
Akan tetapi, apa yang telah dilakukan Xing Wang dengan menghancurkan formasi besar kabut Ilusi yang ada di bawah kakinya ini sepertinya memicu jebakan yang jauh lebih mengerikan.
Ia merasa kehilangan kendali atas tubuhnya ketika formasi besar yang retak itu muncul secara sempurna tepat di bawah kakinya seolah-olah jiwanya diserap oleh retak-retakan yang ada di dalam formasi besar tersebut.
Tentu saja Xing Wang tidak tinggal diam dan berusaha melakukan perlawanan. Sebab, ia tidak ingin terjebak ke tempat yang bahkan tidak jelas entah kemana dan seperti apa jebakan yang sedang menantinya di tempat itu.
Namun, kekuatan yang ia miliki sepertinya tiba-tiba menghilang dan kesadaran mulai menghilang tanpa sebab yang jelas. Ia pun akhirnya hanya pasrah dan menghadapi setiap rintangan yang akan ia jumpai berikutnya.
**
Klan Penyihir.
Klan Penyihir adalah tempat dimana para penyihir-penyihir kuat berkumpul dan saling menguji kekuatan. Mereka juga sesekali memberikan bimbingan khusus pada para penyihir muda yang baru mengenal tentang dunia sihir.
Akan tetapi, Klan Penyihir ini seharusnya sudah tidak ada lagi dan telah digantikan dengan akademi sihir yang dibangun oleh Wave ratusan tahun yang lalu. Sebab, seiring berjalannya waktu Klan Penyihir telah menyimpang dari tujuan asalnya dan hanya berambisi untuk mengejar kekuatan saja.
Di sebuah perpustakaan yang berada di ruang bawah tanah milik Klan Penyihir, Xing Wang tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Di depan matanya ada sebuah buku tentang dasar-dasar ilmu sihir yang sangat tebal dan terbuat dari kulit binatang.
Xing Wang menatap apa yang ada di sekitarnya dengan aneh dan rasa kerinduan yang begitu dalam. Ia tidak pernah lupa jika sebagian besar masa kecilnya telah ia habiskan di dalam perpustakaan ini sambil mempelajari berbagai hal tentang ilmu sihir.
Xing Wang lalu duduk bersandar di kursinya dengan meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya sambil menatap lampu-lampu kristal yang ada di langit-langit ruang perpustakaan ini.
Ia berpikir keras apa yang telah terjadi dengannya saat ini karena ia seharusnya masih berada di dalam makam Phoenix Guntur. Namun, ia sama sekali tidak dapat merasakan aura keberadaan Shen Yin Ye ataupun Maharaja Jie. Ia seolah-olah telah berada di tempat yang berbeda dengan mereka berdua.
“Apakah aku memang kembali ke masa lalu atau semua yang ada di hadapanku ini hanyalah sebuah ilusi semata.” Xing Wang tampaknya sedang dilanda badai keraguan yang dahsyat.
Sebagai mantan seorang penyihir terkuat, ia seharusnya memiliki kekebalan tersendiri terhadap sihir Ilusi dan tidak akan mungkin jatuh terlalu dalam ke dalam Dunia Ilusi seperti ini. Akan tetapi, kekebalan terhadap sihir Ilusi yang ia miliki sepertinya telah hilang entah kemana ketika memasuki makam Phoenix Guntur ini.
Xing Wang lalu memejamkan matanya dan memusatkan konsentrasi untuk melihat apa yang ada di sekitarnya dengan lebih jelas melalui perantara mata batin. Sebab, hanya mata batin lah satu-satunya penglihatan yang tidak mampu dijangkau oleh sihir Ilusi.
Seketika, ia merasakan bahwa dirinya saat ini berada di dalam sebuah dimensi yang berbeda. Dan semua benda yang ada di sekitarnya ada benda nyata, bukan sebuah Ilusi. Hal ini, tentu saja membuat Xing Wang menjadi semakin bingung.
“Dimana aku sebenarnya?” Xing Wang membuka matanya lalu kembali melihat setiap benda yang ada di sekelilingnya dengan lebih teliti lagi.
Ia yakin pasti ada sebuah petunjuk yang akan menjelaskan tempat keberadaan saat ini. Namun, petunjuk seperti itu pasti berada di tempat tersembunyi dan berada di luar perkiraan pikiran manusia.
Sensasi-sensasi aneh pun mulai bermunculan dari setiap benda yang ia liat setelah ia melihat benda-benda itu dengan begitu detail.