
...Part 59...
Catarina Menyandar pada tembok seketika kaget dan bangun.
"Apa?aa...aku?"tanya Catarina menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk.
"Iya,ini ambilah walau tidak seberapa"
Catarina tidak menyangka orang yang spesial bagi semy adalah dirinya sendiri.Dengan Hati yang lembut catrina membuka bingkisan ini dan ia juga kaget ketika tau bentukanya adalh menyerupai gelas.
"Hah?kok...bentuknya?"kata catarina.
"Iya maaf habis cetakan semalam gak ada kamu bawa pergi"
"Ouh iya,ft..fttt.."catarina menahan ketawa.
"Ayo coba makan lah"kata semy.
Catrina mulai memotong Coklat dengan tangannya menjadi dua bagian,namun ini sangat sulit bagi catarin karena selain tebal ini juga keras.Semy membantunya memotong menjadi dua bagian.
"Oh...sosweeeet...."kata gadis yang melihat mereka.
Semy hanya tersenyum dan ia mengambil hp karena ada yang menelpon.
"Eh bentar ya Catarina aku mau angkat telepon dulu"kata semy.
"Okehy"
Di saat semy tak ada catarina yang lengah di datangi gadis,awalnya hanya satu orang yang mencicipi Coklat semy tapi kini banyak yang ingin mencicipinya.
Hingga di tangan catarina di ambil hanya.bekas di bibir saja coklat yang tersisa.Sekaligus coklat ini ludes dan catarina hanys menganga karena mereka berebutan coklat semy.
Semy kembali lagi dan ia bertanya pada catarina.
"Cepat sekali kamu makan coklatnya?"
Catarina menunjuk pada gadis-gadis yang memegang bongkahan dari coklat Semy.
"Udah yang sabar nanti aku buat lagi"
"Gak ah,punya kamu gak enak keras"kata catarina mencoba membuka bingkisan daru para gadis yang di berikan pada semy.
Semy dan catarina menyimpan coklat-coklat ini di belakang mejanya yang dekat laci.Lagi lagi pesan dari Para gadis berderet dan semy tak mampu membalasnya.
Fiola kesal lagi-lagi yang di idolakan adalah Semy dan catrina,fiola sudah tak tahan dan ingin pergi dari sini segera.
Jam Istirahat....
Ahahahhaha!!!!
Ahhahaha!!!
Ahahahaha!!!!
Tawa yang terdengar oleh Fiola membuat nya semakin setres,apalagi ini adalah suara dari catrina yang akrab dengan gadis-gadis lainnya.
Lalu Semy saat bercanda tawa mendapat telpon lagi dari Seseorang ternyata ini adalah edward.Di sana semy berbicara dengan sangat serius.
Edward duduk di sofa dengan myra,ia menunggu kedatangan dari semy saat ini.Semy di panggil dan duduk dengan Catarina di sofa.
"Sini ayah ingin bicara sebentar"kata edward.
Mau tak mau Semy dan catarina duduk.
"Ayah sudah dengar cerita dari semy,dan jawaban dari ayah adalah boleh,ayah akan memperbolehkan semy untuk pergi dan mencari jati dirinya"kata edward yang sebenernya tak ingin Semy pergi.
"Hah?maksud ayah apa!?"tanya catarina yang bingung tidak tau persoalannya.
"Semy ingin pergi,ia akan pergi dan tidak tinggal di sini,ia meminta izin pada ayah untuk mencari orang yang telah membunuh kedua orang tuanya"
"Itu benar semy?!"tanya Catarina pada semy yang ada di sebelahanya.
"Iya itu benar,maafin aku ya"kata semy.
Catarina kini merasa terpukul dan batinnya tersiksa,setelah kehilangan ibu,ayah dan kini semy kesayangannya.
"Kamu kok jahat sem sama aku,kamu gak ada bilang dulu sama aku,aku benci sama kamu!!! aku benci!!!! Aku benci kalian semua,aku benci hidup di dunia ini"Teriak Catarina yang tak bisa menerima kenyataannya.
Catrina kini merasa sedih lagi karena semy akan pergi,semy mengikutinya dan ingin menjelaskannya.
"Cat...catarina...buka pintunya donk"kata semy yang terus menggedor pintu catarina di luar karena di kunci dari dalam.
Catarina terus tak merespon dan tidak menghiraukan panggilan dari semy.Mau gimana lagi semy hanya bisa duduk dan meminta maaf pada catarina.Dengan jalan yang lemas semy masuk ke dalam kamar dan ia memberesi baju-baju untuk ia pergi,semy akan mencoba mandiri dan tidak lagi Bergantung pada orang lain.
Sore,malam,hingga pagi catarina berada di kamar dan semy hari ini juga akan pergi untuk membalaskan dendam yang ia punya.Namun di saat perpisahan catarina tak ada dan ia malah mengurung di dalam kamar.Yang hanya ia lakukan adalah Memberi pesan minta maaf pada Catrina.Namun catarina justru memblok nomor semy.
Tak kehabisan ide untuk kata-kata perpisahan semy menulisan surat pada catrina dan melepasnya di bawah Pintu kamar catarina.
Tujuan semy kini tidak tau pasti ke mana dan ia akan tinggal bersama orang lain dan bekerja.
Mobil sudah berbunyi di depan ini adalah kepergian semy yang tak pasti.Dengan tangisan yang menjadi-jadi catrina hanya bisa melihatnya di atas melewati jendela.
"Saya pamit dulu ayah"kata semy yang naik mobil.
Tak lupa edward memberikan sebuah bekal pada semy di saat ia pergi,semy mengharapkan catarina ada di saat ini juga untuk perpisahan terakhir kalinya.
Lambaian mulai saling melawan dari Semy,edward,myra bahkan si kecil cristal.Dan ini Semy sudah jauh di depan gerbang rumah edward.Dengan ini semy melepas rasa sedihnya .
Mobil sudah jalan dan ia menentukan sebuah kos-kosan yang menurutnya murah.Di mana ja tingga di sebuah Kos-kosan murah yang kecil dan juga dekil.
Pertama kali masuk ke dalam Banyak pria yang berlalu lalang yang tinggal di sana,dari kanam kiri tak habis-habisnya semy melihat banyak kekerasan di sini.
Ada gadis yang di marahi suaminya,anak yang di pukul ibunya hingga sekumpulan preman yang tinggal di sini.Semy tetap tak menghiraukannya karena ini bukan urusannya dan ia tak ingin mencari masalah baru di sini.
Semy sudah menemukan kamarnya,di mana kamar ini dekat kamar seorang Wanita yang sedang menyusui anaknya.Semy masuk ke dalam kamar dan menyimpan barang-barang yang ia bawa .Tak ada lagi Makanan Tak ada lagi mobil yang mewah.Kini ia harus bisa mandiri.
Ini adalah tempat di mana ia dulu tinggal,karena dengan tinggal di sini mungkin ia bisa menemukan orang yang ia benci.
Semy dengan engah duduk di kasur yang keras dan selimut yang bau.Dengan langkah pelan ia menunju ke sebuah jendela,dan ia berada di lantai kedua.
Ia memegang jendela yang sepertu jeruji ini,ia dengan napas yang lega kembali membereskan barang-barangnya..
Suara keributan mulai terdengar dari kejauhan,dan ada segerombolan pria yang meminta uang pada anak yang tinggal di kos-kosan ini sebagai pajak.Sampai tiba di depan kamar semy.Pria ini meminta uang pada semy sebagai pajak.Semy ingin menolaknyaa.