
Cahaya yang memancar dari pedang pusaka itu menjadi semakin terang saat jarak antara pedang pusaka itu dan Xing Wang menjadi semakin dekat.
Tampaknya Xing Wang memang ditakdirkan untuk memiliki pedang pusaka itu dan menggunakannya sebagai senjata untuk mengembalikan kedamaian di Planet Arizone.
Sambil menahan cahaya yang begitu menyilaukan mata, Xing Wang akhirnya berhasil menggenggam gagang pedang pusaka itu lalu mengangkat ujung pedangnya menghadap ke arah langit.
Swost ...
Sebuah cahaya dengan tujuh warna meleset dari bagian ujung pusaka dan langsung menembus langit.
Langit yang ada di atas kepala Xing Wang seolah-olah terbelah saat cahaya itu berhasil menembusnya dan meninggalkan sebuah lubang raksasa di atas langit.
Kejadian aneh pun juga terjadi pada salah satu bagian tubuh Xing Wang tepatnya di bagian punggung tangan kanannya. Di sana tiba-tiba muncul sebuah tato yang bersinar terang dan memiliki bentuk yang sama persis dengan pedang pusaka yang berada dalam genggaman tangannya.
Tato itu adalah pengakuan yang diberikan oleh Roh Pedang pada Xing Wang. Dengan adanya tato itu maka Xing Wang dapat dengan bebas memanggil pedang pusaka itu saat ia membutuhkannya dan pedang itu akan menghilang masuk kembali ke dalam tato itu jika tidak digunakan oleh Xing Wang.
&&&&&
“Namaku adalah Yan Shu. Aku adalah Roh Pedang dari Pedang Cahaya Bintang. Wujud ini adalah wujudku yang sebenarnya ketika aku berhasil terbebas dari hawa iblis. Aku akan mengajarimu berbagai teknik pedang yang sangat kuat sebagai hadiah karena bersedia menolongku. Tapi, aku akan mengajarkannya secara bertahap sesuai dengan tingkat kultivasi yang kau miliki agar pondasi beladirimu tidak rusak.”
Roh pedang memperkenalkan diri pada Xing Wang. Namun, ia sama sekali tidak menyebutkan dari mana ia berasal dan siapa yang telah menciptakan dirinya. Padahal kedua hal ini adalah dua pertanyaan yang membuat Xing Wang menjadi penasaran.
“Aku sama sekali tidak keberatan. Lagipula aku masih harus menyesuaikan diri dengan tubuh baruku ini agar aku bisa mengeluarkan potensi terpendam yang dimiliki tubuh ini. Akan tetapi, masih ada urusan yang lebih penting yang harus kita selesaikan terlebih dahulu,” jawab Xing Wang sambil menyimpan pedang pusaka yang baru saja ia dapatkan ke dalam tato yang ada di tangan kanannya.
Roh pedang ternyata tidak ikut menghilang ketika Xing Wang menyimpan pedang cahaya bintang. Tampaknya roh pedang itu mampu keluar dengan sesuka hatinya dari dalam pedang pusaka asalkan jarak antara dirinya dan pedang pusaka itu tidak terlalu jauh.
“Apakah masalah yang kau maksud itu berhubungan dengan Penyihir Agung Reymond yang sedang mendekati tempat ini?” balas Roh Pedang.
“Salah satunya adalah itu. Tapi sebelumnya pergi menemui Penyihir Agung Reymond dan bertarung dengannya aku harus menyelesaikan tujuan utamaku datang ke tempat ini yaitu mendapatkan warisan dari Phoenix Guntur.”
Xing Wang sudah memastikan jika di dunia kecil ini sama sekali tidak ada warisan dari Phoenix Guntur. Itu artinya ia harus segera pergi dari Dunia Kecil ini dan melanjutkan pencariannya. Sebab, warisan kekuatan yang ditinggalkan oleh Phoenix Api saja tidak akan cukup untuk mengalahkan kekuatan Penyihir Agung Reymond yang telah menghilang selama ratusan tahun.