
Roh pedang segera menggerakkan tangan kanannya ke depan dan membuat sebuah formasi sihir seukuran empat kali kepalan tangan.
Formasi sihir itu lalu berubah menjadi sebuah cermin raksasa dengan diameter sekitar lima meter. Xing Wang pun seketika dibuat terkejut saat melihat cermin raksasa itu adalah karena ia mampu merasakan jejak-jejak hukum ruang yang sangat kuat dari cermin itu. Bagaimana mungkin sebuah roh pedang mampu menguasai teknik sihir ruang yang begitu kuat?
“Lihatlah ke cermin itu. Kau pasti mengenal dengan baik siapa sosok yang ada di dalam cermin itu,” seru roh pedang sambil menunjuk cermin yang ada di hadapannya.
Xing Wang pun segera melihat ke arah cermin karena penasaran dengan ucapan roh pedang. Siapa sebenarnya sosok yang dimaksud oleh roh pedang itu? Selain itu, sesuatu yang ditunjukkan oleh roh pedang pastilah hal yang sangat penting.
Namun, tubuh Xing Wang tiba-tiba bergetar karena terkejut saat melihat sosok yang ditunjukkan oleh cermin itu. Sebab, sosok yang ada di dalam cermin itu adalah nenek moyang para penyihir di Planet Arizone yaitu Penyihir Agung Reymond.
Di dalam cermin raksasa itu, Xing Wang juga dapat melihat dengan jelas tempat keberatan Penyihir Agung Reymond saat ini yang tidak lain juga berada di sekitar wilayah kekuasaan Maharaja Jiu. Sebab, Penyihir Agung Reymond tampaknya akan menyerang Kerajaan Maharaja Jie dengan membawa ribuan prajurit siluman komodo.
“Saat ini, Penyihir Agung Reymond telah berhasil menguasai setengah wilayah Benua Awal Mula dan bersiap untuk merebut setengahnya lagi yang merupakan wilayah kekuasaan Raja Para Siluman Jie Tou She,” lanjut Roh Pedang menjelaskan apa yang sebenarnya tengah terjadi di dunia luar.
Xing Wang mengepalkan kedua tangannya hingga meninggalkan bekas luka di telapak tangannya sendiri. Amarah yang begitu membara bagaikan bara api terpancar dari sorot matanya.
Ia tidak habis pikir bagaimana seorang pahlawan yang memiliki status paling hormat di seluruh penjuru Planet Arizone ternyata adalah seorang pengkhianat besar yang ingin menghancurkan Planet ini.
Xing Wang telah membulatkan tekad untuk membunuh Penyihir Agung Reymond meskipun Penyihir Agung Reymond bisa dikatakan sebagai leluhurnya.
“Bagus! Sepertinya para Phoenix itu tidak salah memiliki orang. Tekad dan keberanianmu yang kuat itu menunjukkan bahwa kau memang pantas memiliki pedang pusaka terkuat di Alam Semesta ini. Kau tidak akan mampu menolak kehadiranku lagi karena aku telah memilihmu.”
Roh pedang itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah pedang pusaka sepanjang satu setengah meter dengan bagian bilah pedang yang memancarkan cahaya seterang bintang.
Cahaya yang memancar dari bilah pedang pusaka itu seketika mengusir hawa iblis dan energi kegelapan yang selama itu telah menggerogoti beberapa bagian pedang pusaka itu.
Perasaan Xing Wang saat ini terasa bercampur aduk setelah melihat wujud sebenarnya dari pedang pusaka yang sempat ia tolak beberapa kali.
“Kenapa cahaya yang memancar dari bilah pedangmu terasa sangat suci dan agung. Dari mana kau berasal? Aku sangat yakin bahwa tidak ada seorangpun di seluruh Alam Semesta ini yang mampu membuat pedang pusaka sekuat dirimu.”
Xing Wang mulai berjalan mendekati pedang pusaka yang melayang di hadapannya tanpa ada perlindungan apapun.