
Setelah pertarungan yang cukup menguras tenaga melawan para penyihir, Shen Yin Ye memutuskan untuk kembali ke Benua Asal Mula dan melanjutkan latihan Xing Wang yang telah tertunda selama beberapa hari. Padahal, Xing Wang harus segera meningkatkan kekuatannya dan kembali ke puncak kejayaan agar bisa mengembalikan kedamaian di Planet ini.
Akan tetapi, Ia sama sekali tak dapat menemukan Xing Wang setibanya di Goa tempat mereka berdua selalu menghabiskan waktu selama berada di Benua Asal Mula ini. Bahkan ia telah menggunakan kekuatan penglihatan jarak jauh miliknya untuk mencari jejak keberadaan Xing Wang. Namun, yang ia temukan hanya jejak kaki yang mengarah ke pusat hutan.
“Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan? Bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan akan tidak pergi terlalu jauh meninggalkan Goa terutama ke bagian tengah hutan yang merupakan sarang bagi para Beast dengan tingkah kekuatan yang sangat menakutkan.”
Shen Yin Ye lalu berniat mengejar Xing Wang sebelum jejak yang ia tinggalkan hilang tertelan oleh aliran waktu. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti saat melihat selembar kertas yang ia lihat di atas tempat Xing Wang biasa bermeditasi.
Sekilas, kertas itu memiliki warna yang istimewa dan membuatnya berbeda dari kertas pada umumnya. Selain itu, Shen Yin Ye juga memiliki perasaan yang sangat familiar dengan kertas itu.
Ia pun segera mengambil kertas itu dan membacanya. Seketika, air matanya mulai menetes tanpa ia sadari. Ternyata kertas itu adalah sepucuk surat yang ia tinggal untuk Xing Wang sebelumnya ia meninggalkannya ratusan tahun yang lalu.
Ia berharap dengan membaca surat itu, Xing Wang akan melupakan cintanya dan fokus untuk mengejar impian menjadi seorang penyihir terkuat. Namun, siapa yang mengira jika Xing Wang akan menyimpan surat itu dengan baik setelah sekian lama hingga surat itu masih terlihat baru walaupun ratusan tahun telah berlalu.
Shen Yin Ye lalu menyimpan surat itu di dalam cincin penyimpanan miliknya dan segera terbang ke luar Goa menyusuri jejak yang di tinggalkan Xing Wang.
Ia menjadi semakin khawatir dengan keselamatan Xing Wang setelah melihat adanya jejak pertarungan yang cukup dahsyat di dalam hutan ini.
Apalagi, ia juga merasakan jejak kekuatan dari Phoenix Api disekitar tempat ini. Itu artinya, yang bertarung dengan beberapa Beast di tempat ini adalah Xing Wang. Sebab, hanya Xing Wang 'lah yang mewarisi kekuatan Phoenix Api di Planet ini.
**
Sementara itu, Rumah pohon yang dibuat Xing Wang dan Pangeran Siluman Ular akhirnya selesai.
Xing Wang terlihat cukup lelah karena ia harus menghabiskan banyak cadangan Qi untuk membuat klon dirinya untuk mempersingkat waktu.
Untung teknik rahasia dari Klan Phoenix yang digunakan untuk Xing Wang untuk membuat Klon dirinya hampir mirip dengan teknik sihir bayangan elemen kegelapan yang pernah menjadi salah satu teknik sihir andalan semasa ia masih menjadi seorang penyihir. Jadi, ia bisa menguasai teknik itu hanya dalam sekali percobaan saja.
“Aku istirahat dulu. Sakarang adalah giliranmu berjaga. Jika kau merasakan kedatangan Beast yang tak bisa kau hadapi, kau bisa membangunkanku.” ucap Xing Wang lalu masuk ke dalam rumah pohon.
Pengeran Siluman Ular terlihat sedikit tidak senang. Namun, ia hanya bisa mengumpat dalam hati karena ia tidak memiliki teman lain di dalam hutan yang luas ini.
Awalnya, Pengeran Siluman Ular sama sekali tak merasakan adanya bahaya yang mendekat kerena rumah pohon itu memang dibuat di atas sebuah pohon yang sangat tinggi.
Akan tetapi, satu jam kemudian badai angin dingin tiba-tiba muncul di tempat ini dan membuatnya menggigil kedinginan.
Tekanan aura yang sangat kuat juga melesat ke arahnya dan terasa sangat familiar di pikiran Pengeran Siluman Ular. “Kenapa Ayah sampai mengutus dia hanya untuk mencariku? Jangan-jangan keadaan di dalam istana sedang tidak baik-baik saja.