Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAPTER 45


Elvano bersama Riko, sekarang berada di kamar Riko, mereka berdua duduk saling berhadapan satu sama lain. Dan Riko yang mengintrogasi Elvano.


"jadi bisa Lo jelasin gimana Lo bisa masuk ke dunia novel?"tanya Riko yang berhati-hati bicara dengan Erland, yang sudah memasuki tubuh Elvano.


Elvano yang di tanya pun menghela nafas, sebelum menjawabnya.


"gue enggak tahu, selesai gue telponan sama Lo, gue tidur, terus tiba-tiba aja udah masuk ke tubuh ni bocah"jawab Elvano yang se adanya kepada Riko.


Rik yang mendengarnya pun hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dirinya bingung bagaimana menyingkapi jawaban Elvano.


"tapi Er, Lo tahu kan ini dunia asli bukan dunia novel?, kalau benar Lo masuk ke dunia novel seharusnya kan Lo enggak ketemu sama gue"


ujar Riko yang mengatakan pemikiran yang membuatnya bingung.


Elvano pun hanya diam, dia pun juga membenarkan apa yang dikatakan oleh Riko.


Hingga dia pun menoleh ke arah yang lain tempat, hingga dia menemukan novel yang membuat dirinya masuk ke novel tersebut.


"novel itu, yang membuat gue masuk"ujar Elvano dengan menunjukkan jarinya ke novel yang dilihatnya.


Riko pun mengikuti arah jari milik Elvano, dan dia menemukan novel yang pernah dia pinjamkan kepada Erland.


Lalu dia pun mengambil novel tersebut. Elvano dengan tergesa-gesa segera mengambil novel tersebut dari tangan milik Riko.


Dan di setiap halaman itu dibaca olehnya namun, saat membacanya Elvano tidak dapat menutupi rasa terkejut dan paniknya, dan secara terus menerus dia pun membalikkan halaman setiap novel tersebut tanpa tertinggal satu pun.


Hingga novel tersebut jatuh dari tangannya.


Riko yang sejak tadi hanya memperhatikan Elvano. tentunya bingung dengan tingkah lakunya, dan dia pun segera mengambil novel yang dijatuhkan oleh Elvano, dan dia pun tidak menemukan apa pun.


"Memang ada apa sama novel ini?"tanya Riko kepada Elvano sambil menunjukkan novel yang sudah di bukanya kepada Elvano.


Namun Elvano hanya diam tanpa ingin menanggapi Riko.


Riko yang hanya melihat ke terdiam Elvano pun membuatnya bertambah menjadi bingung, dan dengan paksaan dia pun kembali menanyakan kepada Elvano.


"Er, Lo kenapa ?, ada masalah sama novel ini ?, Er"sentak Riko kepada Elvano yang hanya menundukkan kepalanya.


Elvano yang awalnya menundukkan kepalanya, akhirnya mendongakkan kepalanya, dan Riko dapat melihat tatapan Elvano yang berbeda tatapan yang kosong.


"Rik, isinya udah beda, sebelumnya enggak kayak gitu"ujar Elvano dengan lirih, dengan tatapan yang masih sama


"apanya?"tanya Riko


"cerita novelnya udah beda, ini bukan novel yang gue baca Rik"jawab Elvano dengan suara yang masih sama.


"bisa aja kan Novelnya bukan yang ini?"ujar Riko yang berusaha membuat Elvano untuk berpositif thinking.


Riko yang ditatap penuh harap oleh Elvano, tidak dapat menutupi kegugupan yang tiba-tiba, melandanya.


"itu, gue dapatnya dari rumah Lo, pas gue mau kunjungi rumah Lo, Lo enggak ada terus gue ke kamar Lo, tapi gue cuman nemuin ni novel di kasur Lo"jawab Riko dengan pelan, karena takut mematahkan harapan Elvano.


Elvano yang mendengarnya tentunya membuatnya semakin patah harapannya, dan sedikit pun dia tidak ada keinginan untuk melihat Riko.


