
...Part 8...
Kediaman Edward !!!!!
"Catarina kamu dari mana saja,ayah kangen sama kamu"kata Ayah memeluk catarina.
"Maaf ya catarina kemaren di culik sama Mafia paman hendrik,dan untung saja Ada teman-teman yang membantu Catarina"sambil menunjuk pada arah semy.
"Sukurlah kamu tidak apa-apa,dan bener saja ini kerjaan dari si hendrik,gak bakal aku biarin dia lolos dariku"kata edward kesal.
Semy yang melihat wajah edward sangat terpesona dan kagum,dan ternyata edward adalah Idola dia dan ia hanya bisa mendengar kehebatannya dari orang saja dan kini ia bisa melihatnya langsung.
"Terima kasih ya anak-anak sudah menolong anak saya"kata Edward.
Semy dan Merlinda di perlsilahkan duduk di sofa yang sangat mewah.
"Oh iya merlinda sini aku obatin dulu biar kamu gak sakit"kata catrina mengobati luka dari tangan merlinda.
Johan turun dari lantai atas ke bawah dan menuruni tangga sambil menatap semy dan merlinda seperti gelandangan.
"Sial kenapa Catarina bisa kembali"pikir johan dengan raut yang kejam.
Setelah mengobati luka dari tangan Merlinda,kini mereka sedang mengobrol.
"Kamu tinggal di mana nak?"tanya Edward pada semy dan merlinda.
"Heheh kami tinggal di Gubuk kecil saja pak"kata merlinda menjawab.
"Oh makasih banyak ya karena udah mau nolong catarina,sebagai gantinya saya akan memberi anda uang"kata Edward.
Edward segera memanggil pelayannya dan menyuruh mengambil sebuah koper kecil,dan koper kecil ini berisi uang yang cukup banyak bagi semy dan merlinda.
"Hanya segitu kah harga catarina?murah sekali"kata johan di depan Sang ayahnya dan juga semy.
"Tutup mulutmu"ucap edward kesal pada johan.
Namun johan sama sekali tak memperdulikan kata dari Ayahnya itu.
Semy terdiam dan melotot ketika melihat uang yang begitu banyak,dan berpikir ia bisa membeli rumah yang layak.Dan merlinda hanya bisa menelan ludah karena tergoda.
"Gimana?Terima ya sebagai tanda terima kasih"kata edward mengasokan pada anak-anak di atas meja.
"Maaf Tuan kami ikhlas kok menolong Catarina dan kami tidak bisa menerima hadiah ini"ucap semy menyodorkan lagi pada edward.
"Lalu apa yang kalian inginkan?emas?mobil?rumah?Atau berlian?"kata edwrd.
"Tidak tuan jika saja boleh kami hanya meminya sedikit kentang saja untuk kami makan"kata Merlinda dengan wajah malu.
"ouh tentu saja apapun yang kalian inginkan akan saya beri"ucap edward tersenyum.
"Oh iya Kamu mau main dulu sebentar di rumahku atau mau pulang?"tanya catarina pada melrinda.
"Karena ini sudah sore kami mau pulang saja,terima kasih"ucap merlinda.
"Dah...sampai berjumpa lagi"ucap catarina melambaikan tangan.
"Iya senang berkenalan denganmu"jawab semy.
Kini semy dan merlinda di antar ker rumahnya dan membawa beberapa oleh-oleh dari edward,semy yang telah bertemu edward mengabadikan momen ini karena menurutnya ini sangat langka.
Di sisi lain catarina masuk bersam ayahnya edwrad.Sesampai di kamar Johan datang dengan wajah yang sok polos.
"Heh...kok mau sih berteman sama aja jelata kayak gitu"kata johan duduk di kursi dekat dengan catarina.
"Walaupun seperti itu dia baik dan dia juga menolongku dari bahaya,kamu jangan ngejelekin mereka"kata catarina tak terima atas ucapan dari Johan.
"Ya karena kamu ini anaknya lemah dan kamu juga tidak bisa bela diri seperti diriku,kau lemah dan tetap lemah makanya ayah sangat khwatir padamu"kata johan tak memikirkan perasaan catarina dan langsung pergi.
Catrina termenung sebentar dan mengingat peerkataan Johan kakanya yang menurutnya benar.Ia lemah jadi sangat merepotkan ayahnya.Maka dari itu catarina bertekad untuk memilih mengikuti bela diri dan izin pada ayahnya.
Sedangkan kini sudah pukul 18.20 Semy sudah sampai di depan rumah Merlinda,dan sang kakek menunggu di depan sambil duduk.
"Kakek...."kata Melrinda memeluknya.
Pulang malam seperti ini sudah biasa bagi merlinda,namun yang tidak biasa adalah di antar oleh orang yang mengendarai mobil mewah.Dan juga orang itu mengeluarkan beberapa makanan yang cukup banyak bagi mereka,dan ini adalah ucapan terima kasih.
Sang kakek juga berterima kasih karena ia bisa makan malam ini.
"Kamu dari mana aja sayang?"tanya sang kakek.
"Aku dari teman kek dan ceritanya panjang nanti merlinda cerita di dalam saja kek di sini dingin,dan kakek gak boleh kedinginan"kata merlinda membantu sang kakek ke dalam.
Setelah semua selesai merlinda bercerita pada sang kakek apa yang terjadi padanya dan juga semy,setelah mendengar itu Ia sangat cemas apalagi berhubungan edward mafia terkuat.Dan sang kakek meminta Merlinda juga semy jangan mendekati catarina karena ia berbahaya.
Namun semy sudah berjanji akan menjadi teman setianya.
Pada saat malam Merlinda juga memasak dan Makan bersama.
Di malam hari Sang adik esward datang ke rumah Esward dengan keadaan yang lumayan cukup sehat.
"Halo...bagaimana kabarmu kak"kata leord memeluk sang kakak esward.
Eswad hanya terdiam dan kembali duduk.
"Udah kak jangan di perpanjang masalahnya dan sabar pasti catarina akan kembali"kata leord duduk di sebelahnya.
Namun edward menjelaskan bahwa catarina sudah di temukan dan baik-baik saja,leord menjadi sangat marah lagi di dalam hatinya.Dan edward akan menyerang area hendirk karena telah menganggu anaknya dan ini demi keselamatan catarina.Dan pertempuran ini akan di pimpin oleh edward sendiri karena leord masih sakit baginya dan ia juga akan membalaskan dendamnya secara langsung.
Leors terdiam setelah mendengar rencana itu dan dia hanyalah adik saja dan tak bisa mengubah rencana sang kakak.Walau pun di rubah tak akan jauh dari awalnya.
Leord masuk ke dalam kamar,dan ia mendapat telpon dari sesorang yang lain adalah pacarnya sendiri.
Pacarnya leord adalah pembunuh propesional dan juga ia sangat agresif dan dingin.Namun ja juga bisa mencintai Leord karena sesuatu yang tak bisa aku jelaskan dan bernama cinta.Mereka juga sudah berpacaran sejak dari kuliah dan mulai menjadi pembunuh bayaran.Sang wanita juga mahir dalam menembak dan menyamar untuk membunuh mangsanya.Dan inilah nama nya adalah karin,karin pacar leord,karena sudah lama berpacaran dan karin meminta leord untuk melamarnya dan menikah.Namun leord takut ketika akan meminta izin pada edward,jadi karin lah yang akan meminta izin pada eswars dengan berani.
Setelah perbincangan malam Leord menutup teleponnya.