
...Part 38...
Malam hari,catarina masih saja asik dengan hp nya,dan semy mulai masuk ke dalam kamar catarin dengan izin.
Karena besok adalah hari di mana semy akan menembak Fiola,maka hari ini mereka akan siap-siap untuk besok.
Singkat waktu di pagi hari,kaki Catrina lumayan sembuh namun masih berjalan dengan pincang.Catarina masih curiga pada fiola jadi dia meminta izin pada semy untuk mengurus sesuatu.Diam-diam catarina sembunyi di balik dinding untuk melihat kedatangan fiola.Sudah banyak yang datang namun fiola tak ku kunjung datang,catarin merasa kesal.Ia pun memutuskan untuk ke kelas saja,namun tiba-tiba fiola datang dan ia mulai turun.Catarina mulai bersembunyi lagi dan melihat fiola.Sudah terlihat jelas kalau di dalam mobil fiola ada seorang pria namun entah kakak atau saudara karibnya.
"Sayang..aku pamit dulu ya"kata fiola melambaikan tangan.
Namun karena terlalu berisik catarina tak bisa mendengar apa yang di katakan fiola,akhirnya catarina keluar setelah fiola berjalan masuk ke kelas.Dan ia juga melihat pria yang bersama fiola itu namun belum di pastikan dia siapa.
"Hemm ....aku heran dia siapa yaa..."pikri catarina.
Waktu sudah menunjukan pukul setengaj tujuh dan catarina masih belum berada di kelas dan di cari oleh semy.Semy pontang-panting untuk mencari catarina,dan mereka bertemu di lantai pertama kelas B.
"Heh...dari mana aja kamu aku nyariin tau"kata Semy khawtir.
"Udah tadi aku ada urusan dikit santai aja kali,ayo ke kelas fiola udah datang tuh"
"Yah aku gugup banget sekarang dekat sama dia"
"Yelah udah santai aja kali".
Semy dan catarina masuk ke dalam kelas dan menyapa fiola,ia lupa seolah-olah tidak ada yang terjadi dan tidak ada surat itu.Pada puiul 7 mereka akan ke lapangan kumpul dan melakukan senam bareng.
Fiola tak ingin pergi sendiri dan selalu bersama semy.
Kini Semy mulai siap-siap untuk menembak fiola,namun terlebih dulu ia harus senam dan mengikuti gerakan yang di lakukan oleh guru.
Dalam beberapa jam mereks mulai selesau senam,air sudah bercucuran di wajah semy karena lelah,fiola berada du depan semy,ia juga mengelap keringat basahnya yang ada di wajah.
Satu tangkai bunga mulai datang dari belakang,mereka saling oper dan oper satu sama lain.
Dan terakhir di pegangan semy,semy mulai memberanikan diri.Ia mendekati fiola dan menarik nafas dalam-dalam.Dan ....
"Fiola"sapa semy sambil menoel pundaknya.
"Ya semy?"jawabnya berbalik arah.
Ketika fiola berbalik arah semy langsung mengasongkan sebuah tangkai bunga yang cantik untuk fiola.
"Ini...terimalah,mau kah kamu jadi pacarku?"kata semy sambil memohon dan menekuk satu lutut di tanah.
OMG!!!!
Semua pandangan tertuju pada semy dan fiola,mereka langsung melihatnya maupun itu kakak kelas.Tidak di sangka kalau fiola lah yang di sukai semy padahal yang beredar fiola hanya penengah saja.
Fiola yang di lihat oleh anak-anak langsung menerima tawaran semy dan mengangguk,jelas semua sorak gembira dan teharu melihat hal ini.
Semus orang bertepuk tangan karena semy dan fiola sudah jadian,dan mereka berpegangan tangan.
Jam istirahat,semy dengan pakain rapinya masuk ke dalam kantin,tak lupa ia juga membawa fiola,fiola yang suka sama semy karena ingin populer terus saja menggandengnya dan manja padanya.
"Semy...ayo makan di kantin berdua aja,aku...aku mau belie teh pocci"kata fiola dengan nada yang lembut.
Mendengar kata-kata ini catarina hanya ingin muntah dan menahannya,karena ini demi kebaikan dari semy.Semy dari tadi terus saja berduaan dengan fiola,di saat makan semy tak lupa meminta no hp fiola agar bisa saling chatan.
Fiols pun memberikannya,semy sangat bahagia dan beruntung karena memiliki fiola,namun ia tidak tau sifat Fiola yang sesungguhnya.
Catarina tak ingin mengganggu mereka,dan mereka yang asik pacaran juga suka mengabaikan catrina,akhirnya ia makan sendiri dan menuju ke sebuah perpustakaan.Tak sengaja di tengah jalan ia bertemu dengan seorang pria yang menabraknya.
"Aduh...."jerit catarina yang tak tinggi.
"Ma..maaf ya"kata pria ini langsung mengambil buku yang jatuh dan berserakan.
"Iya...iyaaa"kata catarina.
Catarina juga membantu pria itu dalam membereskan bukunya,tetapi tiba saja aura dari catarina berubah seolah-olah ada yang berbeda dari Pria ini.
Catarina merasakan sesuatu dan ketika melihat wajahnya catarina terpesona karena ia adalah tipe yang ia suka.Anak cupu,ya anak cupu berkacamata dan juga lemas.
Karen tumpukan buku ini banyak Catarina juga membantu membawakannya namun ya secra paksa.
Kini mereka sampai di sebuah perpustkaan,dan pria ini asik menata buku dengan baik dan tapi bahkan sesuai materinya.Catarina semakin suka dan tergila-gila pada pria ini.
Ia segera mengambil hp dan memotretnya,namun tak sengaja potretan itu berbunyi dan membuat suara.Hal ini dapat membuat pria ini curiga dan menatap catarina,namun catarina dengan santai berpura-pura selfie sendiri.Dan membuat jauh dari kecurigaan.
Catarina terus saja melihat pria ini dari kejauhan,bahkan ketika keluar catarina juga keluar dan membututinya,rupanya pria ini adalah kelas 11 B hanys berbeda tiga kelas dengannya.
"Akh...priaku"kata Catarina menghayal.
Lalu catarina tak sengaja kebelet pipis,dan ia pun pergi ke toilet.Sesampai di sana ia hampir bernyanyi namun tak sengaja mendengar suara dari fiola.
Diam-diam catarina maju dan mendengarkan apa yang di omongkan oleh fiola,agar terdengar jelas catarina masuk ke toilet satunya dan menempelkan kuping di penghalang.
"Yah begitulah...aku senang banget"kata fiola berbicara pada seseorang.
"Ko bisa ya,padahal kamu kan ada pacar"ucsp seorang wanita di dalam hp.
"Yaaa karena semy kan suka sama aku dan jyga aku bisa beruntung pacaran dengan dia dan aku bisa terkenal di sekolah"kata fiola .
"Kamu gak takut kah sama pacarmu itu,kalau ketauan bisa habis si semy di hajar oleh pacarmu"
"ya gak akan donk kan aku ini cantik,wajar saja lah banyak yang suka termasuk si semyy,ya sebenernya sih gak level sama dia karena smey ini orang miskin dan pembantu Tuan edward,namun ia terkenal di sekolah jadinya akan aku manfaatkan di sekolah saja"
"Yaudah terserah kamu"
Niat busuk dan rencana jahat fiola sudah terdengar oleh catarina.