
Perdebatan antara Xing Wang dan Jiwa Phoenix Api akhirnya berakhir saat mereka berdua mencapai sebuah kesepakatan.
Xing Wang mengijinkan seutas jiwa Phoenix Api itu tinggal di dalam dantiannya karena dia memang tidak memiliki pilihan lain. Jika seutas jiwa Phoenix Api yang memiliki kehendak Phoenix Api itu meninggalkan tubuhnya, maka kekuatan api phoenix miliknya tidak akan pernah sempurna.
Namun, Xing Wang tidak membiarkan Jiwa Phoenix Api tinggal secara gratis. Dia tidak meminta Jiwa Phoenix Api meminjamkan kekuatannya karena itu adalah hal yang tidak perlu, sebab secara alami jiwa Phoenix Api akan meminjamkan kekuatannya saat Xing Wang berada dalam bahaya.
Xing Wang meminta Jiwa Phoenix Api untuk membantunya mempelajari kitab rahasia Klan Phoenix Api. Memang benar dia bisa mempelajari isi dari bab pertama dengan sangat mudah. Tapi, tidak ada yang tahu apakah isi dari bab berikutnya akan semudah bab pertama.
Selain itu, dia juga memerlukan bantuan untuk menemukan warisan dari para Phoenix yang lain karena peta yang ada pada dirinya hanya menunjukkan lokasi Makam Phoenix saja. Peta itu sama sekali tidak menunjukkan bagaimana keadaan di dalam Makam Phoenix. Bisa saja di dalam Makam Phoenix yang lain tersembunyi berbagai macam jebakan yang hanya bisa dirasakan oleh seekor Phoenix.
“Baik. Karena kita sudah membuat kesepakatan, maka aku akan memberikan sedikit kesadaran Phoenix Api padamu,” seru Jiwa Phoenix Api.
“Sedikit?! Jangan terlalu pelit. Aku sudah membiarkanmu tinggal di dalam tubuhku. Jadi, beri aku lebih banyak lagi,” balas Xing Wang protes.
“Jangan serakah! Apakah kau ingin tubuhmu meledak dan menjadi abu. Kekuatan tubuhmu saat ini belum mampu untuk menahan semua kehendak dari Phoenix Api. Jika waktunya sudah tiba, maka aku pasti akan memberikan semua kehendak Phoenix Api ini padamu,” ucap Jiwa Phoenix Api geram.
“Setuju. Beri aku sedikit untuk saat ini.”
Xing Wang sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang akan terjadi para kekuatannya jika sedikit kehendak Phoenix Api itu menyatu dengan dirinya. Lagipula dia juga tidak tahu sampai kapan aliran waktu yang ada di tempat ini akan terus berhenti.
Jiwa Phoenix Api lalu memancarkan kekuatan energi api yang sangat kuat di dalam dantian Xing Wang. Sampai, sebuah bola api berukuran sangat kecil kira-kira hanya sebesar biji jagung keluar dari mulutnya dan akhirnya meledak di dalam dantian Xing Wang.
Bola api itu berisi sebagian kecil dari kehendak Phoenix Api yang dikatakan jiwa Phoenix Api.
Seketika …
Dantian Xing Wang diselimuti dengan api berwarna emas. Energi api yang tersimpan di dalam sana menjadi bergejolak dan terus meningkat.
Xing Wang mengernyitkan keningnya karena menahan sensasi panas yang sangat luar biasa di dalam dantiannya. Tapi hal ini bukanlah menjadi masalah besar buatnya karena sebelumnya dia telah merasakan sensasi terbakar yang sepuluh kali lipat lebih menyakitkan saat tubuhnya dibentuk ulang beberapa bulan yang lalu.
Energi api itu dengan cepat keluar dari dalam dantian, melewati seluruh titik-titik meridian, sampai akhirnya menyelimuti seluruh tubuhnya dengan aura energi api berwarna emas.
Aliran waktu yang sempat terhenti selama beberapa menit di tempat ini, akhirnya mulai berputar kembali secara normal. Aliran waktu di tempat ini kembali berputar karena Jiwa Phoenix Api tidak lagi dapat membagi konsentrasinya unjuk mempertahankan jurusnya. Ia harus memfokuskan pikirannya untuk memecah kesadaran Phoenix Api.
