
Ayya dan Cinta bersaudara, hukum persaudaraannya sepupu. Mamahnya adik bungsu mamah Ayya.
"Nanti, kalau liburan sekolah, main yah ke Ciputat". Cinta meminta sepupunya untuk bertandang ke rumahnya di kala nanti liburan sekolah.
"Ya, Ayya juga mau". Liburan di Ciputat seru. Karena setiap liburan Ayya selalu menyempatkan berlibur ke Ciputat, biasanya di ajak ke Mall juga. "Cuci mata". Kata Ayya.
Bak gayung bersambut Ayya dan Cinta bertemu di sela-sela liburan semester.
Libur tiba.
Ayya di antarkan sang ayah menuju kota Tangerang Selatan, tepatnya di kota Ciputat.
Ayya di sambut bahagia, yang sejak tadi pagi di tunggu kehadirannya.
Ayya dan bapaknya akhirnya tiba, Cinta membukakan pintu rumah.
"Assalamu'alaikum". Suara di depan pintu terdengar tidak asing.
"Wa'alaikumussalam,". Cinta keluar dan langsung menyambut kedatangan keduanya.
Hidangan teh manis hangat dan kue cemilan di sediakan, kue cemilan kuping gajah kesukaan Ayya.
Alasannya sangat sederhana, kenapa Ayya suka dengan cemilan kuping gajah, karena namanya, unik. Kuping gajah.
Roti lapis juga tersedia dengan aneka rasa
"Mau berapa hari di sininya?". Sambil membawakan tas ransel Ayya ke dalam kamar.
"Seminggu, nanti hari minggu ayah jemput lagi".
Liburan yang singkat di isi dengan kegiatan membaca buku, memasak, mencuci piring, menyapu, mengepel dengan suasana yang bahagia.
Tak lupa mereka bercerita tentang cita-cita dan harapan.
"Hari ini Ayya yah yang mencuci piring".
"Aku yang ngepel lantai". Cinta cekatan mengambil alat pel yang sudah terbiasa di simpan di dapur dekat lemari pendingin.
Libur di hari ke empat Ayya dan Cinta pergi ke toko buku di temani mamah.
Sampai sore menikmati liburan, malam tiba di rumah.
Sisa liburan di habiskan di rumah, membaca buku di halaman rumah, memanjat jambu air di pekarangan rumah, dan memetik buah rambutan yang buah yang menjuntai ke bawah, di tarik tangan bisa di ambil.
Seminggu cepat berlalu. Ayah Ayya sudah menjemput.
"Dadaaaah..., Kita ketemu liburan yang akan datang". Perpisahan antara keduanya di pisahkan dengan pelukan.
*****
Cinta anak perempuan kecil usinya baru menginjak empat belas tahun.
Pendiam, hoby nya membaca buku. Di mana saja, di teras rumah, di dalam kereta perjalanannya ke kampung halaman mengunjungi uwa-uwa (kakak tertua ibunya yang tinggal di kampung kelahiran ibunya). Sepupu dan saudara lainnya.
Cinta gemar membaca buku, hobi yang luar biasa untuk anak-anak saat ini. Yang di terjang dengan dunia gadjet.
Bukan buku yang ada di tangan, tapi telepon genggam. Dengan berbagai fitur lengkap.
Bisa Berjam-jam di depan smartphone. Tabiat anak-anak zaman sekarang yang kecendrungan dengan handphone membuat lupa makan, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Timbul menjadi anak yang anti-pati, cenderung pemurung dan pemalas.
"Mah, ayoo ke Gramedia, ini hari libur". Cinta mencium lembut pipi mamah nya. Yang teramat mencintai Cinta.
"Okey.... Mandi, beres, terus kita berangkat.
Jam sembilan berangkat toko buku menjadi pilihan.
Bunga-bunga jalanan indah, bunga kertas warna ungu cantik mempercantik jalanan ibukota.
Ibukota cantik dengan tata kota yang nyaman dan ramah lingkungan di ciptakan.
Masuk ke dalam gedung toko buku bagi Cinta bagai masuk ke dalam syurganya. Tiap lorong-lorong rak-rak buku di jelajahi.
Toko buku megah nyaman untuk membaca, tidak mesti membeli. Membaca di tempat juga tidak di larang, alias gratis membaca dengan waktu yang tidak di batasi.
