Demon Lord Reborn

Demon Lord Reborn
Chapter 10: Strategi


“Ya... Mudahnya, aku anak cacat. Biasanya, Ular Cerdas akan melahirkan Ular Cerdas lainnya dengan keadaan normal, namun, aku kurang beruntung, sehingga terlahir dengan bentuk tubuh manusia yang dibaluti banyak ular. Sementara itu, Majhul berevolusi menjadi manusia berotot karena sering berlatih. Jadi, jika Ular Cerdas terus-menerus berlatih, maka lama-kelamaan ia akan berevolusi menjadi manusia berotot dengan kepala ular, wajar saja jika Majhul sering berlatih, karena ia sendiri adalah Ular Cerdas petarung. Ular Cerdas diberi tugas di masing-masing bidang kesukaannya, ada yang menjadi dokter, petarung, pandai besi, petani dan lain-lain.” Jawab Astaroth sambil berjalan ke salah satu dari keenam kursi yang sudah disediakan Majhul, keenam kursi itu ditata melingkari sebuah meja yang sudah disiapkan secangkir teh hangat.


“Oh, begitu, ya...” Ucap Peace sambil ikut berjalan ke salah satu kursi lalu duduk di sebelah Astaroth, diikuti oleh Gram yang duduk di sebelah Peace.


“Ya... Kalau begitu, strategi apa yang akan kita lakukan untuk penyerangan? Oh, ya, aku memiliki ide! Bagaimana jika masing-masing dari kita membuat strategi, nantinya kita akan menentukan salah satu strategi untuk dipakai dalam penyerangan, bagaimana?” Kata Astaroth, dibarengi oleh Majhul yang ikut duduk di sebelah Astaroth lalu meminum secangkir teh hangat dari meja dan menaruhnya kembali ke atas meja.


“Boleh juga. Kalau begitu, sebelum membuat strategi, lebih baik beritahu aku tentang kerajaanmu terlebih dahulu, sebab, akan susah membuat strategi jika tidak mengetahui isi kerajaanmu.” Ucap Peace.


“Baiklah, akan kujelaskan. Pertama, kerajaanku dikelilingi oleh dinding batu yang dipenuhi jebakan di sisinya, gerbang masuk dan keluar ada dibagian selatan yang dilindungi oleh 2 penjaga bersenjata. Setelah masuk, kita akan berada di sebuah perkotaan yang luasnya hampir memenuhi seluruh penjuru dinding batu. Lalu, dibagian utara terdapat sebuah istana yang lokasi tepatnya ada di ujung dinding batu. Ya, itulah istanaku. Hanya itu yang kuingat, sisanya aku sedikit lupa, karena kerajaan kami telah dijajah selama 500 tahun, yang tentunya aku tidak mungkin mengingat segalanya.” Kata Astaroth yang membuat Peace dan Gram berimajinasi.


“Ya... Sedikit sulit untuk membayangkannya. Oh, ya, selama 500 tahun itu, apakah ras Ular Cerdas pernah melawan balik? Jika tidak, kasihan juga, ya... Omong-omong, Chronus itu manusia?” Tanya Peace.


“Selama 500 tahun, kami pernah beberapa kali melawan balik, meskipun hasilnya percuma, kami sudah dipastikan kalah dari segi manapun. Chronus sendiri adalah manusia, dia juga terkirim ke dunia Vanaheim layaknya kau, Peace.” Jawab Astaroth.


“Oh, begitu, ya... Manusia memang mahkluk sialan. Emerald, jelaskan data diri kelima Outsider.” Ucap Peace dengan penasaran dari dalam hati.


[Baiklah. Kita mulai dari yang terkuat hingga terlemah. Pertama, Spacetime, Spacetime adalah manusia perempuan yang dijuluki sebagai Puncak. Ia adalah pemain nomor 1 di dunia Vanaheim, dengan level sebanyak 400.000. Kedua, Belial, Belial adalah iblis laki-laki dengan julukan Bengis. Dari semua Outsider, dialah yang paling kejam dengan level sebanyak 225.000. Ketiga, Lilith, Lilith adalah wanita iblis dengan julukan Ibu Para Iblis. Ia berlevel 200.000. Keempat, Chronus, Chronus adalah pria misterius dengan julukan Rahasia. Ia berlevel 190.000. Kelima atau yang terakhir adalah Jovah, dia adalah manusia laki-laki dengan julukan Cahaya. Ia berlevel 150.000. Sekedar informasi, kami menganggap pemain dengan level yang lebih tinggi akan lebih kuat dari level yang lebih rendah, jadi, jika Anda merasa Outsider kelima lebih kuat dari Outsider keempat, itu sangat wajar.]


