Gairah Psikopat Cantik

Gairah Psikopat Cantik
Chapter 1


Menikah adalah impian semua wanita, sama seperti impian Cassie yang telah bertemu dengan cinta sejatinya. Andrew melamar tepat pada hari ulang tahun Cassie.


Pernikahan penuh cinta itu akhirnya terjadi. Kehidupan setelah menikah rupanya membuat jiwa petualang Andrew muncul. Apalagi Cassie telah berada di puncak karir sebagai designer. Sehingga waktu untuk suami tercinta berkurang.


Andrew selalu saja bersikap manis ketika di depannya. Sehingga sebanyak apapun Cassie mendapat laporan buruk terhadap suaminya, ia tidak percaya.


Hingga sampai akhirnya tanpa Andrew sadari, Cassie datang ke kamar hotel tempat sang suami memadu kasih dengan Brigita, selingkuhannya. Kebetulan tadi Cassie meeting dan melihatnya masuk ke sebuah kamar.


"Ja-jadi kamu menginap di sini, Mas?" gumamnya.


Meski tangannya bergetar, Cassie memberanikan diri untuk tetap masuk. Matanya melebar ketika melihat perselingkuhan itu nyata di depan kedua matanya.


"Apa yang kalian lakukan di sini!" teriak Cassie dengan suara bergetar.


Sontak saja Andrew dan Brigita yang sedang berolahraga menoleh ke arahnya. Tanpa rasa bersalah Brigita justru menaikan tempo dalam atraksi menunggang kudanya dan berhasil membuat Andrew melenguh.


"Ugh, kau memang luar biasa, Sayang," puji Andrew pada Brigita.


"Tentu saja, Sayang. Lagipula memanjakan suami itu harus totalitas. Baik dalam perut maupun kenikmatan surgawi. Jangan bisanya cuma kerja tetapi suami dibiarin kelaparan."


Ucapan Brigita tegas menyindir Cassie.


"Jika tidak becus memanjakan suami, jangan salahkan orang lain mengambil posisinya."


Sebenarnya Brigita hanya pandai memanjakan Andrew di atas ranjang. Selebihnya ia masih memanfaatkan harta Andrew yang tidak lain adalah harta Cassie.


Seolah tidak terganggu, keduanya justru bangga karena telah berhasil menunjukkan bagaimana keduanya menuntaskan hasrat terlarang di depan kedua mata Cassie.


"Biad*p, dasar perempuan jal*ng!" Cassie yang sudah terbakar cemburu langsung menjambak rambut Brigita.


Sementara Andrew panik, karena Cassie bisa bersikap anarkis seperti itu. Ia segera menutupi tubuh bagian bawahnya dengan selimut. Sementara itu Brigita justru ditarik paksa hingga terjatuh dari ranjang.


"Bagaimana rasanya! Enak banget ya, tidur dengan suami orang!"


"Lepaskan aku, dasar wanita tua sialan!" umpat Brigita sambil berusaha melepaskan cengkeraman tangan Cassie.


Cassie begitu bengis ketika melampiaskan kemarahannya pada Brigita. Ia terus merintih, karena tarikan yang diberikan oleh Cassie terlalu kuat hingga membuat kulit kepalanya seolah mengelupas.


Andrew tidak terima dan mengambil tabung APAR. Tanpa ragu ia mengarahkannya tepat ke punggung Cassie dan membuatnya terlempar dari jendela hotel hingga jatuh dari ketinggian lantai dua puluh.


”Arghhhh!"


Teriakan Cassie tidak berlangsung lama, karena tubuhnya langsung menghantam lantai halaman hotel dengan berselimut darah segar yang mengalir ke seluruh wajah dan tubuhnya. Sebelum meninggal, Cassie pun berdoa agar diberikan kesempatan bereinkarnasi.


"Jika Tuhan memberikan kesempatan kedua, maka jangan harap kalian bisa hidup tenang!"