Riko hanya dapat menghela nafas melihat sahabatnya yang akhirnya dapat di jumpai kembali, namun pada kenyataannya sahabatnya bukan seorang anak remaja lagi tapi seorang bocah, dan merupakan adik dari temannya sendiri. Walaupun tidak mudah baginya untuk mempercayainya, namun dia pun akhirnya percaya jika sahabatnya bertransmigrasi menjadi seorang bocah.


Apalagi dia menemukan kesamaan cara bicara, tingkah laku Elvano yang mirip dengan Erland. Dan dia janji kepada dirinya sendiri untuk menolong sahabatnya itu kembali ke tubuhnya.


"lo, jangan putus asa dulu, gue yakin Lo pasti bisa kembali ke tubuh asli Lo, gue janji bantuin Lo"ujar Riko yang berusaha untuk menyemangati Elvano.


Elvano yang berpikir jika dia tidak dapat kembali ke tubuh aslinya, langsung mendongak kepada Riko yang sekarang tersenyum kepadanya. akhirnya keinginannya untuk kembali melihat senyuman milik sahabatnya terkabulkan. Dan tanpa secara tiba-tiba dia menubrukkan badannya ke arah Riko, dan memeluk Riko dengan erat.


"bang Riko~"rengek Elvano kepada Riko.


Riko yang tiba-tiba mendapatkan serangan dari Elvano terkejut, namun dia dapat menormalkan kembali ekspresinya, dan dia pun membalas pelukan Elvano dengan erat juga.


Dia yang mendengar rengekan sahabatnya itu pun hanya bisa terkekeh, karena sahabatnya itu akan ogah untuk memanggilnya Abang.


"kok tumben Lo panggil gue Abang, biasanya Rik aja"ujar Riko yang menjahili Elvano.


Elvano yang mendengarnya segera melepaskan pelukannya dari Riko. dan kesal dia menatap kepada Riko.


"ya ampun Lo, ini ya bisa-bisanya merusak suasana?, mumpung gue baik kan jadinya gue panggil Lo Abang"jawab Elvano kepada Riko dengan ekspresi kesal kepada Riko.


Riko hanya tertawa mendengar Omelan sahabanya, hingga dia tidak sadar jika air mata keluar dari matanya. Inilah yang dia rindukan Omelan dari sahabatnya Elrand, yang tidak pernah dia dengar lagi.


"oh iya, tadi Lo, manggil gue Abang kan tapi kenapa sekarang Lo panggil gue namanya aja, terus lagian kan-"ujar Riko dan menghentikan ucapannya sambil melihat kondisi tubuh sahabatnya yang sekarang seperti bocah.


Elvano yang peka terhadap tatapan Riko, membuat wajahnya yang memerah yang menandakannya marah, disertai wajah yang kesal kepada Riko.


"apa maksud tatapan mata Lo, tubuh gue memang bocah tapi jiwa gue tetap seorang anak remaja berusia 18 tahun"sewot Elvano kepada Riko yang merasa risih dengan tatapan Riko.


"oh jadi umur Lo 18 tahun ya, ?, berarti Lo tetap harus manggil gue Abang dong"ujar Riko dengan menganggukkan kepalanya.


"Lah, apa maksud Lo?, kita kan seumuran"ujar Elvano dengan wajahnya yang bingung dengan pernyataan Riko.


"satu hal yang harus Lo tahu, gue itu sekarang udah 21 tahun"ujar Riko kembali kepada Riko.


Elvano hanya menunjukkan wajah yang tidak percaya dengan perkataannya Riko. Riko yang mengetahui jika Elvano tidak akan percaya, lalu dia pun menunjukkan sesuatu di samping kasur dengan dagunya. Elvano pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh Riko. awalnya Elvano bingung apa yang di tunjuk oleh Riko, namun dia pun akhirnya paham dengan kedua matanya yang melotot. Hingga


"apa, gue udah selama 3 tahun di dunia novel?"teriak Elvano dengan histerisnya. Dirinya tidak menyangka jika dia sudah lamanya dalam novel, dirinya bingung bagaimana bisa dia yang merasa hanya baru berhari-hari di novel, akan tetapi pada kenyataannya dia sudah bertahun lamanya di novel.