Mafia The Real

Mafia The Real
Ibu Tiri Catarina



...Part 48...


Kring...Kring...Kring...


Bel sekolah berbunyi yang menandkan anak-anak boleh sekolah.Semy tak henti dari tadi memegang sebuah buku untuk menutupi rasa kesedihanya.Semy berjalan berdua dengan catrina,fiola hendak menyusul Namun Ia terhalang oleh anak-anak yang berkerumun lewat.


Singkat waktu


.


.


.


Brem....Brem....Mobil berjalan dan ini adalah perjalanan panjang dari Edward.



Mereka bertiga sampai di rumah dengan keadaan selamat.


Dan inilah rumah mereka.



Edward menyambutnya dengan senang termasuk juga Karin.


"Halo kaka.....selamat datang,bagaimana bisninya?lancar?"tanya leord sambil membukakan kedua tangannya yang hendak memeluk Edward.


Tiba-tiba senyuman dari karin dan leord mulai hilang setelah keluarnya Seorang gadis di depan rumah Mereka.



"Sayang Dia siapa?"tanya karin pada leord.


"Aku tidak tau yank"


Edward datang dan memeluk leord.Sambil mengatakan hal yang tak terduga.


"Ouh iya ini adalah istriku,sebenernya aku memiliki dua istri tapi aku gak bisa menjelaskannya ini terlalu rumit,pokonya kalian kenalan saja ya"ucap edward dengan riang gembira.


Wanita ini myra datang dan berdiri di samping edward sambil memangku anaknya cristal.


"Hay aku Myra salam kenal"kata Myra dengan senyumanya.


"Ya...aku karin adik ipar Edward"balas salaman dari karin yang senyum pura-pura.


"Oke daripada di dalam kita masuk saja dan ngobrol-ngobrol aja nanti kenalan lebih dekatnya di dalam saja ya"pinta edward meminta mereka semua masuk ke dalam.


Kini mereka berkumpul dengan baik di ruang keluarga.Kedatangan Myra membuat Karin tak suka karena semua pandangan nya akan teralih oleh myra.


Semy dan Catarina dalam perjalanan pulang


"Duh...sem...semy...jangan cemberut donk,senyum donk demi aku"pinta catarina yang menyubit pipinya semy.


"Awh...iyaa...iya nih aku senyum"sambil melebarkan senyumannya.


"Ih jelek gitu gak mau ah,jelek tau"


"Yaudah gini nih,oke nah..."tersenyum manis.


"Nah gitu donk kan enak di liatnya"catrina menyandar di bahu semy.


Semy dengan mudahnya mengelus rambut catrina dengan perlahan.


Sesampai di rumah


Plak..Plak...Plak...


Suara langkah kaki Catarina menuju Rumahnya terdengar jelas karena ia berlari sejak turun dari mobil,catarina melihat Mobil ayahnya makanya bersemangat.


"Ayah.....Catarina pulang" Melepas raut wajah yang bahagia dan senang.


Sang pelayan membukakan pintu untuk catarina,ia bersemangat sekali sehingga ia mengerem pergeraknnya.


"Eh ayah ada tamu ya?bibiku dari mana ini?"tanya catarina pada ayahnya yang duduk di sofa bareng yang lainnya.


"Anakku udah pulang,kenalin ini ibu barumu dan ini adik mu"kata Ayah pada catrina.


"Gak!!!!! Aku tidak ingin ibu baru !! ayah jahat!!! ayah tega sama catarina,ayah udah janji bakal setia sama ibu kenapa cari ibu yang baru,catarina benci sama ayah!"Teriak Catarina meluapkan emosi yang ada di pikirannya karena tindakan ayahnya.


"Catarina dengarkan penjelasan ayah dulu,nak..nak"menghampiri catarina.


"Gak...aku benci ayah,sampai kapan pun aku tidak akan menerima ibu baru,titik!!!"Balas catrina.


"Cukup catarina!!!"Bentak edward yang pertama kalinya pada Catarina.


Catarina diam dan tersenyum.