“Misterius? Astaroth, memangnya Chronus itu pria misterius, ya?” Tanya Peace dengan penasaran kepada Astaroth.


“Oh, Chronus itu memang misterius, sih. Kami saja belum pernah melihat wujudnya, bahkan untuk melihat wujudnya, kita perlu melewati banyak prajurit kuat yang rela mati demi tuannya, Chronus.” Jawab Astaroth.


“Aku memiliki strategi yang sepertinya lebih baik dari milikmu, Peace. Kuberi nama strategi ini Artemis, nantinya kita akan terbang menggunakan Skill Fly lalu menyerang dari atas menggunakan senjata jarak jauh seperti busur panah, lalu, kita hancurkan atap istana dengan ribuan anak panah yang kita lepaskan, dan seperti yang kalian pikirkan, kita akan masuk ke istana melalui atap, dengan strategi ini, korban yang berjatuhan akan semakin sedikit, meskipun memiliki risiko terkena jebakan yang tinggi.” Kata Astaroth yang membuat Majhul terkesan.


“Namun, seperti yang kau bilang tadi, strategi Artemis cenderung mudah terkena jebakan karena temponya yang lambat, berbeda dengan strategiku yang membuat musuh tak dapat bersiap, sehingga mereka akan berperang tanpa persiapan yang cukup.” Ucap Peace.


“Ya, kau benar... Peace? Omong-omong, aku juga memiliki strategi yang kuberi nama Gaia, kita akan menyerang dari bawah tanah ke istana, dengan ini, kita bisa dengan mudah ke istana tanpa perlu berurusan dengan para penjaga di luar istana, apalagi, kedatangan kita ke istana tidak mungkin ditebak oleh mereka yang membuat mereka tidak sempat bersiap, sehingga akan mudah untuk mengalahkan mereka.” Kata Majhul.


“Strategi yang luar biasa, aku sangat menyukainya, aku memilih strategimu untuk digunakan dalam penyerangan.” Ucap Gram.


“Ya, kau benar, Gram. Strategi Gaia sangatlah cerdas, walaupun membutuhkan waktu yang lama untuk membuat lorong menuju istana. Oh, ya, bagaimana dengan suara yang dihasilkan ketika menambang? Bukankah itu cukup berisik? Meskipun menambangnya akan lebih dalam, hal ini malah memperlambat proses penyerangan.” Kata Peace.


“Oh, ya, aku baru memikirkan hal itu. He he he, maaf jika strategiku buruk.” Jawab Majhul sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya.


“Aku juga memiliki strategi yang kuberi nama Break The Wall, kita akan langsung menyerang dari utara lalu menghancurkan dinding batu yang membatasi dunia luar dengan istana, lalu tanpa waktu lama, kita akan langsung sampai ke bagian belakang istana dan bisa dengan cepat menuju posisi Chronus.” Ucap Gram yang membuat Astaroth dan Majhul terpukau atas kecerdasan Gram.


“Strategi yang efisien, di dunia sebelumnya aku juga pernah bertemu dengan orang sepertimu, namun ingatanku samar-samar, bahkan orang tua saja aku tidak mengingatnya, benar-benar menyebalkan.” Kata Peace dengan kesal.


“Ya... Aku setuju dengan strategimu yang efisien itu, Gram. Kita akan melaksanakannya setelah para Ular Cerdas petarung kembali pulih dan kembali berlatih. Namun sebaiknya, kita juga ikut berlatih seperti mereka, karena Chronus sendiri adalah lawan yang tak patut diremehkan.” Ucap Astaroth yang suka dengan strategi Break The Wall.


Bersambung...