Demon Lord Reborn

Demon Lord Reborn
Chapter 28: Esir II


Esir, Jīngrén dan Hades berjalan memasuki kerajaan Magnus yang dikenal memiliki banyak persenjataan serta Item-Item langka di dalamnya.


“Kangennya... Sudah lama saya tak ke sini. Omong-omong, rumah keluarga saya di sini, lho. Jadi, kerajaan Magnus bagian mana yang Anda kacaukan? Terutama, berapa nyawa yang dikorbankan demi kristal? Saya perlu mengetahuinya dan akan dicatat dibuku jurnal, guru Hades.” Tanya Jīngrén.


“Saya mengacaukan kerajaan Magnus bagian barat, yang dijaga oleh sesosok bernama Ares. Dia cukup kuat, lho, meski bukan sama sekali tandinganku. Walau saya sering menghitung korban yang diciptakan, saya sedikit lupa jumlah tepatnya, kira-kira sekeluarga, sih.” Jawab Hades.


“Berarti sekitar 3 atau 4 orang, ya... Bagian barat... T-Tiga?! S-Sebentar, kebetulan macam apa ini? Guru Hades, izinkan saya berpisah dari kelompok untuk sementara waktu. Saya perlu mengunjungi rumah keluarga saya untuk memeriksa keadaan mereka. Entah mengapa, perasaan saya tidak enak.” Ucap Jīngrén yang panik dan berkeringat, Hades pun mengangguk sehabis mendengarnya.


Merasa diizinkan, Jīngrén bergegas berlari ke arah barat dengan tergesa-gesa, ia takut kejadian yang tak mengenakkan hinggap pada keluarganya. Apalagi, bagian barat adalah zona yang hanya ditinggali 10 penduduk atau lebih, disebabkan biaya hidup yang mahal.


Sesampainya dibagian barat, ia mulai mencari rumah megah selayaknya istana tua yang tersusun oleh batu bata berwarna abu-abu dan dipenuhi lumut-lumut yang menjalar sampai pintu rumah yang tinggi dan lebar, apalagi pintunya terbentuk dari kayu-kayu yang mahal dan kokoh, sehingga kualitasnya sangat terjamin.


Jīngrén pun sampai di depan pintu rumah yang nampak sehabis dihancurkan dan tidak diperbaiki lagi, hal yang sama pun ikut terjadi kepada seluruh rumah dibagian barat.


“Mungkin, mereka takut ke sini, mengira guru Hades masih di sekitar. Dan kurasa, tak perlu berlama-lama lagi, saatnya masuk ke dalam.” Jīngrén berjalan masuk melalui lubang besar ditengah pintu yang bekasnya seperti tebasan dari sebuah pedang.


Sesampainya di dalam, ekspresi wajah Jīngrén berubah drastis menjadi sangat syok. Ia terkejut setelah mendapati kedua orang tua serta adiknya tertancap oleh lampu besar di langit ruangan. Tubuh mereka lemas tak berdaya dengan lumuran darah yang hinggap pada sekujur tubuh mereka.


“A-Apa yang... APA YANG TERJADI?! Apa yang kau lakukan kepada keluargaku, Hades...? Sialan, kau... Aku tidak bisa diam saja, aku mengutuk nama itu, yang ada di balik ini semua, Hades!” Jīngrén telah sepenuhnya benci akan Hades, dia sudah tidak menganggapnya sebagai guru, namun sebagai musuh.


Disaat Jīngrén tengah terlelap dalam rasa sedih, benci serta dendamnya. Muncul seseorang dari belakang menyentuh pundaknya dengan santai sambil mengatakan, “Kasihan sekali, kau ini... Namun, untuk apa kita bersedih? Sebaiknya kita hancurkan saja sosok yang menghancurkan hidup kita, bukankah lebih baik begitu?”


Jīngrén memalingkan tubuhnya ke belakang dan melihat sosok berwajah tampan dengan rambut hitam, mata biru, jas hitam disertai syal berwarna merah, celana hitam dengan sebilah pedang dikiri dan kanan dengan sepatu kulit hitam yang terlihat sangat terawat.


