
Niat membunuh yang sangat kuat, seketika muncul di mata Harimau Bayangan bagaikan sebuah pisau yang telah diasah selama puluhan tahun saat Xing Wang mengejeknya dengan kata-kata i.
Harimau Bayangan itu bukanlah Beast yang bodoh seperti Beast tingkat rendah ataupun Beast tingkat menengah yang belum memiliki kecerdasan secara sempurna. Tapi, ia adalah seekor Beast tingkat Master. Jadi, meskipun Xing Wang belum menyelesaikan ucapannya, Harimau Bayangan sudah tahu apa yang ingin diucapkan Xing Wang. Dan ejekan itu telah benar-benar menyentuh garis bawahnya.
Harimau Bayangan langsung melompat menyerang Xing Wang. Pikirannya sudah tidak setenang beberapa saat yang lalu dan telah digantikan dengan emosi yang membara bagaikan kawah gunung berapi.
Ke-dua cakarnya yang sangat tajam, mengarah lurus ke dada Xing Wang. Ia sepertinya ingin merobek dada Xing Wang dan mencabik-cabik apapun yang ada di dalamnya.
Di luar dugaan, Xing Wang ternyata tetap tenang di depannya sambil mengamati pergerakan Harimau Bayangan yang sudah semakin dekat dengan tempat berdiri.
Meskipun kekuatan sihirnya telah menghilang dan telah digantikan dengan kekuatan yang lain. Tapi, ingatan tentang kemampuan beladiri yang pernah ia pelajari dan cara bertarung saat dirinya masih menjadi seorang penyihir, tidak menghilang.
Jadi, Xing Wang tidak bisa dikatakan sebagai seorang pemula yang baru belajar beladiri. Walaupun ia harus berkultivasi dari titik yang paling awal untuk membentuk kembali kekuatannya. Ia hanya seperti seorang petarung yang sedang tertidur untuk beberapa waktu dan siap untuk menggulingkan Dunia saat ia terbangun.
Xing Wang mengangkat tangan kanannya yang telah dilapisi dengan kekuatan Api Phoenix agar cakar Harimau Bayangan tidak melukai tangannya.
Setelah melemparkan bola api untuk menyerang Harimau Bayangan beberapa saat yang lalu, Xing Wang melihat sesuatu yang tidak disadari oleh Harimau Bayangan dan hal itu adalah hal yang sangat menguntungkan bagi dirinya.
Xing Wang segera menggeser tubuhnya sedikit ke samping untuk menghindari arah serangan cakar itu saat serangan itu sudah hampir menyentuh tubuhnya. Ia menangkap kaki kanan depan Harimau Bayangan dan mencengkeramnya dengan kuat lalu melemparkan ke arah yang berlawanan.
Boom . . .
Suara benturan yang cukup keras terdengar saat tubuh Harimau Bayangan menabrak sebuah pohon yang sangat besar dengan sangat keras hingga membuat pohon itu roboh dan menimpa tubuhnya.
Xing Wang hanya tertawa renyah saat melihat Harimau Bayangan dalam kondisi seperti itu. Ia tidak pernah berpikir jika bertarung melawan Beast tingkat Master akan semudah ini. Apakah Harimau Bayangan itu terlalu meremehkan kemampuan bertarung lawannya sehingga kewaspadaannya menurun drastis?
Xing Wang tidak terlalu ambil pusing, jika benar musuhnya telah meremehkan kemampuan bertarung yang ia miliki, maka itu adalah sebuah keuntungan bagi dirinya dan ia harus bisa memanfaatkan sebaik mungkin. Sebab, jika Harimau Bayangan benar-benar bertarung dengan serius, maka dia pasti berada di posisi yang tidak menguntungkan.
Xing Wang tiba-tiba muncul di depan Harimau Bayangan yang baru saja berdiri dengan keadaan yang setengah linglung.
Harimau Bayangan itu masih tidak percaya bagaimana seorang manusia dengan tingkat kultivasi yang dua alam lebih rendah dari miliknya telah menyerangnya dengan telak sampai dua kali. Jika itu hanya sekali, mungkin bisa dianggap kebetulan. Tapi jika terjadi sampai dua kali, berarti ada sesuatu yang salah.
