Mafia The Real

Mafia The Real
Pajak Naik 10%



...Part 98...


Johan mulai meminta kedua paman dan bibinya masuk ke dalam di saat ini mereka mulai berbincang-bincang mengenai tentang apa yang harus dilakukan ketika menjadi ketua, namun Johan sama sekali tidak ingin melakukan semua peraturan itu,yang hanya ia inginkan adalah melakukan sesuatu kebebasan dan mempercayai anggotanya sehingga membuat dirinya menjadi jauh lebih kaya.


"Ya udah kalau kamu memang ingin cepat kaya aku ada seseorang yang melakukan pekerjaan di mana gajinya itu sangat besar,jadi kalau kamu ikut di sana maka kamu bisa mendapatkan gaji yang cukup besar apalagi kamu adalah ketua maka hal ini sangat bisa dipastikan"Kata lord memberi tahu Johan.


"Emang pekerjaan apa yang bisa mendapatkan gaji yang cukup besar?"tanya Karin istrinya yang penasaran.


"Di sana Mereka menjual sebuah narkoba dan juga soal itu pasti aman karena banyak penyelundupan dari luar negeri hingga kedalam jika kamu jual narkoba itu ke yang lainnya maka kamu akan mendapatkan untung yang sangat besar sudah jelas kamu tidak akan rugi Dan apapun yang kamu bisa kamu belikan"sang Paman memberi saran kepada Tuhan agar membuat sesat.


"Baiklah jika memang itu jalan yang terbaik maka aku akan melakukannya,dan Paman bantu aku untuk menyelundupkan narkoba itu ke dalam sehingga aku bisa mengedarkan narkoba itu ke yang lainnya "


"Udah tenang aja soal mengedarkan tenang aja,paman jagonya dan satu lagi kamu harus bisa menguasai kota atau daerah yang lainnya agar anggota kamu dan kekuasaan kamu jauh lebih kuat"saran paman kepada ponakannya di saat duduk bertiga tanpa ada seorang pun yang menguping.


"Udah tenang aja soal itu Johan bisa menghadapinya Johan akan melakukan sebuah penyerangan ke daerah-daerah yang lainnya untuk membuat kekuatan yang sangat besar dan aku bisa terkenal hingga ditakuti yang lainnya"Johan tersenyum puas karena tujuan yang sangat kejam ini.


Di saat mereka berbincang tiba-tiba ada seorang anak buah yang memberi laporan untuk sebuah pajak yang telah ia dapatkan.


"Ketua!!! saya sudah mendapatkan laporan dan uang hasil dari pajak kita dari bulan ini,dan ini adalah hasilnya"sambil memberikan beberapa catatan dan uang yang telah ia dapatkan kepada Johan sang ketua baru.


Johan mulai mencek dan melihat catatan-catatan itu hingga berisi uang dalam pemasukan dari pajak.


"Apa-apaan ini masa uangnya segini pajak segini masyarakat keenakan dong mending pajaknya naikin karena kita ini melindungi mereka dari kejahatan juga,aku minta pada kamu untuk menaiki pajak kepada yang lainnya 10%"Kata Johan dengan sangat tegas kepada anak buah itu tanpa memikirkan nasib masyarakat kedepannya.


"Tapi ketua ! pajak segini bagi mereka sudah cukup besar dan ini juga mereka membayarnya dengan sebuah cicilan"balasan anak buah sambil menundukkan kepala untuk melakukan rasa hormat.


"Naikan pajak Mereka jangan sampai mereka keenakan karena di sini aku yang berkuasa!!! dari sini sini aku yang membuat sebuah peraturan!! jika mereka tidak ingin membayar pajak itu maka mereka akan mendapat sebuah hukuman berupa cambukan yang cukup banyak"Johan mulai melakukan aksinya dengan menaikkan pajak kepada mereka.


"Baik ketua! akan saya lakukan dan akan saya berikan informasi ini kepada yang lainnya agar mereka tahu bahwa pajak akan naik dalam hari ini sebesar 10%"anak buah itu mulai pergi meninggalkan Johan dan bibi beserta pamannya.


