Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen
CERPEN 37 DEWA DEWI MENEMBUS BATAS



Siang itu, Molka menjalani aktivitas nya di bangku kuliah. Molka kuliah di universitas terkemuka di Denpasar. Setelah menjalani aktivitas sebagai mahasiswa, Molka kembali ke rumahnya. Di teras rumah nya sudah menunggu, seorang gadis yang berparas cantik berambut panjang duduk di kursi rotan rumahnya.


" Eh?" Molka terkejut.


" Kenapa bisa tahu rumahku?" tanya Molka.


" Hehe. Itu sangat mudah bagiku untuk mencari cowok ganteng seperti mu." jawab Milka asal.


" Apa keperluan mu Milka?"


" Lho kamu ingat namaku? tanya Milka.


" Kamu tidak perlu tahu, bagaimana dengan mudahnya aku sangat mengenalmu."kata Molka.


" Ayolah ikuti aku!" kata Milka sambil melangkah meninggalkan kursi nya.


" Hai gadis! Naik ini saja!" panggil Molka sambil menghidupkan motor Ninja nya.


" Sebenarnya aku tidak suka berboncengan denganmu. Karena kamu memaksa, apa boleh buat." kata Milka.


" Huh! Gadis sekarang jual mahal


Padahal suka. Lain di mulut lain di hati. Hai gadis! Pegangan kamu!" seru Molka dan mulai mempercepat jalan motornya.


" Kanan atau kiri?"


" Kiri! Lurus saja! Sampai kita jumpai bangunan kosong yang sudah tidak berpenghuni." kata Milka.


Sesampainya di tempat yang di tuju, Milka turun dari Ninja itu. Milka menarik lengan Molka dengan cepat.


" Pelan - pelan saja, tidak perlu buru - buru!" kata Molka.


" Nah ini titik energi untuk bisa masuk ke istana mereka." cerita Milka. Molka mengerutkan dahinya. Molka masih belum paham yang di maksud istana bagi Milka.


" Istana?" tanya Molka.


" Iya betul! Kita masuk dulu, baru pelan - pelan aku ceritakan siapa yang aku cari di sini." kata Milka akhirnya.


" Kamu perlu bantuan ku tidak?" tanya Milka.


" Boleh! Aku sangat lemah di siang hari." kata Molka sambil mengulurkan tangannya ke Milka. Milka menyambut nya. Molka menggenggam nya kuat.


" Kamu jangan modus ya?" kata Milka yang melihat tangan Molka yang memegang tangannya semakin kuat.


" Aku perlu energi tambahan." sahut Molka.


" Baiklah! Ayo kita mulai!"


" Satu...dua..tiga..masuk!"


Mereka menembus dunia lain. Molka mengikuti Milka menerobos ruangan itu, sampai akhirnya Milka melepaskan tangannya Molka.


" Sudah cukup! kamu bisa berjalan sendiri." kata Milka.


" Tetapi aku sudah mulai nyaman dengan genggaman tangan mu." sahut Molka.


" Otakmu sudah mulai konslet." kata Milka.


" Wow! Apakah itu istana yang kamu maksud Milka?" tanya Molka.


" Iya betul! Sesungguhnya aku sedang mencari keberadaan adikku. Ada salah satu pangeran di sini yang naksir berat dengan adikku. Dia di bawanya kemari. Sudah sebulan ini. Aku curiga. Adikku di nikahkan secara paksa oleh raja dan ratu di sini." cerita Milka.


" Aku penasaran! Seberapa cantiknya adikmu,sehingga bisa di culik kemari?" kata Molka.


" Kamu pasti akan naksir padanya jika berjumpa." jawab Milka sambil menatap pemuda di hadapannya itu.


" Dengan kamu? Apakah kecantikannya lebih lagi? Bagiku, kamu sangat - sangat cantik." kata Molka yang mendekati wajah Milka lebih dekat. Wajah Milka semakin merah merona karena malu.


" Sudahlah! Kita tidak ada waktu untuk bercanda. Ayo kita masuk ke dalam." kata Milka.


" Ada dua penjaga di pintu masuknya. Bagaimana kalau kita lewat belakang." kata Molka.


" Tidak perlu! Aku mempunyai batu mustika perak. Dengan batu ini kita pasti di ijinkan masuk sebagai tamu kehormatan."


" Kenapa seperti itu?" Tanya Molka.


" Karena batu perak ini, hanya di miliki oleh dewi dan dewa di sini. Batu ini simbol untuk kalangan kesatria." kata Milka sambil tersenyum.


" Apa yang di banggakan dengan batu itu? Kamu tersenyum seperti dengan batu itu kamu bisa menguasai dunia." kata Molka sewot.


" Sudahlah! Jangan berdebat terus. Ayo kita memasuki istana itu." kata Milka sambil mendorong tubuh Molka dari belakang.


*******


" Kita sudah bisa masuk bukan?" tanya Milka setelah menunjukkan batu mustika perak itu ke penjaga pintu gerbang.


" Silahkan tuan dewi dan dewa." kata penjaga itu dengan menunduk hormat.


" Hebat tuan dewi satu ini!" kata Molka sambil menyiku perut Milka.


" Aduh gila kamu! Kau pikir gak sakit."teriak Milka.


" Ayo kita masuk! Jangan pernah bercanda lagi!" Milka masuk di ikuti Molka dari belakang.


