Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen
Hadiah Untuk Cucu Tercinta


Empat Februari 2023


********


Pelukan hangat mendarat di tubuhku yang mulai lelah setelah bekerja. "Dede sayang mamah". Nyaring terdengar di telinga. Lelahku terasa tidak terasa setelah pelukan dan ucapan anakku.


Sederhana sekali ucapannya, tapi bagiku itu sangat berati memberikan motivasi. Anak menjadi motivasi untuk tetap bertahan hidup.


Hidup yang tak lagi mudah untuk di jalani dan di sikapi.


*******


Hari yang indah, suasana hari itu terik di siang hari. Tepat di depan rumah Ara berhenti sepeda motor. Ternyata kakeknya baru tiba dari kantor pos.


Tanggal satu biasanya kakek mengambil uang gaji pensiunannya, setiap bulan. Kakek adalah pensiunan pengawas sekolah dasar.


Riang bukan kepalang, hatinya senang. Ara berlari mengejar sepeda motor, yang di kendarai kakeknya.


"Kakek-kakek". Suaranya riang sekali.


Setelah turun dari motor Kakek langsung menyambut cucu nya yang lucu. Kantong plastik berwarna merah dan berukuran besar langsung di raih Ara.


"Pasti ada minuman dan kue wafer yang kakek belikan untukku". Mungkin seperti itulah kata hati Ara kala itu.


"Ayo masuk". Kakek menggendong Ara masuk ke dalam rumah. Tangan kanan kakek menggendong Ara dan tangan kirinya membawa kantong plastik belanjaan.


Rumah kakek dan nenek Ara, tidak berjauhan posisinya berhadap-hadapan. Mudah untuk di jangkau oleh Ara bulak balik dari rumahnya menuju rumah kakek neneknya.


Yakult dan sebungkus wafer Nabati cokelat sudah ada di genggaman Ara. Tawa dan senyumannya sumringah, bahagia sekali.


Pun begitu juga dengan kakeknya, yang selalu membawa pulang oleh-oleh kesukaan Ara.


Padahal bukan pertama kali kakeknya membelikan minuman itu dan wafer, namun Ara selalu menganggapnya sebagai oleh-oleh terenak yang di dapatnya sepulang kakeknya mengambil uang pensiunan dari kota.


"Mamah, dede minum Yakult tiga" jari telunjuk, tengah dan kelingking di arahkan ke wajahku.


Di depan pintu rumah ia minum dengan cepat, dalam satu tegukan satu botol ukuran kecil habis di lahapnya.


Tangannya mungil dan lucu, membuat gemas.


Tiga botol minuman


permentasi itu ia habiskan, tidak sekaligus. Awalnya satu botol ia habiskan, pulang ke rumah dan pura-pura main di dalam rumah, tidak berselang lama ia minta lagi dan lagi dua botol Yakult dari neneknya.


"Hhmmmm ..... Seger". Memang rasanya manis, asem segar apalagi kalau di minum dalam keadaan dingin. Adem rasanya di tenggorokan.


********


Usianya kini Ara tiga tahun lima bulan, tingkahnya lucu, unik dan terkadang meniru apa yang kita ucapkan bahkan apa yang kita kerjakan.


"Jadi orang tua itu cape, lelah tahu", fasih ia mengatakan itu. Aku sedang duduk di teras rumah ketika mendengar ucapannya.


Sebagai mamahnya, aku kebingungan dari mana ucapan tersebut. Hingga Ara begitu mudahnya melafalkan bahasa itu.


"Mungkin aku pernah mengucapkan itu, di kala kelelahan melanda?". Terkadang jika lelah, penat, jenuh, suntuk, bosan, dan fikiran tidak menentu ucapan pun begitu mudahnya keluar dari mulut.


Akhirnya mungkin itu di rekam oleh otak Ara, bahkan terkadang ucapan seperti memerintah, memaksakan kehendak, merajuk bahkan mengomel. Ara lakukan, apalagi ketika ia menginginkan sesuatu.


Anak memang peniru yang ulung.


Sedih tak terkira di kala anak-anak meniru hal-hal yang tidak baik dari fiqur ayah, ibu, teman sepermainannya, keluarga dan lingkungan.