"Hahahaha...!!! kamu pintar sekali Johan, dengan seperti ini kamu juga akan mendapatkan untung yang sangat banyak!! kamu tidak perlu menghiraukan nasib masyarakat jika mereka mati maka mati saja kita tidak perlu peduli karena di sini banyak orang yang masih hidup"ucap leord tak memiliki perasaan yang baik.


"Tentu saja ini adalah kekuasaan ku dan untuk kalian paman dan bibi saya akan menjadikan kalian menjadi wakil ku"Johan memberi kedudukan yang pantas kepada mereka.


"Yang kamu maksud wakil ketua?"Karin bertanya.


"Iya wakil ketua,aku akan menjadikan kalian berdua wakil dan wakil yang lama akan aku pecat sekarang juga"


"Terima kasih"


Di pasar sangat ramai dan banyak sekali orang yang berlalu lalang dari membeli hingga menjual dari perabotan hingga makanan.


"PENGUMUMAN!!!!! SEMUA HARAP DENGAR!!!"


Mereka semua langsung tertuju kepada anak buah anggota mafia geng yang sedang berkumpul untuk memberikan informasi.


"DI INFORMASIKAN BAHWA PAJAK KALIAN YANG BERJUALAN DAN BERDAGANG DI SINI AKAN MENDAPAT PAJAK TAMBAHAN SEBESAR 10% TIDAK ADA YANG MENOLAK DAN TIDAK ADA YANG BOLEH MENGHINDAR KARENA JIKA KETAHUAN MAKA AKAN DIHUKUM BERUPA CAMBUKAN YANG CUKUP BANYAK OLEH KETUA DISINI YANG BERKUASA ADALAH KETUA JOHAN YANG BARU DI MANA DIA YANG BERHAK MELAKUKAN SEBUAH PERATURAN TANPA ADANYA PEMBANTAHAN!!"


Semua orang heran dan melongo pajak yang segini saja sudah banyak apalagi pajak yang ditambah sebesar 10% bagaimana mereka bisa mencari makanan?.


"Tuan apa benar ini peraturan yang dibuat oleh ketua?"tanya sang ibu yang sudah tua kepada anak buah itu.


"Iya Bu ini adalah peraturan yang dibuat oleh ketua baru karena ketua lama sudah tidak ada dan digantikan oleh anaknya"ucap sang pria menjawab dengan sopan kepada sang ibu yang tua.


"Lalu bagaimana nasib kami yang sangat miskin bahkan kami juga jarang sekali mendapatkan makanan yang cukup banyak"kata pria yang berada di pojok untuk menanyakan kepada anak buah itu.


"IYA BENER!!! UBAH PERATURAN INI!!!"


"UBAH!!!"


"UBAH"


"UBAH!!!! UBAH UBAH!!!!"


"OKE SEMUA STOP!!!!"teriak anak buah itu untuk menghentikan demo dan kata-kata dari para pedagang yang sudah berjualan di sini.


Mereka semua diam dan langsung memandang anak buah itu berharap mendapatkan keringanan.


"MAAFKAN SAYA!!! SAYA DI SINI HANYA SEKEDAR MENYAMPAIKAN INFORMASI YANG TELAH DIBERIKAN KETUA DAN INFORMASI INI SANGAT LENGKAP TIDAK BISA DIUBAH SAYA PERMISI DAN MOHON MAAFKAN SAYA!"anak buah itu mulai pergi dengan yang lainnya untuk tidak membuat sebuah kekacauan yang dilakukan oleh para.


Para pedagang merasa kecewa kepada ketua baru yang telah membuat kebijakan yang seperti ini dan membuat para nasib rakyat menjadi sangat kacau dan menderita.


Banyak pedagang yang mengeluh dan ingin pindah dari sini.


"Sudahlah, ketua baru ini sangat kejam dan tidak memiliki perasaan sama sekali,buktinya dia tidak peduli dengan kita dan nasib kita" kita sang bapak tua yang berjualan syur di sana.


"Iyah pak mending kita pindah aja kita tidak sanggup di sini dan malah menyiksa kita di banding mendapatkan uang"kata sang ibu yang hendak membereskan sayur dan berinisiatif pergi.