“Perkenalkan, namaku Chronus. Aku siap membantumu dalam membalaskan dendam, kuharap kau menyukai keberadaanku di sisimu selama seharian ini, karena dihari inilah, gurumu, Hades akan tewas mengenaskan, entah itu ditanganku maupun ditanganmu, Jīngrén.” Chronus menampilkan senyuman ramah kepada Jīngrén, menunjukkan dirinya datang dengan damai.


“Tawaranmu boleh juga, Chronus, ya.” Jīngrén nampak tertarik.


“Fyuh... Untungnya kita tidak terlambat. Semoga 100.000 Level cukup untuk dibelikan hal-hal yang berguna.” Ucap Hades sambil mendorong kedua pintu bar dan mulai berjalan memasuki bangunan bernama Valhalla, diikuti oleh Esir yang penasaran.


“Aku baru tahu kalau Level bisa dijadikan sebagai mata uang di dunia game ini, Vanaheim. Lantas, bagaimana cara mengirimkannya ketika ingin membayar?” Tanya Esir sambil melihat sekitar yang dipenuhi Player bergaya mewah. Sayangnya pertanyaan Esir tak didengar oleh Hades, sebab ruangan ini terlalu bising.


[Izinkan saya untuk membantu. Level bisa kita ubah menjadi Item Instant Level dengan hanya menekan tombol Level pada Status Player, dan kemudian ikuti instruksi yang muncul pada hologram. Setelah berhasil diubah sesuai dengan kemauan, Item itu akan muncul pada Inventory Player dan bisa diambil dalam bentuk buah apel bercahaya. Lalu, Item itu bisa diberikan kepada penjual yang telah menunggu pembayaran.]


“Ternyata begitu saja, ya. Cukup merepotkan, andai terdapat sistem uang pada dunia ini... Meski telah terlambat, karena dunia ini terlanjur tercipta dan berlangsung.” Esir dari dalam hati.


“Esir, tujuan kita ke sini adalah mencari berbagai pedang menarik yang dirasa sanggup melonjak harganya dimasa depan. Kemudian, kita jual dengan harga yang lebih mahal, bukankah hal ini cukup seru?” Cakap Hades sambil berjalan menuju suatu ruangan dengan banyak kursi yang mengarah pada suatu panggung.


Hades mulai duduk pada salah satu kursi untuk setidaknya melihat-lihat presentasi Item yang akan datang dari berbagai sumber. Diikuti oleh Esir yang duduk dikursi samping Hades dengan wajah kebingungan.


“Yah, sekarang kita tunggu sampai acaranya mulai. Saya lupa memberitahumu kalau sebelumnya saya telah mendaftar dan mendapat angka 77 sebagai penanda, bisa kau lihat dibelakang kursi. Di sana ada angka 77, sementara kursimu tidak memiliki angka.” Hades mulai melipat kakinya dengan santai.


Tiba-tiba, sesosok pria tua botak berjas hitam rapi datang dan perlahan menaiki panggung, membuat ruangan yang bising seketika menjadi hening, orang-orang mulai duduk dikursinya masing-masing dan segera bersiap untuk memulai acara pelelangan.


“Perkenalkan, nama saya Richard dan selamat datang, diacara pelelangan Valhalla. Kami, menyiapkan 10 barang yang siap ditawar dari berbagai sumber terkenal. Para pengunjung, bersiaplah untuk memulai acara pelelangan, kami akan memulainya sekarang.” Ucap Richard, membuat seisi ruangan bertepuk tangan.


Tiba-tiba, dari bawah panggung, keluarlah sebuah baju zirah yang dibungkus oleh kaca tebal dan kuat, baju zirah itu nampak sangat cantik, warna emasnya berkilat, membuat semua mata yang memandangnya terpukau. Di tengah kaca itu tertulis "Oro Duro", menandakan nama dari baju zirah tersebut.


“Siapa, sih, yang tidak mengenal nama Oro Duro? Nama yang tidak asing bagi dunia Vanaheim. Yah, baju zirah sepeninggalan Arssethoth, 'Legenda Dari Barat' yang terkenal karena aksi heroiknya yang membuat dunia Vanaheim bagian barat terselamatkan dari sang Raja Iblis. Sejak saat itu, namanya dipuja-puja dan dihormati oleh para Player, begitu harum namanya. Kini, dia melelang baju zirah bersejarahnya dari harga 100.000 Level!” Kata Richard.


Bersambung...