"Ouh bagus ya,sekarang sifat ayah sudah berubah,ayah sekarang lebih memilih mereka di banding perasaan catarina,baiklah catarina tidak akan peduli dan jangan pernah anggao catarina ada !!"sahut catarina pada ayahnya dan berlari ke kamar.


Semy berdiri dan menatap perkelahian ini dari belakang,tanpa mengatakan sepatah kata apapun semy langsung pergi dan naik ke atas menuju kamarnya.


"Edward cukup,kamu jangan bentak dia,kasian dia masih kecil kamu jangan marah-marah nanti kan bisa di jelasin secara perlahan"ucao myra dengan lembut pada edward.


"Ya,maafin aku dari dulu kenapa sikap aku sangat egois"balas Edward.


Karin yang duduk di sofa tak suka pada myra,apalagi ia merasa myra ini caper pada edward.Daripada mendengar kepusingan dari Dalam keluarga karin juga bergegas ke kamarnya,ia mengambil sebotol alkohol untuk di minum.


Sedangkan catarina,ia berbaring di kamar.



"Hikss...hikss...ayah sekarang jahat,apalagi sekarang dia ada anak lagi,dia gak bakal sayang sama catrina,hiks...hiks..."tangis catarina di dalam kamarnya.


Tok..tok...tok..


"Boleh aku masuk?"ucap semy di luar kamar yang berdiri di depan pintu kamar catrina.


"Ya masuk saja semy "sahut catrina.


Semy pun masuk dan perlahan duduk di sebelah catarina yang sedang berbaring.


"Cat...Aku minta kamu jangan egois ya"


"Egois apa sih?aku kan mengatakan yang sebenarnya"


"Iya kamu belum mendengar penjelasan dari ayahmu,siapa tau dia ada alasan di balik semua ini"


"Terserah pokonya aku gak mau tau aku gak mau ibu baru lagi titik"


"Yaudah terserah kamu aja,tapi aku minta hapus air matamu,aku tidak ingin kamu menangis"memberikan sehelai tisu padanya.


Namun Catrina tak mengambil tisu malah menarik baju Semy yang berada di perutnya dan dengan tenang catarina membuang ingus di baju semy.


"Eh..apa-apaan ini jorok kali"kaget semy.


"Heheh aku gak suka tisu itu karena tipis banget buat aku"tawa Catarina yang masih ada cairan ingus di pipinya.


"Ih udah gede masih aja jorok,bersihkan dulu dengan rapi nih"Semy membuka bajunya dan mengelap pada wajah catrina sekaligus.


"Ahh...jahat kamu aku gak bisa napas tau"teriak catarina.


"Nah...hayo...Gimana bajuku ini"


"Pake kaos aja kan bisa,udah bajunya cuci aja nanti"balas catarina mengelap wajahnya dengan selimut.


"Udah kamu jangan nangis kalau nangis tambah jelek,udah wajah jelek,tambah jelek lagi"Semy mencoba menghibur catarina kini mereka bergiliran.


Semy dan Catarina berada di dalam kamar sendang bermain,edward yang hendak menenangkan catarina merasa lega karena semenjak ada semy ia bisa menghiburnya.


"Eh...Semy....coba kamu diam di atas Selimutku"pinta catarina.


"Ah gak mau selimut kamu bau iler jadi aku gak bisa"


"ih coba sekali aja"


Semy menuruti apa kemauan Catarina,namun d benak catrina hanya ada kejahilan saja yang akan di lakukan pada semy.


Semy mulai berbaring di atas selimut,dengan perasaan yang tidak enak.Dan catarina mulai membungkus semy dengan selimut itu,ia menginkatnya dengan sabuk sekolah seperti ulat.Hanya saja kepala yang bebas dan tidak tertutupi.


"Udah kan?ayo lepasin aku"kata Semy.


"Hah lepasin?gak ah gak mau"tawa Catarina melihat bentuk semy yang seperti ulat.


Semy mulai bangkit namun tak bisa,ia mencoba melepaskan dirinya namun sepertu ulat yang sedang berjalan.Tentu hal ini membuat catarina keras tertawanya.