
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote,...
...hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel...
...ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan...
...judul...
..."PERTEMUAN"...
..."TAKDIR"...
..."CINTA KU MAFIA KU"...
..."AKHIRNYA ISTRI KU PERGI"...
..."TANGISAN RANIA"...
...Tolong hargai penulis dengan menunjukan dukungan kalian....
.............
.......
.......
....... ......
Di depan gedung Opera...
"Hai Marley! " Ed dan Lyra memanggil Marley yang sejak tadi mencari keberadaan mereka.
"Hai Ed, Long time no see"
"Yeah, sejak lulus kita sudah tidak pernah bertemu ya" Ucap Ed.
Marley kemudian melirik ke arah Lyra.
"Kau masih saja dengan nya? " Mata Marley memandang Lyra penuh dengan makna tersirat yang Lyra sendiri tak menyukai pandangan itu.
"Mau bagaimana lagi? Ed mencintai ku bahkan tidak mau melepaskan ku, mau tidak mau aku harus membiarkan nya" Jawab Lyra dengan sedikit pamer.
Marley mengabaikan ucapan Lyra, seketika Lyra merasa tersinggung tapi ia berusaha menahan nya karena Marley dan Ed memiliki hubungan yang baik. Lyra hanya mau menjaga nama baik orang yang ia cintai.
"Oh iya di mana Ben? Bukan kah kau bilang Ben akan datang? Aku rindu sekali sama dia!! "
"Yah... tadi dia datang tapi sudah kembali"
"Apa?!! Kenapa cepat sekali? Apa penampilan ku buruk? Sampai dia pulang dulu? Bisakah kau memberikan nomor Ben?"
Lyra sangat membenci perempuan tidak tahu malu itu. Sejak kuliah memang Marley sangat cantik bahkan ialah primadona kampus yang sering disandingkan dengan Ben. Setiap ada acara relawan atau bakti sosial kampus, Ben dan Marley sering dijodohkan oleh anak - anak agar menjadi Couple kampus. Namun Ben yang nyata nya memang tidak tertarik selalu menghindari Marley dan akhirnya Marley hanya dekat dengan Ed. Dan Lyra membenci sikap Marley yang selalu sok dekat dengan mereka.
"Dia datang bersama Istrinya, His Wife sangat sopan dan bahkan wanita yang luar biasa" Lyra sengaja menyombongkan Nissa di depan Marley.
Ben kau harus berterimakasih karena aku membanggakan istri mu dan juga membela mu.
"Dia sudah menikah? Ben menikah?! Ku kira berita itu bohong? Kalau tidak salah janda! Yang benar saja! Kau pasti berbohong!! "
"Memang janda, tapi apa salah nya menjadi janda? Mereka menikah juga karena cinta, Yang peting kan Ben bahagia"
"Apa wanita itu secantik aku? atau pandai nyanyi seperti ku? Ben itu sejak dulu tidak menyukai wanita! Bagaimana bisa dia menikah!! "
Lyra benar - benar benci melihat Marley yang sok mengenal Ben padahal mereka tak pernah kenal secara pribadi. Ben bahkan tak mungkin ingat wanita seperti Marley dalam hidup nya.
"Apa hubungannya dengan mu sih?! Mau dia cantik atau pandai menyanyi kenyataan nya di hati Ben hanya ada istri nya! Dia tidak pernah tertarik pada mu!! Lagian dia pulang awal juga karena ingin bemesraan dengan istri nya. Istri nya lebih menarik daripada dirimu yang kata nya dewi di atas panggung itu"
"Lyra!! " Ed menegur Lyra agar berhenti.
"Kau sangat kasar Lyra!! "
"Aku kasar tapi kau lebih tidak masuk akal, mencari lelaki yang sudah beristri bahkan masih meminta kontak nya! Cari deh sebagai sahabat orang mana yang nggak marah liat tingkah mu yang nggak bermoral?! "
Ed hanya menutup mata nya dan menyerah dengan semua itu. Marley kemudian memasang wajah yang dingin. Dengan wajah itu, semua orang bisa mati membeku karena sangking takut nya.