Duduk bersimpuh memilih buku komik, nampak Cinta menikmati bacaannya.
Buku menjadi sinergi magis merasuk ke dalam fikiran dan hayali Cinta.
Hening.
******
Senin kembali beraktifitas.
Cinta memacu waktu mengendarai motor ojek online langganan menuju sekolah, jarak rumah dan sekolahnya lumayan jauh.
Setelah Cinta berangkat sekolah dengan aman dengan langganan ojegnya yang sudah di kenal lama.
"Khawatir kalau bukan ojeg enggak di kenal", Mamah selalu berpesan.
Apalagi tinggal di ibukota, banyak kejadian yang yang menjadi korban anak-anak.
Anak generasi bangsa ini sering terluka di masa keemasannya. Bangsa ini hari di bangun oleh generasi bangsa.
Jangan sia-siakan anak, jangan biarkan anak cepat menjadi dewasa sebelum waktunya
"Mengerikan, lebih baik mencegah daripada sudah terjadi, kilah mamah yang selalu menjaga sepenuh hati Cinta.
Ayah Cinta telah di panggil terlebih dahulu sebelum Cinta menghirup udara, penyakit jantung telah merenggut ayah Cinta.
Di subuh yang masih di basahi embun.
Ayah Cinta terkenal baik, sederhana dan sayang keluarga.
Tutur katanya sopan dan lembut, perawakannya tinggi dengan warna kulit putih.
Senyumannya manis, menenangkan. Ciri khas yang melekat padanya.
****
Seorang ibu muda menjadi single parent. Dan menerima semua taqdir ilahi dengan sabar dan tawakal.
Tak berselang lama mamah Cinta juga beres-beres. Mengejar tujuan, menjadi guru sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Pagi yang sibuk, mengejar mimpi
masing-masing.
*****
Hari Minggu waktunya berlibur, cinta dan dua kawannya bermain di halaman rumah, hanya bermain di depan rumah Cinta. Tak lama jeritan histeris memekikkan telinga di waktu sebelum dhuhur.
Darah bercucuran, Cinta tak bersuara. Sang Mamah yang mendengar jeritan ke dua temannya langsung berlari ke luar rumah, melihat Cinta sudah terjatuh, tersungkur di bawah tanah, Lara dan Dina kaget dengan sigap membawa Cinta yang sudah terkulai pingsan ke rumah sakit, namun selama perjalanan Cinta sudah tidak dapat tertolong lagi.
Lara, Dina, Mamah hanya termenung terpaku melihat jasad Cinta yang sudah terbujur kaku, di dalam ambulance yang mereka tumpangi.
"Cinta bangun, katanya mau makan siang". Lara terseguk-seguk, dan memeluk Dina.
"Dina, Cinta kita pergi, tapi kasihnya masih ada. Cnta selalu mengingatkan kita sholat, mengaji, bermain di taman kota selepas habis belajar yang membuat fikiran pusing.
"Maafkan Cinta yaah". Suara tangis Lara dan Dina terhenti setelah mamah Cinta yang sudah mereka anggap mamah sendiri.
"Iya mah, Cinta anak yang baik, hobi nonton film Korea, Sholehah juga, jarang ngomongin orang lain. Dan hal yang menyenangkan bagi Cinta adalah membaca buku".
"Cinta taman Syurga".
"Kabar duka buat keluarga di kampung, Cinta tadi jatuh di pagar depan pagar rumah, tadi pukul sebelas lewat tiga puluh menit". Telepon genggam di tutup.
Informasi yang sangat mengagetkan, tidak ada riwayat sakit. "Cinta sehat, namun apalah daya, kenyataannya Cinta harus di ikhlaskan". Ujar mamah yang berusaha menenangkan kakak-kakaknya.
Rombongan mobil mulai meluncur menuju arah Ciputat tempat kediaman Cinta bersama mamah dan kakak tercinta.
Begitu banyak yang pelayat. Cinta bunga yang indah penikmat buku.
Cinta tetap mencintai buku di penghujung usianya. Karena Allah SWT lebih mencintai Cinta dari cinta mamah, uwa, kakak-kakak, sepupu, sahabat dan handay taulan.
Selamat jalan Cinta
Cinta kasih sepanjang masa, kekasih teruntuk Cinta. Gadis belia yang masih suci bunga syurga untuk ibu nya tercinta.