...“Semburan Api.”...
Tanpa menunggu sampai pikiran Harimau Bayangan sadar, Xing Wang telah melakukan serangan berikutnya. Dan serangan api ini memiliki tekanan yang sedikit lebih kuat dari jurus Bola Api.
Jika Bola Api hanya mengandalkan hawa panas yang sangat tinggi, maka semburan api sedikit berbeda. Jurus semburan api menambahkan tekanan atau gaya dorong yang cukup kuat dalam serangan agar daya hancur dari serangan ini naik menjadi dua kali lipat. Serangan semburan api ini sangat cocok untuk menghancurkan sebuah perisai pelindung.
Harimau Bayangan tidak berani meremehkan kekuatan api yang dimiliki Xing Wang karena sebelumnya beberapa bulunya telah hangus terbakar menjadi abu saat terkena serangan api ini. Ia segera mengaktifkan artefak pertahanan terkuat miliknya.
Akan tetapi, artefak pertahanan itu tidak mampu menahan panasnya serangan api ini. Permukaan artefak pertahanan berbentuk perisai itu mulai terkikis secara perlahan hingga akhirnya muncul banyak sekali retakan di mana-mana.
“Siapa sebenarnya kau? Kemampuan bertarung dan kekuatan yang kau miliki mempu membuatku terkesan. Bagaimana jika kau bekerja sama denganku? Aku berjanji bahwa aku tidak akan membunuhmu. Aku juga akan memberikan harta yang berlimpah padamu dan memberimu sebuah Kerajaan Beast di Benua Awal Mula ini. Lebih baik kau pertimbangkan tawaranku ini karena aku tidak akan mengulangnya untuk ke-dua kali,” ucap Harimau Bayangan berat.
Perisai yang ada di tangan Harimau Bayangan sebentar lagi akan benar-benar hancur. Jadi dia terpaksa membual sebisanya agar Xing Wang menghentikan serangannya. Tentu saja dia juga berharap jika Xing Wang mau menerima tawarannya itu, sebab dengan begitu maka dia tidak perlu takut lagi dengan kekuatan api yang sangat mengerikan ini. Tapi, dia juga tidak punya pilihan lain selain melarikan diri jika Xing Wang menolak tawaran itu.
Xing Wang ternyata menghentikan serangannya dan menatap Harimau Bayangan. Harimau Bayangan pun menjadi senang karena dia berpikir tawarannya itu berhasil menggoda Xing Wang. Harimau Bayangan itu jelas tahu bahwa manusia sangat tertarik dengan harta dan kekuasaan.
“Memberiku sebuah Kerajaan dan harta yang berlimpah katamu?” ucap Xing Wang mencibir. “Jangan kau pikir aku tidak tahu bahwa kau hanyalah seorang bawahan. Jadi bagaimana mungkin kau bisa memenuhi janjimu itu.”
“Tentu saja aku bisa. Aku adalah orang kepercayaan Raja Beast Harimau Bayangan. Dan posisiku di Kerajaan itu tidak terlalu rendah,” balas Harimau Bayangan geram.
“Sudah cukup membualnya!! Jangan sia-sia 'kan hidupmu hanya untuk mengatakan sebuah omong kosong. Aku tidak akan pernah tunduk atau mengikuti siapa pun karena aku sudah terbiasa hidup dengan bebas,” teriak Xing Wang Xing Wang.
**
Dari kejauhan, Pangeran Ular terlihat sangat terkejut. Dia tidak pernah berpikir bahwa seekor Beast tingkat Master akan sangat dipermalukan oleh seorang Kultivator tingkat Bintang Hijau.
Sejak kapan seorang kultivator tingkat Bintang Hijau memiliki kekuatan yang sangat menakutkan?
Pangeran Ular tiba-tiba teringat sesuatu dan tiba-tiba tubuhnya menjadi gemetar kekuatan. Hal itu adalah warna api yang digunakan Xing Wang. Warna api itu bukanlah warna api biasa dan tidak ada Beast yang memiliki warna api seperti itu selain ....