
Hanya dalam waktu beberapa nafas saja, aura energi api yang memancar dengan kuat dari tubuh Xing Wang telah berubah menjadi sebuah pedang api phoenix yang mampu membuat Feng Lang merasa kepanasan. Padahal Feng Lang telah menjauh beberapa puluh meter ketika melihat bayangan Phoenix Api terbang di belakang Xing Wang.
“Mus-mustahil!! Bagaimana mungkin warisan dari Dewa Phoenix bisa jatuh ke tangan seorang manusia?” bibir Feng Lang bergetar karena tak dapat percaya dengan apa yang ia lihat di hadapannya.
Rasa kecewa tak bisa disembunyikan lagi dari kedua mata Feng Lang yang memiliki sorot mata setajam pedang. Sebab, Dewa para Beast yang selama ini selalu ia puja ternyata telah memihak pada Bangsa Manusia. Padahal, Bangsa Manusia sering menindas para Beast sehingga para Beast yang tergolong langka terpaksa harus mengungsi di Benua Awal Mula ini sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan.
“Kenapa kau terlihat begitu terkejut? Asal kau tahu bahwa Phoenix Api sendiri 'lah yang telah memilih diriku untuk menjadi penerus kekuatannya.” balas Xing Wang terlihat sedikit tidak senang dengan ucapan Feng Lang.
“Warisan Phoenix Api adalah milik kami Bangsa Beast dan siluman. Kau pasti telah mencurinya dari malam dewa Phoenix Api. Cepat kembalikan warisan itu padaku maka aku akan mengampunimu.” Feng Lang mengancam Xing Wang dengan tatapan penuh amarah dan niat membunuh setajam pedang.
“Kalau kau memang memiliki kemampuan maka rebut lah dariku karena aku tidak akan pernah memberikan warisan yang diberikan oleh burung Phoenix Api pada siapapun!”
Xing Wang tentu saja menolak permintaan Feng Lang tanpa harus berpikir panjang karena warisan yang ditinggalkan oleh burung phoenix api telah benar-benar menyatu dengan dirinya. Jika warisan itu sampai menghilang dari tubuhnya maka ia akan segera mati dan tak akan pernah bisa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh burung Phoenix Api.
Lagipula, Xing Wang sama-sama tak takut dengan ancaman Feng Lang dan melihat lawannya itu seolah-olah sedang melihat badut yang sedang marah.
“Kau benar-benar mencari kematian!!”
Namun, hal seperti ini bukanlah masalah besar bagi Xing Wang karena ia memiliki beberapa teknik sihir untuk mengatasi hal ini. Tapi, ia harus mengubah sedikit syarat untuk penggunaan teknik ini yaitu merubah Mana menjadi Qi.
Xing Wang segera memusatkan konsentrasinya sambil menutup kedua matanya untuk mempercepat proses perubahan energi alam menjadi Qi.
Sedangkan Feng Lang telah menghilang dari pandangan semua orang dan hanya meninggal jejak-jejak hembusan angin yang terus muncul di sekitar Xing Wang.
Xing Wang bisa menebak jika Feng Lang sedang mencari kelemahan yang ada pada dirinya sebelum melakukan serangan yang mematikan. Namun, Feng Lang sepertinya tidak tahu jika Feng Lang memiliki banyak pengalaman bertarung dengan lawan-lawan yang jauh lebih kuat dari dirinya.
Whoost …
Hembusan angin yang sangat kuat tiba-tiba melesat dari arah belakang diikuti dengan bayangan cakar seekor serigala yang sedang mengincar area disekitar dantiannya.
Xing Wang akhirnya membuka kedua matanya saat merasakan hembusan angin itu dan segera berbalik sambil mengayunkan pedang phoenix api ke arah cakar Feng Lang.
Sekarang, Xing Wang dapat melihat dengan jelas pergerakan Feng Lang dan menangkis setiap serangan yang mengarah ke arahnya.