Demon Lord Reborn

Demon Lord Reborn
Chapter 31: Judas vs Neutron


Kembali ke masa kini, para penonton terlihat semangat untuk menyaksikan pertarungan ketiga dalam turnamen, yakni pertarungan antara Judas Iscariot melawan Issac Neutron, pertarungan yang digadang-gadang akan menjadi yang terbesar dalam turnamen ini.


“Kalau begitu, turnamen akan dilanjutkan dengan sesi pertarungan antara... Judas Iscariot melawan Issac Neutron! Pertarungan akan berlangsung selagi petugas memperbaiki arena, bersiap-siaplah untuk kedua peserta!” Alice pun beranjak duduk dikursi kosong dengan kelelahan di tengah tepuk tangan para penonton yang bergema.


“Suasana pertarungan ini begitu luar biasa! Berbeda dari yang sebelum-sebelumnya dan disambut baik oleh para penonton, lagipula siapa, sih, yang tidak penasaran akan hasil akhir dari pertarungan ini? Tentu semuanya penasaran, bukan? Kalau begitu, selagi kedua peserta melompat dan terbang menggunakan keunikannya masing-masing menuju arena, kita mulai saja dalam hitungan... 5... 4... 3... 2... 1!” ucap Alice yang merasa semangatnya mulai kembali.


Tanpa berlama-lama, Neutron langsung menerjang Judas dengan kecepatannya yang terlihat melebihi kecepatan cahaya, ia menjulurkan tombak Hasta yang digenggamnya ditangan kanan dan mulai mengarahkan ujung tombak menuju perut Judas yang nampak tak terawasi.


“Rasanya tak mungkin ia membiarkan perutnya tak terlindungi seperti itu, pastinya ia memiliki trik dibalik itu semua, benar, 'kan, Judas?” gumam Neutron tepat sebelum ujung tombak mendarat pada perut Judas, tetapi sesuai dugaan Neutron, ujung tombak tersebut tidak benar-benar mendarat pada perutnya, melainkan mendarat pada kail pancingnya, yakni sebuah penghalang tak terlihat yang terbuat dari energi Mana.


Penghalang itu telah sepenuhnya melindungi tubuh Judas dari serangan jarak dekat maupun jarak jauh, membuat Neutron sama sekali tak memiliki kesempatan untuk menyentuhnya secara wajar. Neutron pun melepas ujung tombak Hasta dari penghalang dengan susah payah dan mulai melompat ke belakang untuk mengambil sedikit jarak, menyempatkannya untuk berpikir sejenak.


“Jika aku tak bisa menyentuhnya secara wajar, maka aku harus menyentuhnya secara tidak wajar. Jika penghalang itu bisa menahan serangan jarak dekat dan jarak jauh, maka aku harus menyerangnya dari dalam. Ya, ide yang lumayan dariku, tidak ada salahnya untuk mencobanya sekali, lebih baik daripada tidak pernah mencobanya.” pikir Neutron dengan singkat.


Neutron pun langsung menyimpan tombak Hasta menuju lalu menjulurkan tangan kanannya ke depan dan mulai mengepalnya keras-keras, mengakibatkan Aura-nya lebih mudah dialirkan menuju kepalan tangan kanan tersebut. Setelah semuanya terkumpul menjadi satu, Neutron kembali menerjang Judas sambil melayangkan menuju perut Judas, kini ia nampak angkuh setelah sanggup menahan serangan tombak Hasta, dan mengabaikan serangan yang dianggapnya lebih lemah dari serangan tombak Hasta.


“Tch, begini saja, ya? Tak ada yang lain? Aku perlu mengetahui batas dari Shield-ku ini, tetapi mengapa kau malah mengeluarkan serangan yang lemah? Ayolah, lebih serius!” ucap Judas yang kecewa dan malah merasa kalau Neutron hanya bercanda dan bermain-main dengannya.


pun sampai dan mendarat menuju pelindung yang menghalangi perut Hasta, walau tinjunya gagal menembus penghalang, Aura dari Neutron yang notabene adalah energi, menembus dengan mudah dan melesat menuju perut Judas yang tak terjaga, bahkan Judas pun tak sanggup menebak kejadian ini.