Saat jiwa Cassie di alam baka, ada sebuah cahaya yang masuk. Pendengarannya pun menajam. Antara sadar dan tidak, saat jiwanya terpisah dengan raganya, Tuhan mengabulkan doanya.


...[Mengakses sistem]...


...[Mencocokkan 50%]...


...[Mencocokkan 100%]...


...[Mulai sekarang Nona adalah Tuan dari Sistem Balas Dendam Dewi Kematian]...


Jiwa Cassie masih melayang, bersiap untuk lahir kembali. Untuk sejenak Cassie membuka mata. Sebuah panel hologram berwarna biru tampak jelas di depan mata Cassie.


...[Selamat datang dalam Sistem Balas Dendam Dewi Kematian]...


...[Tugasku adalah memasuki dunia yang berbeda, demi membalaskan dendam untuk Nona yang meninggal sia-sia]...


...[Istri sah dijadikan mesin pencetak uang, sementara itu pelakor justru menjadi ratu, miris sekali! Bahkan suami bersikap angkuh, bajingan yang pandai bersandiwara pun tidak akan bisa lepas dari data pemindaiku]...


...[Terutama pelakor yang sengaja merebut kedudukan istri sah. Tentu system tidak akan membiarkan hal itu bisa berjalan dengan mudah]...


...[Waktu hukuman telah tiba, maukah Nona menerima bantuan sistem]...


...[Ya/Tidak]...


Tanpa ia sadari, jari telunjuknya pun menekan tombol, ya. Sementara itu, malaikat di belakangnya justru memperingatkan Cassie agar tidak menerima tawaran sistem.


"Jangan jadi mesin pembunuh, Cassie."


Akan tetapi, jiwa Cassie yang terlanjur terluka dan menyimpan dendam, segera menerima penyatuan sistem ke dalam tubuhnya. Beruntung saat proses penyatuan sistem tidak terasa sakit sama sekali. Justru senyuman menyeringai menghiasi wajah Cassie.


...[Selamat, penyatuan berhasil]...


...[Selamat, Nona mendapatkan hadiah kotak pemula]...


...[Apakah Nona mau membukanya]...


"Ya," ucap Cassie lelah.


...[Hadiah kotak pemula : dapat menyembuhkan luka, skill jari ajaib, ingatan masa lalu]...


Seketika ingatan masa lalu membuat Cassie seolah mendapatkan gambaran bagaimana ia dibunuh dengan kejam.


"Tolong, lepaskan aku!" teriak Brigita kesakitan ketika Cassie menarik rambutnya dengan sangat keras.


Cassie tampak menyeret tubuh Brigita hingga terjatuh dari atas tempat tidur. Akan tetapi, suaminya justru memukul tubuhnya hingga terlempar jatuh keluar jendela.


"Dasar penghianat! Tunggu pembalasan dendam akan dimulai!"


Tiba-tiba saja kelopak mata Cassie terbuka dengan sendirinya. Padahal para tenaga medis sudah mengatakan jika ia meninggal. Bahkan saat ini dirinya telah berada di dalam peti kematiannya.


"Kenapa gelap sekali?"


...[Analisis sistem]...


...<>...........<>...........<>...


...[Nama: Cassie Emersyn]...


...[Umur: 23 tahun]...


...[Status : single]...


...[Saldo: 0]...


...[Level sistem: Pemula(0/1000)]...


...[Inventaris: dapat menyembuhkan luka dan skill jari ajaib, ingatan masa lalu]...


...[Skill:-]...


...<>..........<>...........<>...


Kondisi Cassie terbungkus di dalam kotak peti mati. Maka sistem pun membantunya keluar dari sana tanpa membuat kuburannya rusak.


Tampak sekali bekas luka di kepalanya masih mengeluarkan cairan kental berwarna merah. Apalagi ia mengalami pendarahan hebat ketika meninggal.


...[Kluntang ... Klunting]...


