Ketulusan Hati

Ketulusan Hati
Bab 33


" Adam bunda mau ke rumah temen bunda nanti siang, kamu bisa anterin bunda gak nak ?" tanya bunda vania.


" jam berapa bun ?" sahut Adam menoleh ke arah sang bunda.


" abis Dzuhur sayang, kalo kamu gak bisa gapapa biar nanti bunda minta anterin mang kosim nanti !" ujar bunda Vania.


Saat ini mereka sedang melaksanakan sarapan pagi, dan ayah Harun hanya memperhatikan kedua nya.


" Bisa kok bunda, tapi Adam mau ke distro Dulu buat ngechek pekerjaan nanti sebelum Dzuhur adam sudah pulang !" sahut Adam. ia memang anak yang penurut jika dengan sang bunda. adam juga mempunyai usaha sendiri dan perusahaan keluarga nya di urus oleh kaka nya.


" makasih sayang !" ucap bunda Vania tersenyum manis, Adam hanya mengangguk sebagai jawaban.


" kalo gitu ayah berangkat dulu bun !" pamit ayah harun mencium kening sang istri dengan mesra, Adam sudah terbiasa akan hal itu ia malah bersyukur kedua orang tua nya tetap romantis hingga sekarang.


" hati-hati yah !" balas bunda vania mencium punggung tangan ayah harun dengan takzim.


Adam juga menyalami sang ayah dan ikut pamit untuk berangkat le dustro.


*****


Satu jam kemudian Adam tiba di distro milik nya, dan langsung di sambut oleh beberapa karyawan nya.


Adam sengaja merekrut karyawan tanpa memakai ijasah karna menurut nya jaman sekarang banyak sekali anak muda yang tidak melanjutkan sekolah nya karna tidak ada biaya, karyawan adam juga sebagian ada yang berasal dari anak jalanan.


" Pagi A adam, Laporan bulan ini sudah saya taro di meja A adam !' ujar salah satu karyawan adam yang sering di panggil kinoy.


" pagi juga, sip deh thank ya !" sahut Adam seraya menepuk punggung kinoy dan berlalu ke ruangan milik nya.


Saat sampai di dalam ruangan milik nya adam segera memeriksa laporan yang sudah kinoy letakan tadi, senyum nya mengembang saat pemasukan bulan ini naik 20%.


" alhamdulillah !" ucap Adam penuh syukur.


Selesai memeriksa pekerjaan nya adam keluar dan menghampiri kinoy.


" noy nanti siang ajak yang lain ke resto depan ya. omset bulan ini naik hehe. nanti Aa transfer uang nya !" ujar Adam dan di balas senyum sumringaj oleh yang Lain.


" siap A hatur nuhun ( terima kasih ) !" jawab kinoy dengan gaya hormat nya dan jangan lupa cengiran khas nya.


" oke kalo gitu Aa pamit dulu. gak bisa Lama mau anter bunda soal nya habis ini !" ucap Adam. seluruh karyawan Adam memang sudah mengenal bunda vania karna ibunda Adam itu suka mampir ke distro milik sang putra.


" mangga A, ati-ati di jalan !" ujar kinoy dan yang lain nya.


Adam mengangguk dan berlalu keluar dari distro menuju mobil nya. padahal sekarang baru pukul 10.30 wib tapi ada ingin mampir dulu ke suatu tempat.


❤❤❤❤❤


waktu sudah menunjukan pukul 12.20 wib dan Adam sudah berada di rumah sejak sepuluh menit yang Lalu.


" udah siap nang ?" tanya bunda vania. ( nang itu panggilan untuk anak laki-laki ).


" udah bun, yuk berangkat !" sahut Adam Lalu merangkul bahu sang bunda yang tertutup jilbab besar.


" Adit sama satria kok gak pernah ke rumah lagi sih Dam ?" tanya bunda Vania, sekarang mereka sedang berada di dalam mobil menuju rumah teman bunda Vania.