Harimau Bayangan yang saat ini tepat berdiri di depan Xing Wang dan akan melakukan serangan, seketika berhenti. Dia terkejut sekaligus takut saat melihat aura api berwarna emas yang memancar dari tubuh Xing Wang.
Aura energi api emas itu memancarkan kekuatan dan keagungan seekor Phoenix.
Keterkejutan yang sama juga terlihat di wajah Pangeran Ular yang melihat dari kejauhan. Dia tidak pernah menyangka jika penolongnya adalah pewaris dari kekuatan Phoenix Api. Dia merasa sangat bodoh karena terlalu mengkhawatirkan Xing Wang, namun dia menjadi sangat senang karena tidak ada seekor Beast pun yang bisa melawan kekuatan seekor Phoenix dengan mudah dan mereka biasanya akan lebih memilih melarikan diri.
Tiba-tiba …
Scree . . .
Sebelum keterkejutan mereka berdua menghilang, mereka berdua kembali dikejutkan dengan kemunculan sesosok bayangan Phoenix Api seukuran sepuluh meter dengan kedua sayap apinya yang membentang dengan indah, di belakang tubuh Xing Wang.
Kemunculan sosok bayangan Phoenix Api di belakang Xing Wang ini sekaligus memberitahukan pada semua yang melihatnya bahwa di tubuh Xing Wang benar-benar terdapat warisan dari Phoenix Api.
Bayangan Phoenix Api yang muncul di tubuh Xing Wang memang lebih kecil dari bayangan Phoenix Salju yang muncul di tubuh Shen Yin Ye yang memiliki ukuran sekitar dua puluh meter, mungkin karena tingkat kultivasi mereka berdua saat ini memang berbeda jauh.
Harimau Bayangan sudah kehilangan minat lagi untuk bertarung setelah melihat kemunculan sosok bayangan Phoenix Api. Dalam pikirannya saat ini adalah dia harus secepatnya melarikan diri dari tempat ini dan mencari perlindungan.
Harimau Bayangan kemudian kembali ke wujud aslinya agar lebih mudah berlari dan segera berbalik menuju ke arah dia masuk sebelumnya.
Akan tetapi …
Bola api yang sebelumnya dilemparkan Xing Wang kembali bergerak dan jatuh tepat di depannya. Bola Api membakar jalan tempatnya melarikan diri dan membuat sebuah penghalang yang terbuat dari kobaran api phoenix.
“Mau pergi kemana kau!! Apakah kau ingin melarikan diri? Bukankah kau ingin membunuhku? Apakah orang kepercayaan Raja Beast Harimau Bayangan hanyalah seorang penakut?” Xing Wang terus menerus melontarkan pertanyaan dengan nada mengejek.
Harimau Bayangan tidak ingin menanggapi pertanyaan Xing Wang. Dia menoleh ke segala arah untuk mencari jalar keluar dari tempat ini. Namun sayangnya, semua jalan untuk melarikan diri telah di blokir oleh api phoenix. Dia tidak berani mendekat ataupun menerobos api itu karena kekuatan api telah meningkat sangat jauh dari sebelumnya.
Harimau Bayangan itu lalu menatap Xing Wang untuk mencari tahu kenapa api phoenix ini bisa mengalami peningkatan yang sangat menakutkan dalam waktu singkat.
“Tingkat Bintang Biru kelas rendah?!” ucap Harimau Bayangan dengan mata terbelalak karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Sebenarnya, manusia yang sebelumnya dia remehkan ternyata mampu mengalami penerobosan tingkat kultivasi di tengah pertarungan. Padahal penerobosan tingkat kultivasi harusnya hanya bisa dilakukan di tempat yang terdapat energi alam yang melimpah dan benar-benar aman tanpa gangguan sedikit pun. Sebab, gangguan sekecil apapun akan memicu kegagalan yang berakhir dengan kematian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
* Tabel tingkat kultivasi ada di Ch. 14
Terimakasih sudah mampir membaca. Jangan lupa tinggalin Like ya 🙏. Jika ada typo silahkan tulis di komentar agar segera bisa saya perbaiki.