
Pintu Gerbang Perbatasan Kota.
Penyihir Agung Reymod memandang para kultivator dari kerajaan siluman dengan sangat rendah bagaikan seekor gajah yang menatap seekor semut setelah berhasil menghancurkan formasi besar yang membentuk medan pelindung yang melindungi Kerajaan Siluman.
Bahkan ia sempat menertawakan para prajurit siluman itu setelah mengetahui seberapa besar tingkat kultivasi yang dimiliki oleh para prajurit itu.
Ia sempat tidak habis pikir bagaimana mungkin sebuah kerajaan siluman yang menjaga pusat berkumpulnya para Raja Siluman dari semua penjuru Benua Awal Mula ternyata dijaga oleh para siluman yang hanya berada di Tingkat Master atau setara dengan para kultivator tingkat Bintang Ungu.
Pangeran siluman ular merasa geram dengan tatapan Penyihir Agung Reymond. Sebab, biar bagaimanapun juga para prajurit itu adalah prajurit pilihan dari berbagai macam Ras Siluman. Tentunya mereka semua adalah siluman terbaik yang dimiliki oleh Bangsa Siluman atau Beast. Apalagi mereka semua berani mempertahankan nyawa untuk melindungi Kerajaan ini.
“Kurang ajar kau!! Kau sepertinya meremehkan kekuatan yang dimiliki oleh para prajurit siluman hanya. Baiklah, kalau begitu aku menantangmu berduel satu lawan satu,” seru Pangeran Siluman Ular geram.
“Jangan, Pangeran. Kau tidak boleh bertindak sejauh itu.”
“Benar. Pengeran tidak perlu maju ke medan perang. Biar kami saja yang menghadapi penyihir jahat itu.”
“Pangeran berdiri saja dengan tenang di tempat ini. Yakinlah bahwa kamu semua pasti akan mengalahkan penyihir itu.”
Para prajurit Kerajaan Siluman yang khawatir dengan kesalahan Pengeran Siluman Ular langsung melarang niat pangeran siluman ular yang ingin berduel dengan Penyihir Agung Reymond. Sebab, jika terjadi sesuatu pada Pangeran Siluman Ular maka mereka tidak tahu harus berkata apa pada Maharaja Jie.
Penyihir Agung Reymon menatap Pangeran Siluman Ular dengan dingin lalu berkata dengan senyum mengejek. “Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh seekor semut sepertimu? Jika aku mau, aku bisa menghancurkan seluruh kerajaan ini hanya dengan membalikkan telapak tanganku saja.”
“Jangan kau pikir aku takut denganmu! Meskipun tingkat kultivasi yang aku miliki tindak sekuat dirimu, tapi sebagai seorang pangeran aku memiliki tugas untuk melindungi Kerajaan ini meskipun aku harus mempertaruhkan nyawa,” balas Pangeran Siluman Ular semakin geram.
“Aku sudah bersikap sedikit ramah denganmu. Tapi, kau ternyata sangat keras kepala. Rasakanlah kengerian dari kekuatan sihir milikku ini.
Penyihir Agung Reymond sudah benar-benar kehabisan kesabaran. Ia lalu mengarahkan tongkat sihir yang ada di tangan kanannya ke arah bahu sebelah kanan Pengeran Siluman Ular yang saat ini berada dalam wujud setengah manusia.
Seketika aura yang sangat kuat langsung memancar dari tongkat sihir itu dan melesat lurus ke bahu bahu Pangeran Siluman Ular layaknya sebuah tombak pusaka yang siap mencabik-cabik musuhnya.
Tubuh Pangeran Siluman Ular pun langsung terpental ke belakang dan menabrak pintu gerbang dengan sangat keras. Bekas luka yang sangat dalam langsung terlihat di bahu kanannya.
“Hehe … Lebih baik aku mati di medan perang daripada harus menyerah pada seorang musuh karena aku bukanlah seorang Pangeran yang pengecut.”
Pangeran Siluman Ular tak takut sedikit pun dengan ancaman yang diucapkan oleh Penyihir Agung Reymond. Padahal Pria itu telah menunjukkan kekuatan sihir yang sangat mendominasi dan hampir mengancam nyawanya.
“Ternyata kau memang tidak memang tidak tahu batas kemampuanmu sendiri. Lebih baik aku membunuhmu daripada kau terus menghalangi jalanku di masa depan.”
Penyihir Agung Reymond menjadi sangat marah dengan sifat keras kepala Pangeran Siluman Ular. Ia lalu kembali menyerang Pangeran Siluman Ular dengan serangan yang lebih mematikan dan di arahkan langsung tepat ke jantung Pangeran Siluman Ular.
“Terimalah kematianmu!! Dasar ular keras kepala!!”
Kekuatan sihir yang begitu dahsyat langsung melesat dari tongkat sihir Penyihir Agung Reymond dan menyerang tubuh Pangeran Siluman Ular tanpa ampun.
Pangeran Siluman Ular yang sudah sangat waspada dan telah mempelajari beberapa teknik untuk menghindari serangan musuh, langsung berguling ke sebelah kiri ketika serangan itu berjarak kurang dari beberapa langkah dari tempatnya berdiri.
Bang ...
Serangan Penyihir Agung Reymond akhirnya menabrak pintu gerbang dengan sangat keras dan menghancurkan pintu gerbang itu hingga berubah menjadi bongkahan batu.
“Untung saja aku berhasil menghindar. Ternyata dia memang benar-benar menargetkan jantungku. Aku harus segera meminta bantuan Ayah atau nyawaku akan melayang,” gumam Pangeran Siluman Ular dalam hati sambil memegangi bahu kanannya yang terluka cukup payah.
Pangeran Siluman Ular lalu berdiri dan segera menggerakkan kedua tangannya untuk melakukan sebuah gerakan yang sangat misterius.
Gerakan itu sebenarnya adalah sebuah teknik khusus yang hanya diketahui oleh Bangsa Siluman Ular untuk menghubungi Raja Siluman Ular dan hanya boleh digunakan dalam keadaan yang berbahaya saja.
Akan tetapi, Maharaja Jie ternyata sudah berdiri di belakang Pangeran Siluman Ular sebelum ia sempat menyelesaikan gerakannya.
Semua prajurit siluman yang berada di tempat ini seketika merasa jauh lebih aman saat melihat kedatangan Raja mereka. Termasuk Pengeran Siluman Ular yang dapat merasakan kehadiran ayahnya.