
Tanah yang menopang kursi penonton mulai jatuh tak keruan, air pada kolam bawah tanah mulai meletus dengan ketinggian hingga setara dengan arena. Penonton mulai sadar dari pingsannya dan berlari untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Seakan tak peduli dengan siapa yang lebih membutuhkan pertolongan.
Puncaknya, permukaan air bergejolak hingga tumpahannya menimpa Judas, walau Judas mampu menyelamatkan dirinya dengan mengeluarkan jurus , menciptakan perisai yang mampu menghalau berbagai serangan. “Coba lain kali, dasar bodoh!”
Langit mulai retak layaknya kaca, menciptakan ruang hampa pada langit yang indah. Air dari kolam bawah tanah mulai menghujani Esir serta Freya, membasahi sekujur tubuh mereka dengan ganas. “Semuanya terjadi dengan cepat! Kalau begini, kami tidak memiliki waktu untuk kabur!” Sesosok penonton tergeletak dengan panik dan ketakutan, dia pasrah dan bersiap untuk menerima segala yang terjadi kepadanya.
[Peringatan! True Damage akan muncul, dekat dengan posisi Anda. Disarankan untuk segera melarikan diri sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.] Notifikasi demikian terdengar oleh semua Pemain yang dekat dengan arena.
Bola kegelapan mulai menyusut dan terlihat ingin meledak, membuat suasana semakin kacau dan tidak kondusif. “Mau bagaimana lagi? Aku harus membantu mereka semua, tunggu aku!” Alice memasang wajah panik sambil berlari untuk membantu para penonton yang kesulitan kabur.
*Duar!
Bola kegelapan meledak, membuat sebagian besar arena hancur berkeping-keping, tak terkecuali lantai arena yang terbagi menjadi 2 bagian. Esir berdiri sendirian di tengah kekacauan yang melanda Arena, ia tidak ditemani oleh Freya yang diharuskan berada pada dekatnya. “A-Apa yang terjadi?! Lihatlah, Esir berdiri sendirian di tengah lantai Arena... Sebenarnya, di mana Freya berada...? Kalau begini, diputuskan bahwa pemenangnya adalah Es-” Ucapan Alice tertahan, setelah melihat Freya yang berada dilangit sambil mengibarkan kedua sayapnya.
Kedua mata Freya yang tertutup oleh bayangan memancarkan sinar berwarna merah, membuatnya nampak semakin mengerikan disertai oleh Aura yang terasa semakin kuat. Sword of Mercy yang tertancap pada lantai arena mulai bergerak dengan sendirinya dan terbang menuju genggaman Freya. “Apakah itu telekinesis? Luar biasa...” Alice mulai kagum terhadap Freya.
“Ledakannya cukup kuat, ya... Omong-omong, apa yang kau maksud dari True Damage, Emerald? Terlebih lagi, bagaimana cara menciptakannya?” Tanya Peace kepada Emerald dari dalam hati dengan penasaran, mungkin saja True Damage bisa dimanfaatkan untuk mengalahkan Chronus.
[True Damage adalah Damage terbesar yang pernah diketahui, begini urutannya: Damage, Passive Damage, Critical Damage dan True Damage sebagai yang terbesar. Untuk menciptakannya kita perlu menyatukan 3 hal dalam 1 jurus, sebagai contoh: Aura ditambah Skill dan diperpadukan oleh efek tambahan dari Job, mampu menciptakan True Damage.]
“Tapi, mengapa aku tidak merasakan rasa sakit, ya? Tunjukkan Health Point!” Peace melihat kursi di hadapannya yang diduduki oleh mayat, namun di sisi lain, tak sedikit juga yang sanggup bertahan dari .
8/880
[Tahukah Anda, kalau jarak kursi penonton dari arena sejauh sekilometer, jarak yang cukup jauh untuk True Damage milik Esir sampai.]
“Gila! Bahkan, meski jaraknya jauh, Health Point-ku tetap tersisa sedikit... Luar biasa...” Peace tercengang.
“Oh, iya! Kau menyebut kata Job, 'kan? Memangnya, benda semacam apa itu? Aku belum pernah mendengarnya, apalagi mengetahuinya.” Tanya Peace penasaran.