"Sorry Ed, makan malam ini kita lewati saja! Aku tidak berselera sama sekali, Next time saja"
Marley segera mengangkat gaun nya sedikit dan berbalik dari Ed maupun Lyra. Setelah Marley lebih jauh dari mereka Ed memandang Lyra dengan kesal.
"Sejak kapan kamu tidak bisa mengontrol dirimu begini? Itu keterlaluan Lyra! "
"Lalu aku harus diam saja? "
"Tapi kita tidak perlu ikut campur perasaan Marley, toh biarkan saja Ben yang menyelesaikan nya!! "
Lyra menatap Ed dengan kekesalan yang memuncak.
"Aku akan lebih malu di hadapan Ben jika aku diam saja seperti yang kau lakukan barusan! Kau menutupi yang sahabat mu sendiri banggakan! Istri nya itu kebanggaan bagi nya tapi kau ?menutupi nya! Kita belum lama berbaikan dengan Ben! Kenapa kau berbuat hal yang sama untuk menyakiti sahabat kita sendiri?!! "
"Lyra... bukan itu maksudnya.... aku hanyaa... "
"Kau hanya mementingkan perasaan Marley!! tapi kau mengabaikan perasaan ku dan juga Ben!! Aku tahu mungkin kau punya kenangan bersama Marley yang aku tidak tahu tapi sungguh aku kecewa padamu Ed"
Lyra hendak pergi namun tangan Ed dengan cepat menggapainya dan menahan Lyra.
"Please Lyra... apa yang mau kau lakukan?"
"Tolong jangan perkeruh lagi hubungan kita! Aku sangat kecewa padamu dan aku mau pulang!! "
"Dengan gaun dan sepatu itu?! Tolong Lyra! Ini sudah tengah malam juga! Ikut aku pulang! Kamu mau pulang dengan apa?!! "
Lyra melepaskan high heels nya dan melemparkan ke arah Ed dengan wajah kesal.
"Aku bisa jalan kaki atau mencari taxi! Aku lebih suka melihat kaki ku penuh luka daripada harus satu mobil dengan mu yang membuat hati ku terluka!! "
Lyra terus berjalan dengan bertelanjang kaki. Dengan gaun nya yang cukup berat itu Lyra merasa kesulitan berjalan. Di tengah malam seperti ini, bahkan taxi pun susah untuk di dapat kan. Lyra kembali mengecek Handphone nya jikalau ada driver yang bisa ia dapatkan melalui aplikasi.
"Sial!! Kaki ku terasa sakit!! "
Lyra terus menggerutu dengan bibir nya dan menyalahkan. Bahkan Lyra kecewa terhadap jawaban Ed yang tidak menyangkal kenangan nya bersama Marley memang spesial. Terlebih daripada itu, Lyra bisa melihat bahwa Ed lebih mementingkan perasaan Marley ketimbang dirinya dan Ben. Lyra akan memaklumi jika Ed lebih memilih perasaan Ben karena Ben sahabat mereka. Lyra bersedia kalah jika itu sahabat nya, Tapi Marley bukan sahabat mereka dan Lyra harus kalah hari Marley. Hati Lyra merasa terluka dan sakit.
Di belakang Lyra, Ed terus mengikuti Lyra dengan mobil nya. Setelah cukup lama Lyra berjalan tanpa menemukan taxi Ed membuka jendela mobil nya dan memanggil Lyra.
"Lyra... aku sakah, Ayo bicara di dalam mobil saja"
"Lyra!! kaki mu bisa lecet berjalan tanpa sepatu!! "
....
Masih tak ada respon dari Lyra sama sekali. Lalu sebuh mobil melewati mereka dan berhenti di samping Lyra.
"Hey Babe! Naik lah! Aku senang kau menghubungi ku! "
"Jhonny!! "
Lyra kemudian masuk ke mobil itu dan pergi berama pengendara mobil itu meninggalkan Ed yang terus bertanya siapa pria tadi.
-bersambung-