin mengeluarkan barang-barang mereka.
"Sini duduk disini sayang." Bu Hilya menggandeng Nisa hingga ke ruang keluarga. dan langsung menyuruh Nisa untuk duduk.
"Iya Mah" Nisa langsung duduk di sofa.
Terlihat Pak Alex dan Alvin yang baru masuk ke dalam rumah. mereka memilih untuk ikut duduk bersama Nisa dan Bu Hilya. pembantu di rumah itu menghampiri mereka dan mengambil barang yang di bawa Nisa dan Alvin. karena akan menaruhnya di kamar Alvin.
"Pah, Mah, Alvin mau langsung berangkat saja ke kantor." ucap Alvin berpamitan.
"Kamu yakin tidak mau duduk santai dulu sama kami?" tanya Pak Alex
"Maaf Pah, tapi pagi ini Alvin ada meeting penting." jawab Alvin
"Ya sudah, hati-hati Nak." sahut Bu Hilya
"Iya Mah" Alvin segera beranjak dari duduknya. dia bersalaman dengan Nisa dan kedua orang tuanya sebelum dia berangkat ke kantor.
Melihat suaminya keluar rumah, Nisa berinisiatif untuk menghampirinya. dia melihat kepergian Alvin sambil melambaikan tangannya.
Ckkk, sudah pintar juga dia bersandiwara." gumam Alvin yang melihat Nisa dari kaca mobil.
Nisa memang harus melakukan itu agar kedua orang tua Alvin mengira jika pernikahan mereka sangat harmonis. padahal sih belum jelas antara keduanya. untuk bertegur sapa juga jarang. Nisa juga belum melakukan kewajibannya sebagai seorang Istri. memang dia memberi syarat kepada Alvin agar mereka bisa melakukan itu. namun sampai saat ini Alvin belum mau melakukan kewajibannya sebagai umat muslim. hanya di KTP saja dia muslim, namun nyatanya belum melakukan kewajiban umat muslim.
°°°
Siang harinya Bu Hilya menuju ke kamar anaknya. dia berniat akan mengajak Nisa untuk masak.
Tok tok
Bu Hilya mengetuk pintu kamar anaknya. namun tak ada jawaban dari dalam.
Apa Nisa sedang tidur?" gumam Bu Hilya
Nisa yang habis dari kamar mandi mendengar ketukan pintu. dia segera melangkah menuju ke arah pintu.
Cklek
Nisa membuka pintu dan melihat Bu Hilya yang kini sedang berdiri persis di depan pintu.
"Mamah cari Nisa?"
"Iya Nisa, Mamah mau ngajakin kamu masak. tapi Mamah mau minta tolong sama kamu." ucap Bu Hilya
"Minta tolong apa Mah?" tanya Nisa
"Setelah makanan itu matang, kamu antar yah ke kantor Alvin. Mamah ingin Alvin kagum karena Istrinya perhatian." ucap Bu Hilya mengatakan maksudnya.
Ingatan Nisa kembali berputar. dia mengingat saat dirinya datang ke kantor Alvin dan melihat Alvin sedang b*rciuman dengan wanita lain.
"Nis" Bu Hilya melihat Nisa yang tampak diam.
"Eh iya Mah, nisa mau tapi Nisa tidak bisa masak Mah. cuma bisa masak mi goreng sama Nasi goreng saja." ucap Nisa
"Kamu tenang saja, nanti Mamah ajarin masak." Bu Hilya langsung menggandeng Nisa agar keluar dari kamar. mereka berjalan berdampingan menuju ke lantai bawah.
Sebenarnya saat di rumah, Nisa di ajarin masak juga oleh Bu Siti. namun hanya dua hari saja itu tidak cukup. butuh waktu lama untuk bisa memasak banyak menu makanan dan tentunya dengan rasa yang menggugah selera.
Kini keduanya sudah berada di dapur.
Bu Hilya segera mengambil bahan-bahan yang di perlukan. mereka akan masak ayam kecap kesukaan Alvin. Nisa hanya memperhatikan Bu Hilya yang tampak sibuk. dia memeperhatikan cara masak mertuanya. sesekali dia membantu yang gampang-gampang saja.
Masakan Bu Hilya sudah matang. Bu Hilya langsung menaruhnya ke dalam wadah. Nisa juga menyiapkan lalapannya.
"Nis, sudah selesai nih. mending kamu makan siangnya di kantor saja bareng Alvin. soalnya Mamah naruhnya banyak nih. biar lebih romantis juga kan makan berdua." ucap Bu Hilya kepada Nisa.
"Baik Mah"
Nisa segera ke kamar untuk berganti pakaian. sedangkan Bu Hilya memanggil suaminya yang ada di ruang kerja. karena Bu Hilya akan mengajaknya makan siang bersama.
Nisa sudah berganti pakaian. dia juga memoleskan sedikit make up di wajahnya agar terlihat lebih cantik. Nisa berpamitan kepada Bu Hilya dan Pak Alex yang sedang makan siang. setelah berpamitan, dia segera pergi ke kantor Alvin di antar oleh supir rumah.
°°°