Mafia The Real

Mafia The Real
Gosip Percintaan



...Part 28...


Kini semy memangku Keluar catarina dan ia masih dalam keadaan mabuk.


Ken dan Rey juga memberi waktu satu jam untuk Jekse dalam hal ini ,namun sayangnya jekse sudah dalam keadaan berlumuran darah,dan ia terus berteriak meminta bantuan ken dan rey.


Namun Jekse baru sadar pintu nya ia kunci dari dalam bukan luar,drama bodoh apa ini?


Jekse segera membuka pintu dan masuk menemui ken dan rey yang asik minum,namun mereka berdua kaget karena jekse dalal keadaan berlumuran darah.Dan ia meminta Rey dan ken untuk mengejar Semy yang tak jauh dari sini.


"Jekse....apa yang terjadi padamu?"kata ken yang khawatir lalu menghampirinya.


"Cepat cari Semy dan Catarina di luar!!!! Jangan biarkan dia lolos!"Kata jekse tak tahan lagi.


"Okok ...kamu di sini biar aku suruh yang lainnya"


Kini Mereka mulai keluar dan mencari keberadaan semy,semy sadar kalau ada seseorang yang sedang mencarinya.Ia tak boleh gegabah berkelahi begitu dengan mereka,apalagi ia membawa Catarina yang dalam keadaan mabuk ini.


Oh iya untuk posisi rumah Yang tadi itu berada di tengah hutan dan jauh dari perkampungan,maka dari itu semy bersembunyi di balik kayu yang tumbang dan membekam mulut catarina agar tidak bersuara.


Ken dan yang lainnya terus mencari Semy namun tidak di temukan dan mereka balik lagi melapor pada Jekse.


Semy akhirnya selamat dan ia menggendong catarina yang lemah,ia melihat jam yang ada di tangan catarina dan kini sudah jam 12 malam,bahaya juga jika ketahuan ayahnya jika catarina anak kesayangannya seperti ini.


Semy pun berjalan dengan menggendong catarina,kota sudah terlihat jelas di depan mata dan semy membawa catarina ke sebuah sungai yang ada di pinggir dan mengambil kresek yang ia temukan di jalan dan membasuhnya,setelah itu ia mengambil air ke sungai dan catrina duduk di kursi dekat sungai.


Semy pun menyimran Catarina yang dalam keadaan mabuk ini,dan ia membuat catarina kedinginan.Setelah di siram catarina sadar dan memeluk semy atas terima kasihnya


"Semy....makasih ya...hikss....aku gak tau kalau gak ada kamu bakal gimana.....hiksss"ucap catarina sambil menangis dan memeluk smey dengan erat.


"Sudahlah yang penting kamu baik-baik saja,aku sudah bilang kamu adalah tanggung jawabku"kata semy duduk di sebelahnya menenangkan dirinya.


"Tapi...kamu...kamu kok tau sih aku pergi ke luar?"tanya catarina.


"Ya jelas tau lah,apalagi semenjak kamu drkat sama jekse kamu mulai berubah dan lagian tadi kamu itu aneh banget suka liat jam ,dan yaa...itu bukan hal kebiasan kamu"semy menjelaskannya.


"Ouh...gitu tapi makasih ya karena kamu aku bisa selamat"kata Catarina tersenyum.


"Iya ini udah jam 12 waktunya pulang besok sekolah dan soal jekse biar aku yang urus"g


"Janji ya kamu jangan kasih tau ayahku aku gak mau nanti ayahku marah,aku takut semy"kata catarina memohon .


"Iya tenang saja asal kamu jangan mengulanginya lagi"kata Semy.


Mereka mulai bangun dari kursi dan hendak pulang ke rumah,namun catarina setelah di siram kedinginan jadi semy memberikan jaket yang ia pake.


Lalu mereka berdua berjalan dan di sana mereka juga bertemu anak mafia yang sedang mabuk di jalan,kelahi dan lain-lain,dunia malam sangat hancur di sini.


Tak beberapa lama mereka sampai di depan gerbang Rumah edward,catrina bingung bagaimana caranya masuk tanpa ketahuan satpam.


"Duh gimana udah jam satu ini mana satpam belum tidur lagi"kata catarina kesal.


Tetapi semy hanya menggelengkan kepalanya dan mendatangi satpam untuk membuka gerbang,catarina menolak Ini takut ketahuan,namun satpam ini baik dan menutup mulutnya.


Setelah itu mereka berdua masuk diam-diam dan menuju kamar masing-masing.Mereka melewati pintu belakang.


Setelah itu catrina mengganti baju dan langsung tertidur dan semy,semy hanya duduk saja dan ia mengingat perkelahian antara semy dan jekse ia tak menyangka memukul wajah jekse lebih mudah daripada memotong sayur.


Jekse segera merebah diri dan tidur di atas kasur.


Kring...Kring...kring..


Alarm sudah berbunyi dan semy bangun,ia menatap ke arah cermin dan semalam bukanlah mimpi,ia masuk ke dalam kamar mandi dan menggosok gigi,setelah itu mandi.


Ia berjalan perlahan dan menuju lemari,ia memilih baju sekolah sesuai hari dan memakainya.Sebelum catarina keluar dari kamar semy sudah menunggu di depan kamar catarina dengan tas yang ia bawa.


"Ayo keluar"ajak semy.


"Tapi...soal semalam?bagaiman kalau si jekse cari masalah lagi?"


"Udah percayakan saja sama aku sekarang waktunya kamu makan ,ayo..."ajak semy menarik tangan Catarina ke bawah menuruni tangga.


Sarapan sudah selesai dan sudah merasa aman karena sekolah,di dalam mobil catarina merasa senang dengan adanya semy,dan ia berjanji tidak akan menjauhi semy lagi atau marah lagian jika ia memang menyukai fiola tidak apa tak perlu sakit hati dan tak perlu menghindar darinya,bahkan Catarina harus mendukung semy dan fiola.


Semy yang rajin ini fokus membaca buku dan catarina terus memandangi wajah Semy,diam-diam catrina menyandar di bahu semy dengan nyaman dan hal ini tidak di marahi semy,justru semy malah mengelus -ngelus catarina.


Setelah itu sampailah mereka di sekolah dan seperti biasa.Namun tidak ada tanda-tanda jekse di sekolah ,catarina yang takut terus saja memegangi tangan semy,ia tidak ingin pergu dari semy karena semy lah yang suka menolong catarina.


Hal ini juga membuat anak-anak bingung siapa sebenernya catrina bagi semy,karena pagi ini semy dan catrina akrab sekali sambil berpegangan tangan.Ini membuat anak-anak bingung dan tidak tau pasti siapa pacanrya,bahkan mereka mengira kalau sebenernya semy memiliki dua pacar yang cantik.


Amarah sudah muncul di mata fiola,ia menatao lengan Catarina yang berpegangan dengan semy dari belakang,fiola tak suka dengan hal ini,ia harus membuat semy dan Catrina berpisah.


"Sialan!!! Bukannya kemaren-kemaren semy dan catarina berjauhan?kenapa sekarang malah pegangan tangan kayak gini"ucap Fiola dalam hati penuh kebencian.


Lalu mulai mendengar bisikikan kalau fiola selingkuhan,pacar kedua,teman dan lain-lain.Hal ini membuat fiola setres dan menuju semy.


"Hai...catarina semy,pagi...."sapa Fiola langsung memegang jari tangan semy daru samping.


Catarina juga sekarang sudah mengikhlaskan semy pada fiola dan juga ia mulai baik lagi dengan fiola.