Legenda Darah Phoenix

Legenda Darah Phoenix
Ch. 55 — Dasar Semut !!


Kerajaan Siluman.


Boom ... Boom ...


Sementara itu, di luar Makam Phoenix Guntur. Tepatnya di gerbang perbatasan Kerajaan Siluman milik Maharaja Jie Tou She. Suara ledakan yang sangat keras bergema secara terus-menerus dan membuat wilayah kota raja menjadi bergetar.


Suara ledakan ini memicu kepanikan di semua siluman yang tinggal di wilayah sekitar Kerajaan dan membuat para prajurit Kerajaan Siluman bersiaga dengan persenjataan lengkap di gerbang kota.


Crak …


Suara retakan pun juga terdengar dari formasi pelindung yang dibuat oleh Raja Siluman terdahulu untuk melindungi wilayah sekitar Kerajaannya. Padahal beberapa hari yang lalu Maharaja Jie telah memperkuat formasi pelindung ini dengan menggunakan kekuatan mustika ular miliknya.


Semua prajurit yang berjaga di gerbang kota dapat melihat dengan jelas banyak sekali retakan-retakan yang cukup dalam pada lapisan formasi pelindung itu setelah berkali-kali terjadi suara ledakan disertai dengan getaran yang cukup kuat.


Di atas puncak sebuah gunung yang tidak jauh dari wilayah kerajaan siluman, seorang pria paruh baya berdiri dengan tenang sambil mengerakkan tongkat sihir yang ada di tangan kanannya dengan irama tertentu. Ia hanya berdiri seorang diri di tempat ini, namun serangan yang ia lontarkan ke arah gerbang kota Kerajaan Siluman dapat menyaingi serangan ratusan prajurit sekaligus.


Pria ini adalah Penyihir Agung Reymond. Sosok pahlawan sekaligus pengkhianat bagi Planet Arizone dan saat ini adalah orang yang paling diincar oleh Xing Wang.


“Gunakan kekuatan terhebat yang kalian miliki untuk memblokir serangan dari penyihir sialan itu! Jangan sampai dia berhasil menghancurkan medan pelindung yang dibuat oleh leluhurku.”


“Baik, Pengeran. Kami akan menggunakan semua kekuatan yang miliki untuk melindungi melindungi medan pelindung itu.”


Puluhan orang prajurit siluman segera bergegas ke tempat formasi pelindung yang membentuk medan pelindung itu setelah mendengar perintah dari Pangeran Siluman Ular. Mereka semua berniat untuk kembali memperkuat lapisan medan pelindung itu dengan menggunakan Qi yang ada di dalam diri mereka.


Puluhan prajurit segera mengarahkan kedua tangannya ke pusat formasi pelindung besar dan langsung meledakkan semua Qi yang ada di dalam tubuh mereka secara bersamaan.


Satu per satu retakan yang ada di permukaan medan pelindung mulai diperbaiki dan akhirnya menghilang.


Akan tetapi, serangan yang dilakukan oleh Penyihir Agung Reymond juga menjadi semakin kuat dan durasi serangannya juga menjadi semakin meningkat setelah mengetahui para prajurit siluman berhasil memperbaiki medan pelindung yang ingin ia hancurkan.


“Dasar semut! Dengan kemampuan sebatas itu saja kalian semua berani melawan kekuatan sihirku. Akan aku tunjukkan pada kalian semua kengerian dari sihir Bangsa Naga yang sesungguhnya.”


Penyihir Agung Reymond tiba-tiba merubah arah gerakan tongkat sihir yang ada di tangan kanannya menjadi menghadap ke arah langit sambil membaca sebuah mantera kuno dari Bahasa Naga.


Tekanan energi yang begitu kuat seketika memancar dari tubuh Penyihir Agung Reymond dan melesat ke arah langit.


Entah teknik sihir apa yang akan digunakan oleh Penyihir Agung Reymond untuk menghancurkan medan pelindung itu. Namun jika dilihat dari kuatnya tekanan energi yang muncul ketika akan menggunakan teknik sihir itu, bisa dipastikan bahwa teknik sihir yang akan ia gunakan akan mengguncang langit dan bumi.


**


Makam Phoenix Guntur.


Xing Wang akhirnya berhasil keluar dari Dunia kecil itu setelah mendapat beberapa petunjuk dari roh pedang miliknya. Namun, ia sama sekali tak melihat lagi kehadiran Shen Yin Ye dan Maharaja Jie di sekitar tempat ini.


Xing Wang pun segera bergegas menuju ke tempat Kerangka Phoenix Guntur. Sebab, hanya kerangka itu saja yang merupakan satu-satunya bagian tubuh Phoenix Guntur yang masih tersisa di tempat ini. Selain itu, warisan Phoenix Api yang ia dapatkan juga berasal dari kerangka Phoenix Api.


Energi petir yang mulai menerpa Xing Wang saat tubuhnya sudah semakin dekat dengan kerangka itu.