Legenda Darah Phoenix

Legenda Darah Phoenix
Ch. 44 — Sebuah Pertanda.


Xing Wang dan Shen Yin Ye tidak menghabiskan waktu yang terlalu lama di ruang ini. Mereka berdua hanya mengobrol santai selama beberapa menit sambil memperkenalkan diri pada Raja Siluman Ular dan para Raja Siluman lain yang hadir di tempat ini.


Raja Siluman Ular pun juga melakukan hal yang sama karena ia tahu jika Xing Wang saat ini sedang merasa sangat kelelahan. Ia segera memperkenalkan diri dan meminta pada mereka agar memanggilnya dengan sebutan Maharaja Jie. Ia juga tidak memperkenalkan nama-nama dari para Raja Siluman yang hadir di tempat ini.


Setelah itu, Maharaja Jie lalu meminta para pelayan istana untuk mengantarkan Xing Wang dan Shen Yin Ye pergi ke kamar yang telah disediakan khusus untuk mereka berdua.


Setelah Xing Wang dan Shen Yin Ye meninggalkan ruangan ini, Maharaja Jie


**


Satu jam telah berlalu.


Xing Wang dan Shen Yin Ye saat ini sedang bermeditasi di kamarnya masing-masing.


Ternyata kamar yang disediain Maharaja Jie untuk mereka berdua bukanlah sebuah kamar biasa. Melainkan sebuah istana pribadi yang hampir mirip dengan kamar para pangeran dan juga dilengkapi dengan tempat khusus untuk berkultivasi di dalamnya.


Xing Wang tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat baik seperti ini. Ia menyerap semua energi alam yang melimpah ruah di dalam kamar ini secara gila-gilaan untuk memenuhi cadangan Qi miliknya yang sudah sangat menipis.


Kemurnian energi alam yang ada di istana ono juga sebanding dengan kemurnian energi alam yang ada di dalam makam Phoenix Api.


Tanpa membuang banyak waktu lagi, ia pun segera meninggalkan kamar dan pergi ke kamar Shen Yin Ye lalu mengetuk pintu kamarnya.


“Yin 'er, apakah kau masih bermeditasi?” seru Xing Wang ketika Shen Yin sama sekali tak memberikan respon apapun setelah ia mengetuk pintu kamarnya beberapa kali.


Xing Wang pun hanya bisa menyerah dan berbalik untuk meninggalkan kamar ini. Sebab, seorang kultivator sangat tidak suka jika ada orang yang menunggunya ketika sedang melakukan meditasi karena sebuah pencerahan yang tak terduga biasanya akan muncul secara tiba-tiba saat seorang kultivator tenggelam dalam meditasinya.


Akan tetapi …


Pintu kamar Shen Yin Ye tiba-tiba terbuka ketika Xing Wang baru saja akan melangkah meninggalkan kamar itu. Namun, ia sama sekali tidak melihat siapapun di dekat pintu itu seolah-olah pintu itu terbuka sendiri karena tertiup angin.


“Cepat masuklah!! Ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu,” seru Shen Yin Ye dari dalam kamar ketika melihat Xing Wang hanya mematung di dalam pintu.


Suara Shen Yin Ye yang begitu lembut itu sempat mengejutkan Xing Wang dan membuatnya kembali tersadar. Ia pun segera masuk ke dalam kamar lalu duduk di depan Shen Yin Ye yang ternyata masih bermeditasi di tengah-tengah kamar.


“Kenapa kau datang mencariku?” Shen Yin Ye segera mengakhiri meditasi begitu merasakan Xing Wang sudah duduk di depannya.


“Apakah kau merasakan ada sesuatu yang aneh dengan energi alam yang ada di tempat ini?” jawab Xing Wang balik bertanya.