Hasilnya, Aura menembus perut Judas dan menusuk-nusuk organ dalamnya hingga rusak parah. Namun, walau Judas dalam kondisi mematikan, ia tetap kuat untuk berdiri dan bertahan hidup, bahkan tanpa menunjukkan bahwa dirinya tengah kesakitan, hanya sedikit merunduk sambil menatap ke bawah.


“Ya, aku hanya manusia biasa... Namun, aku takkan pernah menunjukkan kelemahanku di depan lawanku... Karena, seseorang yang tak bisa menutupi kelemahannya, hanya akan direndahkan oleh orang lain...” balas Judas sambil memposisikan tangan kanannya selayaknya mencengkeram, lalu muncullah bola api yang semakin membesar secara massif, membuat Neutron secara spontan melangkah mundur sedikit demi sedikit.


Bola api itu pun berubah menjadi dinding api dengan singkat, yang kelamaan menjalar hingga seluruh arena terbakar oleh api dan berubah menjadi lautan api. Namun dengan tangguhnya, Neutron mampu bertahan dari seluruh kobaran api yang perlahan mulai menjalar ke sekujur tubuhnya.


“Sialan, panas sekali! Ah!” ucap Neutron sambil menahan panasnya api yang memenuhi tubuhnya, lalu Judas pun mendorong dinding api tersebut untuk pergi menuju Neutron yang bahkan tak bisa melihat apa pun disekitarnya. Tanpa disadari, dinding api itu pun berhasil menembus tubuhnya, dan memperbesar api yang menyelimutinya dengan keji.


“Eh... Apa yang dilakukan oleh Neutron? Mengapa dia berlaga seakan-akan dirinya terbakar oleh api? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin ini salah satu kemampuan Judas? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita terus saksikan pertarungan ini!” Alice pun keheranan dengan kelakuan Neutron.


[Tuan! Sadarlah bahwa Anda berada di bawah pengaruh Judas! Jika percobaan ini tak sanggup menyelamatkan Anda, maka percobaan kedua segera dimulai... 5... 4... Mengirim informasi... 3... 2... 1... Pemecahan berhasil! Kemampuan menguasai pikiran itu berhasil dipecahkan oleh informasi-informasi seputar peringatan akannya, Anda telah bebas!]


“Ah, terima kasih atas kerja kerasmu, Wahid! Sekarang, aku telah bebas dari Skill Mind Master... Namun, bukankah seharusnya aku kebal terhadap Skill itu? Mengapa aku masih bisa dipengaruhi olehnya, Wahid?” gumam Neutron sambil menahan rasa sakit dari luka bakar yang membekas dipikirannya.


[Skill Mind Master-nya berbeda dari rata-rata, mungkin ia telah membangkitkan Skill Mind Master lebih dari sekali, sehingga ia mampu menembus kekebalan Anda yang hanya berlaku untuk Skill Mind Master rata-rata, atau yang baru pertama kali Awakening. Intinya, Awakening pertama memberi kekebalan terhadap Mind Master rata-rata, Awakening kedua memberi kemampuan untuk meniadakan kekebalan Awakening pertama, Awakening ketiga memberi kekebalan terhadap Mind Master Awakening kedua, dan Awakening keempat memberi kemampuan untuk meniadakan kekebalan Awakening ketiga, begitu seterusnya sampai tak terhingga.]


“Rumit sekali, ya... Jadi, intinya dia memiliki Skill Mind Master yang 2 kali di atas rata-rata, sehingga kekebalan terhadap Skill Mind Master-ku yang hanya rata-rata tak bisa menandinginya. Namun, belum tentu semua Skill-nya berada di atas rata-rata, aku mungkin masih bisa mengambil beberapa kekebalan dari berbagai Skill-nya yang hanya rata-rata atau yang baru pertama kali Awakening.” pikir Neutron sambil menjulurkan kedua tangannya ke atas dan mulai mengeluarkan api dari kedua telapak tangannya yang terus membesar dan berjalan menuju Judas selayaknya arus, dan inilah


Dengan sedikit panik, Judas melompat mundur ke belakang, memastikan dirinya tak terkena sedikit pun api dari karena ia tahu bahwa itu bukan api biasa, dan merasa takkan kuat untuk menahannya. Dengan waktu yang terbatas sebelum melahapnya, Judas mengeluarkan jurus...


Bersambung...