
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU",...
..."AKHIRNYA ISTRI KU PERGI"...
.......
.......
.......
James menatap Ben dan Nissa dengan cukup lama dengan tatapan masam itu. Namun di akhir sebelum James berbalik Ben bisa melihat James yang tersenyum licik. Ben ingin sekali menarik kerah James dan membanting tubuh nya ke lantai tapi sayang nya Nissa ada di samping nya. Paling tidak demi Nissa, ia harus bersabar.
"Masih sakit? Mau pulang saja?" Tanya Nissa yang masih khawatir.
"Udah agak baikan bisa ku tahan" Jawab Ben.
Kalau saja James tidak disini pasti ini belanja yang menyenangkan untuk ku dan Nissa.
Ben pun menarik pinggang Nissa untuk mendekat ke arah nya.
"Ada apa ini tiba - tiba?!" Nissa berusaha memposisikan diri di tempat umum.
"Siapa suruh kamu lebih perhatian kepada pria lain di banding kan suami sendiri?! Karena kamu fokus pada James aku jadi sakit lagi"
"Hahaha....Kamu cemburu?"
"Siapa yang cemburu?! Enak aja!! Karen sakit maka nya aku begini"
"Lalu kita mau jalan gimana? Siapa yang mau dorong troli nya? Kamu megang aku begini?"
Ben kemudian mengubah posisi dan mengaitkan tangan istri nya ke lengan kekar milik nya.
"Kalau begini baru seperti suami istri yang sedang berbelanja, Biar aku yang dorong troli dan kamu nikmati saja sebagai istri ku, ambil saja apa yang kamu mau beli"
"Hahaha Ben kamu memang sangat luar biasa"
Nissa tak habis pikir dengan semua pikiran Ben yang setiap hari nya selalu saja ada hal yang bikin Nissa tertawa.
Nissa kemudian mengambil barang di bagian rak pasta, disana ada berbagai macam pasta dan saus pasta lalu kini ada kembali James. Ben ingin sekali memusnahkan pria itu. Pria itu selalu menatap Nissa dengan aneh karena istri nya cantik.
Maaf saja James kau boleh menyukai wanita cantik tapi jangan istri ku!!
"Hei Apakah kau mengikuti kami?! Apa mau mu mengikuti kami terus sejak tadi?!!" Ben berbicara dengan sangat lantang.
"Hah? Ben! Kenapa kamu...."
"Diam Nissa! Aku yakin orang ini sejak tadi terus mencari - cari untuk mengganggu kita! Sebenarnya apa maumu?!"
"Cihhh bukan begini yang ku mau" Ucap James dengan kesal.
Ben semakin yakin James punya maksud tertentu.
"Kau boleh melirik wanita cantik dan menyukai nya! Tapi jangan Istri ku! Jangan pandang dia dengan mata mu sebelum ku congkel mata mu itu!!"
"Haaahhh Tuan yang saya lirik sejak tadi bukan lah Istri anda, saya hanya membantu nya saja!!"
Dalih dari James itu semakin mencurigakan dan Ben semakin yakin dengan pilihan yang ia buat.
"Jangan mengelak! Aku tahu semua rencana busuk mu pada istri ku!!"
"Ben jangan asal menuduh..."
"Benar tuan jangan asal menuduh, yang sejak tadi saya perhatikan itu adalah tuan"
"Nah tu kan aku tahu sejak tadi kamu memperhatikan...."
"James apa maksud nya?" Tanya Nissa terkejut.
"Sejak saya melihat suami anda, dia sangat rupawan, badan nya sangat Hot! Saya hanya penasaran apakah suami anda tertarik dengan yang begitu...."
"Cukup!!!" Bentak Nissa dengan tidak senang.
"Dasar Gilaa!! Dia Suami ku!! Awas saja ya kau berani menampak kan wajah mu di depan kami lagi! Biar kau besar begini bukan berarti aku tidak bisa memukul mu!!"
"Wuiihhh galak nya! Aduuhh copot jantung ku yang lemah ini" Ucap James. Saat itu baru Nissa bisa mendengar suara mendayu milik James.
"Ayo Ben! Kita pergi! Aku bisa Gila duluan jika lama - lama di sini"
Nissa segera mendorong troli sambil menyeret tangan Ben. Ben masih syok dan tak fokus sejak tadi. Ben merinding karena baru pertama kali mengalami hal begini.
"Ini semua karena kamu itu tampan! Lihat Pria aja sampai begitu melihat wajah mu! Kalau Wanita aku masih maklum tapi ini pria! Aku nggak mau saling menjambak rambut dengan seorang pria karena memperebutkan dirimu"
"Jadi kamu akan menjambak James untuk memperebutkan ku?" Ben tersenyum dengan puas.
"Aku serius!! Kenapa juga sih kamu pakai baju yang hari ini buat tubuh kamu berbentuk?! Jadi nya semua orang bisa lihat kamu ini Hot!! Lagian di James itu enak aja ngelirik suami orang udah gila apa?!!"
Nissa mengomel dengan sangat imut, bagi Ben semua tingkah Nissa itu imut.
"Hahaha, kamu sangat manis Nissa"
"Apa sih?! Kamu suka di perhatikan James?! Suka?! Aku sekarang nggak bisa lengah lagi, bukan hanya cewek saja saingan ku tapi sampai cowok juga! Bisa Gila aku karena harus terus waspada dengan banyak orang"
"Tapi apapun atau siapapun itu, aku kan milik kamu☺️ Kamu yang memiliki ku, kenapa kamu harus khawatir? Aku akan selalu jadi milik kamu kan"
Ben menenang kan Nissa dengan menggandeng tangan Nissa. Nissa memandang Ben dengan cemberut. Apa ini ucapan seseorang yang baru saja tadi cemburu buta padahal dirinya lah yang sedang di taksir dengan James.
"Aku jadi khawatir membiar kan kamu pergi ke luar rumah" Ucap Nissa.
"Aku sih rela saja di kurung sama kamu"
"Aku tidak suka dengan kurungan! Tapi aku akan merawat mu sampai kamu tidak akan bisa berpaling dari ku"
Kejadian James ini membuat Nissa banyak berfikir kedepannya pasti ada James lain nya. Nissa kini mulai sadar diri dan belajar untuk memperhatikan Ben lebih lekat agar tak ada James - James lain nya di luar sana.
Saat di Kasir.....
"Sudah semua nya? Apa nggak kurang?" Tanya Ben.
"Udah satu troli besar gini apa yang kurang?"
"Mungkin aja ada yang kurang"
"Nggak kurang kok"
Pelayan kasir yang sedang menghitung belanjaan Nissa dan Ben pun melirik ke arah Ben dengan senyum - senyum. Nissa mulai curiga dengan gelagat si pelayan kasir itu.
"Maaf...Apa anda..."
"Dia sudah beristri" Ucap Nissa langsung.
Nissa langsung menggandeng lengan Ben dan menunjukan cincin pernikahan mereka berdua di hadapan pelayan kasir itu.
Aku tidak akan biar kan kejadian James ini terulang lagi! Mau wanita atau Pria ayo sini! Akan ku hadang kalian yang mendekati suami ku!!
"Aa...bukan itu saja mau menanyakan pada suami anda apa mau bayar pakai kartu atau tunai? Saya masih baru jadi saya belum tahu pakai kartu....maka nya...maaf...kalau bisa bayar pakai tunai saja....maaf" Pelayan itu berbicara dengan ketakutan.
"Bha...ha..ha...haaa" Ben tertawa dengan lantang.
-bersambung-