Mereka sudah masuk di ruangan yang luas dengan permadani berwarna merah. Di atas panggung ada singgasana raja dan ratu. Milka mulai berjalan mendekati singgasana itu. Di belakang nya Molka mengikutinya sambil melihat kanan dan kiri yang penuh dengan dayang - dayang yang cantik.


" Wow! Aku pasti akan betah jika tinggal lama di sini." kata Molka.


" Gundul mu itu!" sahut Milka geram.


" Selamat datang di istana kami!" kata sang raja sambil tersenyum ramah.


" Maaf raja, kedatangan saya kemari mencari adik saya bernama Alina." kata Milka langsung ke tujuan.


" Oh! Kamu siapa nya Alika?" tanya sang raja.


" Aku kakak nya." jawab Milka.


" Jangan khawatir! Adikmu baik - baik saja di sini." kata sang raja itu.


" Dayang! Panggil kan dewi Alika untuk menghadap raja sekarang! Dan tidak pakai lama dan tidak pakai nanti - nanti."


Molka tersenyum.


" Rupanya rajanya sangat gaul." sahut Molka sambil mencubit pinggang Milka.


" Woy! Tangan kamu kalau tidak jail,tidak bisa rupanya?" teriak Milka.


" Ya ampun! Galak sekali." sahut Molka.


Tidak lama kemudian, datanglah seorang wanita yang masih muda dengan mengenakan pakaian kebesaran melangkah keluar mendekati sang raja. Auranya bersinar kuat, membuat mata yang melihat jadi terkesima.


" Adikku Alika!" gumam Milka.


" Dia adikmu? Wow cantik sekali!" teriak Molka.


" Otakmu selalu begitu!" sahut Molka.


" Saya menghadap sang raja! Ada apa gerangan memanggil saya?" kata wanita cantik itu.


" Dewi Lihatlah! Apakah wanita ini adalah kakakmu?" tanya sang raja. Wanita yang bercahaya itu menatap tajam ke arah Milka.


Sorot matanya mulai terkesima dengan kecantikan manusia di sampingnya itu.


" Dahulu dia adalah kakak hamba, tetapi sekarang? Dia tetaplah menjadi kakak hamba." kata Alika ke sang raja.


Milka menghela nafas lega. Alika masih sadar sebagai manusia dan tidak terpengaruh oleh hawa mistis di alam gaib ini.


" Kakak! Bagaimana kabarmu sekarang? Apakah kamu membawa bakso untukku? Di sini tidak ada bakso yang bulet - bulet yang ada bentuknya kotak - kotak." cerita Alika.


Molka yang mendengar itu spontan tertawa terbahak-bahak.


" Kakak sama adik, 11.12 sama - sama somplak...haha." kata Molka.


Milka yang mendengar Molka berbicara seenak jidatnya menyiku nya dengan keras.


" Aw..sakit sayang!" teriak Molka.


"Sang Raja! Ijinkan saya mengajak Dewi Alika pulang ke alam kami." kata Milka.


" Boleh! Tapi tanyakan dulu ke Dewi Alika. Mau tidak pulang kembali ke alam nya?" tanya sang raja.


" Saya? Oh ho.. terimakasih banyak sang raja. Kalau di ijinkan, saya pulang sebentar ke dunia saya yang sesungguhnya. Apalagi saya sangat ingin makan bakso, gado- gado, kethoprak',rujak." cerita Alika.


" Silahkan! Aku ijinkan kamu keluar istana. Tetapi malam Minggu kamu harus kembali ke istana ini. Kamu harus ingat! Kekasihmu ada di sini." kata sang raja.


" Gila! Ini beneran somplak kayak kakak nya."sahut Molka.


" Kamu ngomong lagi, ku sumpeli dengan tisu bekas." kata Milka dengan marah.


" Aidah! Tisu bekas? "


" Baiklah sang raja! Kami permisi kembali ke alam kami. Dan ingat! Jangan kangen dengan kami!" kata Milka dan berlalu meninggalkan ruangan singgasana sang raja. Sesekali tangan Molka jahil menoel hidung para dayang - dayang yang berbaris rapi.


Dewi Alika pun ikut pergi meninggalkan istana yang super duber somplak raja nya.


" Kak! Kita jangan pulang ke rumah yah. Mampir dulu beli bakso." kata Alika dengan rengekan nya.


" Iya! Diam kamu! Banyak kali bacotan mu. Lihat laki - laki itu sampai sakit perut nya mendengar tiap ucapan mu."


" Hahahaha..Dewi Alika! Kamu tidak perlu kembali ke istana itu lagi. Biar aku yang menjadi kekasihmu dan setiap hari akan ku beri semangkok bakso beranak yang spesial untukmu. Bagaimana?" kata Molka sambil terkekeh.


" Benarkah?" tanya Alika sambil mendekati Molka. Lebih dekat. Molka mulai memerah wajahnya karena sikap Alika yang memperhatikan nya.


" Tetapi, kamu sangat jelek. Sangat jauh kegantengannya dengan kekasih ku." kata Alika sambil mendorong tubuh Molka sampai satu meter.


" Hahahaha,rasain Lo!" teriak Milka.


(Jambi, 19 Januari 2022)


Hanya fiktif dan Candaan saja....