
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa kunjungi juga Novel lanjutan dari Istri Yang Terabaikan dengan judul Cinta Ku Mafia Ku. Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
...*...
"Siapa yang Jalang?"
"Ben!!"
Nissa tak tahu bagaimana dan sejak kapan Ben bisa ada di samping nya. Ben menatap tajam ke arah Dewina.
"Siapa yang kau sebut Jalang?!!" Bentak Ben.
Setiap kali melihat Dewina Ben merasakan gejolak mual yang menjijikkan, perutnya akan bereaksi otomatis ketika ada Dewina di hadapan nya. Wanita itu seperti Medusa, yang punya banyak ular di kepala nya untuk menjatuhkan istri nya kapanpun yang ia bisa.
Edison sengaja membuat Dewina datang ke perusahaan Ben. Edison menanyakan apa Ben ingin menyingkirkan Dewina secepat mungkin, dan Ben dengan pasti menjawab iya. Ben tak menyangka inilah rencana yang Edison berikan padanya.
Ben mendekat ke hadapan Dewina....
"Siapa yang kau sebut Jalang?! Hah?!" Ben berbicara dengan emosi nya dengan nada memperingati yang berbahaya.
Bulu kuduk Dewina merasa merinding akan tekanan yang Ben berikan padanya. Namun dirinya tetap memberanikan diri untuk ikut mendekat ke arah Ben.
*
*
*
*
*
*
Dewina melepaskan tangan nya dari penjaga yang menahan nya sejak tadi.
"Bagaimana penampilan baru ku Baby?" Tanya Dewina dengan kepedean nya.
"Ku minta kau jangan kurang ajar!! Kewarasan juga ada batas nya!!" Ucap Nissa yang segera menghadang Dewina dan berdiri di hadapan Ben.
"Berani sekali kau mengatakan istriku jalang?!" Ben hampir ingin mencekik Dewina namun segera Nissa halangi.
Nissa segera berbisik ke arah Ben....
("Sayang, aku yang akan menangani nya, jika kamu melayangkan tangan ke arah nya, bisa - bisa kamu dapat omongan buruk sebagai lelaki yang ringan tangan pada perempuan")
("Aku tak perduli ! Dia butuh dibunuh!! Aku tak bisa membiarkan nya!!")
Nissa sekali lagi menghalangi niat Ben....
("Aku yang perduli padamu!! Aku nggak mau anak ku lahir dengan papa nya yang akan ke penjara karena memukul perempuan")
("@!?/$&&!!!") Ben memaki dengan bahasa Prancis yang belum pernah Nissa dengar dan Nissa ketahui kata tersebut.
Nissa dengan tegas menatap ben dan menggeleng kuat.
Kamu kira hukum akan berlaku padaku? Hukum tak akan bisa memenjarakan ku karena aku kaya.....Nissa kenapa kamu begitu saja terlalu baik sama orang lain......Padahal aku bisa membunuh nya jika aku ingin, tapi kenapa kamu selalu membuat ku menjadi orang baik?
"Sudah selesai bisik - bisik nya? Bisa kau lepaskan Benedict? Dia butuh aku Sekarang!! Biarkan kami berbicara" Ucap Dewina kepada Nissa.
Dewina segera melewati Nissa dan menjulurkan tangan nya kepada Ben.
"Beb, bukankah ini merupakan adat kebiasaan bagi gentleman lelaki di Paris untuk mencium tangan seorang lady?"
Memang sudah kebiasaan yang lumrah bagi orang Paris untuk mencium tangan seorang lady, Tapi bagi Ben Dewina bukan lah seorang lady.
Nissa sangat puas dengan jawaban Ben, ketika melihat Ben akan memukul Dewina, Nissa segera pura - pura jatuh ke bawah.
"Nissa!!" Ben langsung panik dan segera melihat keadaan Nissa dan memeriksa kaki maupun tangan Nissa.
"Huaaaa!! Jaman sudah berubah!! Bahkan perebut pria orang lain sudah terang - terangan begini!! Padahal aku sedang hamil, bagaimana bisa aku yang seorang istri sah nya dan seorang istri yang sedang hamil di ganggu wanita jahat ini?!!"