...[Misi Utama muncul dan tidak bisa ditolak]...


...<>...........<>............<>...


...[Misi Utama: Mencari rumah tinggal sementara dan menyembuhkan luka di kepala Nona]...


...[Batas waktu: 2 hari]...


...[Hukuman: Nona akan kelaparan selama satu Minggu]...


...[Hadiah: Kecantikan seperti dewi, skill bela diri taekwondo dan uang 5 juta rupiah]...


...<>..........<>.........<>...


Doa Cassie terkabul, ia hidup kembali dan dibekali beberapa skill bermanfaat dari sistem. Hanya dengan menjentikan jari telunjuknya di pelipis, luka menganga tersebut sembuh tanpa bekas.


"Selesai, luka seperti ini hanya masalah kecil. Sekarang saatnya balas dendam!" ucapnya dengan aura pembunuh yang kuat.


Penjaga makam yang hendak membersihkan area makam begitu terkejut, karena ia melihat wanita cantik melewati beberapa tanah kuburan dengan langkah yang begitu cepat.


"Kenapa sepertinya pernah melihat gadis tadi?"


Tentu saja Cassie mendengar dan ia justru menoleh sambil tersenyum ke arah penjaga makam.


"Selamat siang, Kek. Semoga harimu menyenangkan," ucap Cassie dengan tersenyum sambil mengerling.


Seketika kedua mata kakek tua tersebut membelalak, karena terkejut dengan penampakan Cassie. Kedua kakinya gemetaran karena terlalu takut.


"Se-setan!" Teriaknya.


Kakek tersebut baru sadar jika Cassie adalah mayat yang dikebumikan lima hari yang lalu. Tanah kuburannya saja masih merah. Tentu saja si penjaga makam sangat hafal dengan semua mayat yang dikebumikan di sana. Apalagi setiap makam dilengkapi dengan foto mayat yang dikubur di dalamnya.


Baju Cassie yang semula seperti mayat pengantin, segera dirubah dengan pakaian yang baru dan sesuai dengan gaya anak muda jaman sekarang. Hanya dengan menjentikkan jari maka semua keinginannya akan terkabul.


"Sistem ini benar-benar bermanfaat. Terima kasih, sistem."


...[Sama-sama, Nona]...


Teringat akan gaya rambutnya yang belum berubah, ia pun segera pergi ke salon. Tanpa uang semuanya tidak akan berjalan lancar. Ia pun meminta uang dari sistem dengan cara meminjam saldo hadiah yang belum didapatkan olehnya.


"Sistem, aku minta uang."


...[Kluntang ... Klunting]...


...[Apakah Nona ingin meminjam uang]...


"Ya,cuma dua ratus ribu, doang," jawab Cassie setengah malas.


...[Baiklah, hadiah Nona akan dipotong sesuai dengan peminjaman]...


...[Pemotongan saldo dimulai]...


...[Kluntang ... Klunting]...


...[Saldo : 0, Deposit : Rp 5.000.000, 00, dipotong Rp 200.000, sisa Rp 4.800.000]...


"Yes, akhirnya punya uang juga!"


Dengan cepat ia pun pergi ke salon dan memotong rambutnya. Selepas itu ia pun langsung keluar dan melihat penampilan barunya di tepi jalan. Lebih tepatnya di dekat sebuah mobil yang terparkir rapi di pinggir jalan.


Cassie bahkan beberapa kali berlenggak-lenggok di sana hanya demi memperhatikan penampilan barunya. Bahkan merapikan poni lalu mengulas senyum manis tanpa rasa bersalah.


"Perfect!" ucapnya bahagia.


Tampak sekali jika Cassie puas dengan penampilan barunya. Bahkan si pemilik mobil memerhatikan dirinya dari dalam pun mempunyai pemikiran yang sama.


"Gadis yang unik, sepertinya menarik sekali jika dapat berkenalan dengannya."