Legenda Darah Phoenix

Legenda Darah Phoenix
Ch. 57 — Penyatuan Tubuh.


“Tubuh manusia sebenarnya hanya bisa menyatu dengan salah satu kerangka Phoenix saja. Sebab, masing-masing Phoenix memiliki sifat dan karakter khusus yang tidak akan pernah bisa disatukan dalam saat tubuh. Karena itu, jika di dalam tubuh seseorang telah terdapat sebuah Kerangka Phoenix maka tubuh akan menolak kehadiran kerangka Phoenix yang lain.”


Phoenix Guntur menjawab pertanyaan Xing Wang dengan suara yang sangat agung layaknya seorang Kaisar. Namun, Xing Wang tak bisa percaya begitu saja dengan semua perkataan Phoenix Guntur. Sebab, jauh di dalam lubuk hatinya seperti ada suara yang memerintahkan agar ia juga menggabungkan tubuhnya dengan kerangka Phoenix Guntur.


Dan, bisikan suara itu hampir mirip dengan suara Phoenix Api. Meskipun ia hanya sekali saja bertemu dengan Phoenix Api, tapi ia masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana suara yang dimiliki oleh makhluk yang telah memberikannya kesempatan untuk hidup kembali.


 “Maaf, tapi aku tidak bisa percaya. Bagaimana jika kau coba dulu menyatukan diriku dengan kerangka Phoenix Guntur yang ada di belakangmu itu. Jika proses itu gagal, maka aku akan menyerah.”


Xing Wang tidak ingin melepaskan kesempatan yang ia miliki untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar lagi. Sebab, ia harus bertarung dan mengalahkan Penyihir Agung Reymond setelah keluar dari makam ini. Lagipula kerangka Phoenix Guntur yang ada di hadapannya saat ini sama sekali tidak menyebabkan ancaman pada dirinya dan hanya mirip seperti sebuah patung berukuran raksasa.


Justru seutas jiwa yang ditinggalkan oleh Phoenix Guntur inilah yang menimbulkan banyak masalah dan menghambat dirinya untuk mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Phoenix Guntur.


Setelah perdebatan yang cukup lama, Xing Wang masih belum bisa percaya dengan semua semua ucapan Phoenix Guntur meskipun sosok itu adalah seutas jiwa yang di tinggalkan oleh Phoenix Guntur. Sebab, apa yang diucapkan oleh Phoenix Guntur seolah-olah ingin membuat dirinya menyerah untuk mendapatkan warisan kekuatan Phoenix Guntur yang ada di tempat ini.


 “Baiklah! kalau begitu aku akan mencobanya. Namun, kau harus menyerah saat itu juga jika kau merasakan nyawa berada dalam bahaya. Sebab, Phoenix Api tidak akan pernah memaafkanku jika tahu aku telah membunuh pewaris kekuatan milikinya. Ia pasti akan membuat perhitungan denganku setelah bereinkarnasi suatu saat nanti.”


Phoenix Guntur tidak punya pilihan selain mengikuti keinginan Xing Wang sebab Xing Wang sangat gigih dan pendiriannya tidak mudah digoyahkan. Padahal, Phoenix Guntur telah sebisa mungkin membuat berbagai alasan yang begitu menakutkan agar Xing Wang menyerah pada keinginannya.


Seutas jiwa yang ditinggalkan oleh Phoenix Guntur itu kemudian berubah menjadi sesosok Phoenix Guntur berukuran raksasa yang mirip dengan kondisinya sebelum ia jauh. Selain itu, ia juga memancarkan aura keagungan yang sangat mendalam layaknya seekor Beast yang turun dari kahyangan.


Siapapun yang melihat Phoenix Guntur ini, pasti akan bergetar ketakutan dan segera menjauh. Kecuali orang itu memiliki keberanian yang cukup tinggi seperti Xing Wang.


Sesaat kemudian, seutas jiwa yang telah berubah wujud itu mulai menyatu dengan kerangka Phoenix Guntur yang ada di belakangnya. Adegan ini sedikit berbeda dengan saat ketika Xing Wang mendapatkan warisan dari Phoenix Api.


Kedua mata Phoenix Guntur menatap tajam ke arah Xing Wang bagaikan ribuan petir yang menghujani tubuhnya. “Akan segera aku mulai proses penggabungan tubuh kita berdua. Proses ini akan lebih menyakitkan daripada saat kau menggabungkan tubuh dengan kerangka Phoenix Api.”


Xing Wang hanya merespon dengan anggukan kepala. Sebab, saat ini ia tengah memusatkan konsentrasinya untuk melindungi semua titik-titik meridian yang ada di tubuhnya dengan Qi murni agar tidak rusak selama proses penyatuan tubuhnya dengan kerangka Phoenix Guntur berlangsung.


