
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
.......
.......
.......
Setelah Ben selesai mandi, ia pun menuju ke ruang makan. Disana istri dan anak - anak nya sudah menunggu kehadiran nya. Dari jauh Nissa sudah menyambut Ben dengan senyuman yang tulus dan penuh dengan rasa bersalah itu.
Kamu manis sih tapi biarkan saja dulu dia merasa bersalah, biar Nissa besok - besok nggak akan berfikir untuk menomor dua kan ku lagi....
Ben pun duduk di hadapan Nissa dan mengambil sarapan nya. Suasana tegang terasa di meja makan itu. Biasanya Ben akan berbicara dengan Nissa saat sarapan tapi kini Ben sangat - sangat diam tanpa bicara apapun.
"Sayang....kamu mau kopi?"
"Robert! Aku minta segelas Kopi" Ucap Ben.
Ben sengaja mengabaikan ucapan Nissa itu. Bahkan Ben tidak menoleh ke arah Nissa sedikit pun. Ben pun melihat ke arah Collin yang akhir - akhir ini sudah mulai belajar makan sendiri. Collin masih terlihat belum stabil memegang sendok makan nya.
"Pegang lah lebih kuat lagi Collin, dengan begitu sendok kamu tidak akan jatuh saat menyendok makanan kamu" Ucap Ben sambil membenarkan posisi makan Collin.
Setelah selesai makan, Ben mencium Collin dan si kembar lalu bersiap berangkat. Nissa sudah menunggu Ben akan mendekat kearahnya namun Ben malah melewati nya begitu saja.
"Kamu pergi sekarang?" Nissa segera menyusul Ben ke depan dan mengantar kepergian Ben.
Tapi lagi - lagi Ben tidak merespon dan pergi dengan mengabaikan Nissa yang sudah mengantar nya dengan senyum.
"Haaahhh aku akan gila" Ucap Nissa.
"Ada apa dengan tuan? Kenapa pagi ini tuan aneh sekali? Bukan kah kalian pergi makan malam berdua tadi malam?" Tanya Robert.
"Yaah, karena kelembaban ku....Ben marah besar pada ku"
Robert langsung mengerti apa yang terjadi. Meskipun Nissa adalah nyonya rumah nya, Robert terkadang tahu betapa menyebalkan nyonya nya. Nyonya nya memang baik bahkan sangat baik tapi terkadang suka tidak peka dan keterlaluan baik nya. Robert mengerti kenapa Tuan nya bisa kesal. Robert bahkan menganggap tuan nya punya kesabaran tingkat dewa terhadap Nyonya rumah nya.
"Bisakah aku menitipkan anak - anak nanti? Aku akan pulan terlambat hari ini"
"Anda akan pergi?"
"Seperti nya aku harus membujuk Ben, Aku berencana pergi berdua dengan nya malam ini"
"Baiklah, silahkan pergi dengan nyaman nyonya"
"Terimakasih Robert."
.
.
.
Sore nya.....
Nissa begitu semangat, ia mengeluarkan isi lemari pakaian nya dan mencoba setiap pakaian yang ia punya. Apalagi Nissa akan menemui Ben di perusahaan nya, sudah pasti Nissa harus berpakaian yang pantas selayaknya seorang istri Boss besar. Nissa juga memanggil para pelayan pribadi nya.
"Ada apa nyonya memanggil kami?"
"Bisakah kalian membantu ku berdandan? Dan tolong bantu aku menata rambut ku juga"
"Konsep apa yang ingin anda pakai? Sexy? Hot? Sweet? atau Bad?"
"Tolong yang Elegan saja, dan tolong sesuaikan dandanan ku dengan pakaian itu"
Nissa menunjuk ke arah gaun nya sedang tergantung itu, Nissa memilih gaun elegan bewarna ungu yang memiliki bling - bling di bagian bawah nya. Konsep elegan sangat pas dengan pakaian itu.