" Lagi pada sibuk bun !" jawab Adam santai.


" ohh,, nanti kalo udah pada gak sibuk suruh ke rumah ya, bunda kangen sama mereka, apalagi sama mulut nyablak satria !" ujar bunda Vania sambil terkekeh kecil.


" iya bun !" sahut adam singkat dengan mata yang tetap fokus ke arah jalanan.


" Dam temen bunda punya anak gadis cantik, nanti bunda kenalin ke kamu ya !" ujar bunda vania tiba-tiba membuat adam menoleh kaget ke arah sang bunda.


" bunda gak jodohin kamu adam. bunda hanya mau kenalin kamu sama anak teman bunda doang !" kilah bunda.


" hmmm !" dehem adam karna ia sudah sangat hafal dengan kelakuan sang bunda.


beberapa menit kemudian mereka pun tiba di rumah teman bunda vania, adam menatap tak percaya melihat rumah di depan nya.


" bukan nya ini rumah vina temen nya mila ?" tanya adam dalam hati karna kemarin ia mengantar vina pulang.


" ini Rumah temen bunda ?" tanya Adam.


bunda vania menganggukan kepala nya " iya, ayo turun !" ajak bunda vania lalu membuka pintu mobil dan turun.


dengan ragu adam turun dari mobil mengikuti bunda vania. setelah memncet bel beberapa kali akhirnya pintu rumah itu terbuka.


" ya ampun yang di tunggu dateng juga akhir nya !" sambut bu salma.


" maaf ya jeng, soalnya nunggu anak saya dulu tadii !" sahut bunda vania sembari bercepika cepiki.


" ini anak kamu jeng? wah ganteng ya !" ujar bu salma menatap ke arah adam.


" adam tante !" ujar adam memperkenalkan diri nya dan menyalami tante salma.


" ayo, ayo masuk anak saya ada di dalem tuh, biar saya kenalin !" ujar bu salma mengajak bunda vania dan Adam untuk masuk ke rumah nya.


Sampai di ruang tamu bu salma mempersilahkan mereka duduk dan meminta salah satu ART nya untuk membuat minum.


" bentar ya jeng saya panggil anak saya dulu !" pamit bu salma dan diangguki oleh bunda vania.


" kamu kenapa Dam? kok muka nya kaya gelisah gitu ?" tanya bunda vania ketika melihat raut wajah adam yang tidak nyaman.


" emm gapapa bun !" sahut Adam tersenyum tipis menatap bunda vania.


Tidak lama setelah itu bu salma datang bersama seorang perempuan cantik yang sudah Adam kenal.


" Loh ka Adam !" ujar vina terkejut.


" hay vin !" sahut Adam sembari tersenyum manis.


" Loh kalian udah saling kenal ?" tanya bu salma.


" ini ka Adam mah yang kemarin nganterin vina pulang, temen nya ka Adit pacar nya mila !" jelas Vina dan mendudukan diri nya di sofa yang bersebrangan dengan Adam sehingga ia menjadi berhadapan langsung dengan cowo manis itu.


" owalah, ternyata udah kenal toh !" ujar bunda vania tertawa gemas.


" iya bun, kemarin sempet ketemu di cafee !" sahut Adam.


Lalu mereka pun melanjutkan obrolan sementara adam hanya sesekali menimpali jika di tanya, jujur saja saat ini ia sedang merasa gugup karna bisa berdekatan dengan vina.


" Dam kamu tunggu di sini ya bunda mau ngobrol dulu sama tante salma !" ujar bunda vania.


" iya Dam sebentar doang kok, biar ditemenin sama vina ngobrol nya !" ucap tante salma menimpali.


Lalu kedua nya pun bernajak menuju taman belakang tanpa menunggu jawaban kedua anaknya.


Setelah kepergian kedua ibu itu, Adam dan vina jadi merasa canggung dan bingung ingin memulai percakapan dari mana karna kedua nya sama-sama grogi.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya para kesayangan 😘