Tidak hanya perilaku yang ditiru anak-anak. Ucapan atau bahasa yang terdengar di telinganya, ia menyerap dalam otaknya, tanpa lagi mencerna bahasa itu baik, sopan atau tidak.


Ara anak yang cerdas, pintar ber-selfie, gaya nya penuh dengan ekspresi.


Jangan pernah berkata yang salah atau kotor, Ara akan cepat menangkap. Dan mengulangi apa yang ia dengar.


*******


"De, lagi apa?". Kakek menghampiri Ara yang sedang asyik bermain sendiri di kasur lipatnya yang berwarna merah. Warnanya sudah mulai Kumal, bunga-bunga sarung kasurnya telah pudar. Ara dan kasur lipat bagaikan sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.


"Ada apa kek?".


Ara menjawab sambil mendelikkan mata indahnya, mengarah ke hadapan kakeknya yang berdiri tidak jauh dari hadapan Ara.


"Sini, mau enggak?, Kakek punya niih". Tangan kakek menunjukkan sebungkus kado yang sudah terbungkus rapih, ukurannya besar.


Sebuah kado yang sudah di siapkan kakek, kertasnya berwarna pink dan bergambar Hello Kitty, anime kesukaan Ara.


Kakeknya tahu betul kesukaan Ara. Begitu juga sebaliknya tahu betul tentang hal-hal yang tidak di sukainya.


"Apa itu kek?"


"Hadiah buat Dede Ara".


Ara yang senang dengan kado, langsung menyambut pemberian kakeknya dengan senyuman manis di hiasi dengan lesung pipi di kiri dan kanannya.


Ara langsung membuka hadiah dari kakeknya, perlahan di bantu mamah dan kakak perempuannya.


Ssssrrrtttt suara kertas kado berwarna pink mulai di buka perlahan-lahan, tara.... Tara .... Terbukalah Kado istimewa pemberian kakek. Ara senang sekali, ia mengekspresikan kebahagiannya dengan jingkrak-jingkrak di atas kasur lipatnya. Tawa bahagia tak lepas darinya.


Sebuah mainan yang diidam-idamkannya telah terwujud. Kakeknya membelikan sebagai hadiah istimewa.


Seekor kuda-kudaan yang terbuat dari plastik, bisa di tunggangi berwarna kuning. lengkap dengan ekor nya berwarna hitam. Di atas kepalanya ada tombol yang bisa di bunyikan.


Setiap di tekan tombolnya nanti akan berbunyi dan ada warna berkilauan memantul dari dalam kuda-kuda tersebut.


Kakek yang selalu berusaha membahagiakan cucunya, membuat merona senyuman di pipinya.


"Terimakasih kakek,". Ucap Ara sambil mendekap erat dan mencium kakek kesayangannya.


"Sama-sama". Kakek membalas pelukan hangat sang cucu perempuannya.


...****************...


Seandainya kita mampu membeli tidak mesti di minta, apapun yang di inginkan anak pasti ingin di penuhi. Namun karena keadaan yang sederhana tidak semua keinginan anak terpenuhi.


Tetapi tidak baik juga kalau semua keinginan anak di turuti, anak menjadi manja.


Kakek Ara bukan berlebihan secara materi, tetapi karena kasih sayang kepada cucunya. Dan tahu betul keadaan kami yang tidak sanggup membelikan mainan yang harganya cukup lumayan menguras isi kantong kami sebagai orangtua.


******


Setiap kebaikan dan keburukan yang di lakukan oleh orang dewasa menancap di kuat dalam ingatan, membekas dalam kenangannya.


Kesucian anak-anak jangan sampai ternodai. Anak anugerah dan titipan dari llahi yang mesti di rawat dan di jaga dengan sepenuh hati.


*******


Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku. Maafkan belum menjadi seorang ibu yang baik dan memenuhi keinginanmu. Madaniyah Naura Kareem. Semulya nama yang ku sematkan padamu.


Doa dan harapan semoga kelak engkau menjadi anak sukses, bahagia, meraih cita-cita dan menemukan cintanya.


18.45 WIB.