"Jangan terlalu tebal ya, Aku tidak mau terlihat terlalu tua dan terlalu glamor"
"Siap Nyonya"
Pelayan pribadi Nissa mengerumuni Nissa dan mendandani Nissa semampu mereka. Merek tahu bahwa dengan usaha mereka ini, mereka berharap bahwa hubungan Majikan nya akan segera membaik. Karena jelas saja pagi tadi semua nya terlihat tegang melihat tuan mereka yang tak menoleh sedikit pun kepada nyonya mereka.
"Apa nyonya akan menginap di luar?" Tanya pelayan nya.
"Kenapa kau bertanya begitu?" Nissa menjawab nya dengan malu.
"Jika anda ingin menginap di luar tolong gunakan pakaian dalam yang lain dari pada biasanya, mungkin jika begitu tuan akan suka"
"Hei!!" Tegur pelayan lain nya, merasa bahwa rekan mereka itu tidak sopan.
Tapi Nissa merasa bahwa ide itu memang ada guna nya juga.
"Tunggu! Apa kalian semua tahu?..."
"Semua orang tentu saja tahu nyonya, sulit untuk tidak tahu, padahal tuan selalu lengket dengan nyonya, Aneh sekali jika tuan mengabaikan nyonya seperti tadi pagi"
.
.
.
Di perusahaan M.....
"Selamat malam Nyonya" Sapa para karyawan yang berpapasan dengan Nissa.
"Apa suami ku sudah selesai bekerja?" Tanya Nissa kepada salah satu karyawan.
"Seperti nya belum, Boss sudah menumpuk berkas nya yang kemarin untuk hari ini, kata nya ada hal penting kemarin"
Nissa baru sadar, Ben sudah banyak berkorban demi dirinya. Pasti melelahkan membagi - bagi waktu di tengah kesibukan nya. Tapi....dirinya malah mengabaikan perhatian itu dan membuat Ben sendirian dan merasa kesepian.
"Apa anda ingin masuk ke ruangan Boss? sekarang Boss masih ada di ruang Virtual, seperti nya sedang rapat"
"Apa Kate dan Anthony juga rapat?"
"Iya, mereka sudah berada di ruangan itu sejak tiga jam yang lalu"
"Kalau begitu aku akan menunggu di depan ruangan Virtual saja"
"Baiklah jika anda perlu apapun silahkan katakan".
"Terimakasih".
Cukup lama Nissa menunggu, sejam dua jam akhirnya satu persatu orang keluar dari ruangan itu. Dan terakhir yang keluar adalah suami nya beserta Kate dan Anthony. Semua karyawan menyapa. Istri dari Boss mereka, tapi Nissa segera berdiri ketika melihat Ben keluar.
Nissa melepas kacamata nya dan tersenyum ke arah Ben
.
.
.
.
.
.
"Sayang!" Panggil Nissa.
"Nissa?" Ben terkejut.
Ben pun segera memberikan berkas nya kepada Anthony dan membawa Nissa ke ruangan nya. Ketika sampai di ruangan Ben, Ben masih sibuk merapikan berkas di meja nya.
"Kamu tidak bertanya kenapa aku disini?" Nissa mulai pembicaraan.
"Kamu habis dari mana berdandan begitu.?"
"Berkencan"
"Apa?! Dengan siapa?" Tanya Ben dengan kesal.
"Dengan siapa lagi..." Nissa segera mengandeng Ben. "Kalau bukan dengan suami ku?"
"Ada apa ini tiba - tiba?"
"Maaf karena mengabaikan kamu sejak kemarin, Hari ini Aku yang bakal memanjakan kamu, jadi kita mau kemana terserah kamu"
"Gimana ya? Aku punya banyak pekerjaan hari ini"
"Ya udah kalau nggak mau nggak usah nggak apa - apa"
Ben memasang wajah kesal dan segera menggendong Nissa.
"Kamu udah berdandan begini, mana boleh aku menyia - nyiakan kesempatan ini, kamu terlalu menggemaskan"
"Jadi kita mau ke mana?"
"Ada suatu tempat yang ingin ku kunjungi, sudah lama aku mau membawa kamu kesana"
-bersambung-
......"Perhatian saja tidak lah cukup tapi butuh ketulusan dan segenap hati dalam memberikan perhatian yang ada"......