Ben bisa merasakan akting yang mendalam dari Nissa, Nissa memberikan kode berupa telunjuk jari nya yang mengetuk ke jalan dan membuat sebuah kode Morse yang berarti Aku sedang berakting, kerja sama lah dengan ku. Keahlian ini Nissa dapat kan karena ajaran Ben padanya.
"Apa yang si gila ini katakan?!!" Decak Dewina dengan kesal.
"Padahal suami ku sudah menolak nya dengan tegas, tapi dia tidak malu, Apa yang harus ku katakan lagi? Ya ampun kenapa hidup ku begini.....huaahhhhh"
Ketika di depan perusahaan semakin ramai orang yang melihat nya menangis sambil terduduk di lantai jalan. Nissa semakin mengencangkan tangisan nya.
"Sayang tenang saja, Aku menolak nya selalu, tapi dia masih saja begitu terus, jangan sedih, kita pulang saja ya" Ben ikut berakting dengan Nissa dan aneh nya Ben menikmati hal ini.
Dewina semakin panik dengan keramaian yang mengelilingi nya.
"Tidak!! Kita harus selesai kan disini, masih ditolak kamu saja dia nggak menyerah, aku nggak mau kamu jadi susah karena di ganggu nya setiap hari"
Dari sebrang keramaian itu, Edison sudah ada disana dan bersembunyi sejak tadi sambil menunggu mengeluarkan ide cemerlang nya. Dengan menarik nafas yang dalam, Edison pun mengubah suara nya dengan sangat lemah lembut dan merdu layaknya wanita - wanita.
"Dia pelakor!! Cek!! Hati - hati suami kalian di rebut olehnya!! Udah ditolak masih halu!!" Teriak Edison dengan suara nya yang berubah indah.
Edison sudah siap merekam semua nya sejak tadi. Semua orang pun menunjuk dan mencaci maki Dewina.
"Hei ciinnnn!!! cinta boleh aja tapi jangan pakai halu!! Akuwww yang gay aja nggak berani negerebut milik orang!! Karma tuh kalau sampai negerebut milik orang!!" Ucap orang itu sambil merekam Dewina dengan handphone dan mendekat kan kamera nya ke wajah Dewina.
"Ayo rekam!! Dan bantu sebarkan supaya orang ini nggk bisa negerebut suami orang lagi!!" Teriak Edison lagi dengan suara perempuan nya.
Nissa masih pura - pura menangis dan makin menjadi - jadi.
"Padahal aku sedang hamil....huaaaaaa"
"Tenang saja sayang, aku cuma cinta sama kamu aja!!" Ucap Ben masih mengikuti akting dari Nissa.
Orang - orang pada simpati dengan Nissa.
"Sabar ya!! Orang kayak gini jangan takut mbak!! Nggak bisa di kasih hati tuh cewek begitu!!"
"Kurang ajar!!!" Bentak Dewina kesal.
"Rekam lagi!! Dia ngumpat dengan kasar tuh!! Rekam terus!!" Edison memprovokasi orang - orang.
Dewina yang panik pun langsung lari namun segera dikejar oleh orang - orang dan terus memvideokan Dewina dengan kamera dan handphone mereka.
Ketika melihat orang - orang sudah pergi menjauh Nissa segera memegang bokong nya yang kesakitan karena terlalu lama duduk di jalanan.
"Sakittt!!!" Teriak Nissa.
Dengan kekuatan nya, Ben segera menggendong Nissa dan tertawa bersama.
"Asli kamu lihat kan? Dia panik banget!!"
"Iya kamu pinter banget sih bikin beginian? Ku kira sakit beneran!!"
"Ini karena Edison yang memberitahukan ide nya, aku ngikut aja!!"
Edison segera menghampiri Nissa dan Ben.
"Bukti sudah cukup lah....uppss!!" Edison lupa mengubah suara nya kembali.
"Totalitas banget sih kalian!!" Ben mengajukan perkataan nya untuk Edison dan Nissa.
Mereka semua hanya tertawa meski tak ada yang tahu kenapa mereka tertawa.
-bersambung-
..."Berusaha memiliki milik orang lain, adalah Racun bagi hidup mu maupun hidup orang lain"...