“Bagus, tampaknya bocah ini sudah tahu apa yang harus ia lakukan agar tidak terjadi banyak kerusakan pada tubuhnya jika proses penyatuan tubuh ini gagal.” Phoenix Guntur bergumam saat melihat setiap titik-titik meridian yang ada di tubuh Xing Wang telah ditutupi dengan Qi murni yang sangat kuat karena di dalam Qi itu juga terdapat Qi murni milik Phoenix Api.


Seutas jiwa yang telah menyatu dengan kerangka Phoenix Guntur mulai berubah menjadi sebuah bola cahaya yang dikelilingi oleh petir surgawi dan memiliki tekanan yang cukup kuat.


Bola cahaya itu langsung masuk ke dalam dantian Xing Wang dengan mudah seolah-olah tidak ada perlindungan apapun di sekitar dantiannya. Padahal, Xing Wang sebelumnya juga telah melindungi dantian milikinya dengan Qi murni yang jauh lebih besar dari pada perlindungan yang ada di titik-titik meridian milikinya.


Ketika Bola cahaya itu masuk ke dalam Dantian miliknya, ia langsung merasakan sensasi yang sangat menyakitkan. Seluruh bagian tubuhnya seolah-olah disambar ribuan petir yang sangat kuat dan memiliki ketajaman melebihi sebuah pedang.


Energi petir yang sanggup meruntuhkan dunia terus menyebar ke tubuh Xing Wang tanpa ampun. Hingga ia merasa bahwa dirinya sedang berdiri di tengah-tengah pusaran petir surgawi. Padahal sensasi seperti ini seharusnya hanya akan dirasakan oleh seorang kultivator yang akan menerobos ke tingkat alam yang lebih besar.


'Apakah aku juga akan mengalami penerobosan tingkat kultivasi jika proses penggabungan tubuh ini berhasil?' gumam Xing Wang tampak senang.


Rasa sakit bagai tersambar ribuan petir seolah-olah tidak lagi ia rasakan ketika ia membayangkan kekuatan yang akan ia peroleh jika proses penggabungan tubuh ini berhasil. Bukan hanya warisan dan pengetahuan dari Phoenix Guntur saja yang akan ia dapatkan, tapi tingkat kultivasi yang ia miliki juga akan meningkat pesat hanya dalam semalam.


Xing Wang tiba-tiba merasakan sensasi yang sangat panas sedang bertarung dengan sengit melawan seutas jiwa Phoenix Guntur di dalam tubuhnya. Tampaknya Phoenix Guntur harus menaklukkan dulu kekuatan Phoenix Api yang ada di tubuh Xing Wang agar proses penyatuan tubuh ini berhasil.


Xing Wang mencoba menenangkan dirinya setenang mungkin agar ia dapat membantu Phoenix Guntur. Sebab, hanya dialah yang dapat mengendalikan kekuatan Phoenix Api. Ia duduk dengan tenang dan mulai menekan energi yang memancar dari sosok Phoenix Api yang ada di tubuhnya.


“Bagus! Ternyata kau tahu apa yang harus kau lakukan.” Phoenix Guntur tidak melewatkan kesempatan ini dan menyerang sosok Phoenix Api dengan kekuatan penuh.


Tidak butuh waktu lama, sosok Phoenix Api yang menghalangi Phoenix Guntur berhasil ditaklukkan.


Tubuh Xing pun seketika mulai diselimuti dengan pusaran energi petir dan api yang sangat kuat hingga membuat tubuh Xing Wang seolah-olah berada di dalam cangkang telur berukuran raksasa.


Proses peleburan tubuh Xing Wang, kerangka Phoenix Api dan kerangka Phoenix Guntur langsung terjadi di dalam cangkang telur raksasa itu.


Tekanan energi yang ada di dalam Goa ini semakin meningkat dan membuat seluruh bagian Goa bergetar dengan kuat seakan-akan mau runtuh.


Langit yang ada di luar Goa juga mulai bergemuruh dan ratusan petir surgawi turun bersamaan menyambar ke satu titik seolah-olah ingin menyambut kelahiran seorang Dewa.


Semua penduduk yang tinggal di sekitar Kerajaan Siluman menjadi ketahuan dan pandangannya langsung mengarah ke arah istana tempat dimana Goa makam Phoenix Guntur berada.


Namun, mereka semua tidak dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu karena wilayah itu termasuk area terlarang. Selain itu, Maharaja Jie juga berdiri di depan pintu masuk Goa itu seolah-olah sedang menjaganya agar tidak ada siapapun yang berani masuk.


Tentu saja Shen Yin Ye juga berada di di sana dan berdiri di samping Maharaja Jie.


“Biar aku saja yang menjaga tempat ini. Kau pergilah menolong para prajuritmu sebelum mereka semua dibunuh oleh Penyihir Agung Reymond,” seru Shen Yin Ye.


“Baiklah. Kalau begitu aku serahkan penjagaan di tempat ini padamu.” Maharaja Jie segera meninggalkan tempat ini setelah memberikan Shen Yin Ye sebuah lencana khusus yang bisa membuat semua prajurit siluman menjadi patuh pada perintahnya. Sebab, medali itu adalah pengganti kehadiran Maharaja Jie.