[Job adalah sistem yang mampu menyesuaikan karakter pada Player berdasarkan kelakuan-Nya semasa hidup, seperti Swordman, Archer, Miner dan sebagainya. Penilaian juga dihitung melalui: Level, cara membunuh dan kelihaian dalam beberapa kategori. Job memiliki efek seperti: Meningkatkan Statistics secara massif dalam kurun waktu tertentu, meningkatkan kelihaian dan sebagainya.]
[Daftar kategori dalam Job: Swordman, Archer, Miner, Necromancer, Healer dan yang terkuat, Magician! Swordman dikhususkan untuk ahli pedang, Archer untuk pemanah, Miner untuk penambang, Necromancer bisa diraih oleh siapa pun, Healer untuk dokter, Magician untuk penyihir dengan Level di atas 100.000]
“Ah, aku mengerti. Baiklah kalau begitu.” Jawab Peace.
“Lumayan, meski belum cu-” Kata Esir terpotong.
“THOR!!” Teriak Freya dengan penuh tenaga. Sword of Mercy benar jatuh pada kepala Esir dengan mengeluarkan percikan listrik bertenaga tinggi, menciptakan luka lurus panjang mengikuti bentuk bilah dari Sword of Mercy. Dan dari bilahnya menghasilkan gelombang kejut tak tertahankan, yang sepenuhnya melubangi arena, menjatuhkan mayat Hel menuju kolam bawah tanah dengan kesengsaraan.
Esir terjatuh dengan keadaan sadar, ia segera melompati 1 demi 1 bongkahan yang terjatuh mengikutinya untuk naik kembali ke atas dan melanjutkan pertarungan. Begitu mudah bagi Esir untuk kembali sampai pada arena tanpa harus bersusah payah, karena Esir telah terbiasa melakukannya.
“He! Lumayan, aku takjub padamu. Apalagi kau mampu bertahan dari Thor, bukankah itu luar biasa? Kini, aku mulai serius, bersiaplah untuk tersiksa, jika tak mau menyerah.” Freya bertepuk tangan, lalu sedikit menunduk dan mengayunkan Sword of Mercy sampai pada punggungnya.
“Entah itu Thor, Odin maupun Zeus, akan kuhadapi semuanya. Majulah, Dewi Freya! Buktikan kalau Dewa-Dewi benar-benar lebih unggul dibanding Manusia, aku tidak perlu mendengar omong kosongmu itu lagi.” Esir merasa muak dengan pertarungan yang tak kunjung usai, ia ingin menyudahinya.
00:00’00"01
Freya melontarkan 100 tusukan Sword of Mercy kepada Esir yang waspada dalam kurun waktu semikrodetik, cukup cepat untuk sekelas Player yang sering kali mati dalam pertarungannya. Mengandalkan kelihaian dan kelincahannya, Esir menghindari 1 per 1 tusukan dengan mudah. Meski beberapa tusukan berhasil lolos dan menembus tubuhnya.
“Tak masalah, aku masih kuat menghadapi tantangan selanjutnya. Meski diumur segini, lebih baik aku berhenti dan meminum secangkir kopi. Ha ha ha ha!” Esir tertawa melihat dirinya yang semakin lemah.
00:00’00"02
Tak merasa kasihan, Freya melayangkan 300 tusukan kepada Esir yang tengah menahan seluruh rasa sakit selama pertarungan dalam kurun waktu semikrodetik, lebih banyak dari percobaan sebelumnya. Beruntung, Esir masih mampu menghindari sebagian besar tusukan dengan lihai, walau ia harus menerima semakin banyak rasa sakit yang datang pada tubuhnya terus-menerus.
“Ah, aku rasa tak lama lagi...” Sekujur tubuhnya berlumuran darah, hasil dari tusukan Sword of Mercy yang tak mampu diregenerasi.
00:00’00"05
Belum puas, Freya menunjukkan sifat kejamnya dengan melontarkan 1.000 tusukan dalam kurun waktu 3 mikrodetik kepada Esir yang bersiap untuk mati. Meski begitu, Esir takkan berdiam diri dan menerima kematiannya saja, ia tetap menghindar sebisanya dengan sekuat tenaga. Walau ia tahu, pada akhirnya akan kalah.
Sebanyak 500 tusukan Sword of Mercy diterimanya, dan ia masih bisa berdiri dengan gagah. Meski sekujur tubuhnya sudah berlumuran darah.
“Kurasa, inilah akhirnya... Akhir yang tepat untukku beristirahat...”
Bersambung...